Angkutan Umum dan Saya


Angkutan Umum

Jika pembaca membaca blog ini melalui tampilan web, maka akan nampak header image yang terkesan menuntut ketersediaan angkutan umum yang baik. Tertulis jelas, Transportasi Massal yang aman, nyaman dan terjangkau adalah harga mati!!. Semestinya ada dua kata lagi, yaitu Tepat Waktu.

Mikrolet vs kwasi

Tuntutan yang wajar bagi kaum urban ibukota. Yah, basik kami saat itu adalah ibukota Jakarta. Kami? Yap, tercetus dari kegelisahan dalam obrolan-obrolan bersama rekan blogger yang kerap ngumpul, kopi darat atau kopdar, istilah gaulnya.

Lanjutkan membaca Angkutan Umum dan Saya

Pesona Metropolitan


jumlah penduduk jakarta 2012

Sekira 255 ribu orang datang ke Jakarta tiap tahunnya, penambahan jumlah penduduk yang signifikan. Berebut memadati Ibukota karena pesonanya takan pernah pudar, meski berita negatif bergulir dan dipublikasikan oleh berbagai sumber. Mulai dari pengangguran, kriminalitas, kemacetan dan momok banjir yang tak kunjung tertanggulangi.

jalanan cilincing

Lanjutkan membaca Pesona Metropolitan

Mobil Motor Berjaya, Good Bye Mass Transportasi… ?


Dalam pemikiran saya, jika produk motor entry level sudah ramah lingkungan berarti semakin memantapkan posisi motor sebagai Legal Mass Transportasi, Lho kok bisa ? ini cuma opiniku saja, jika injeksi adalah langkah mengawali menghadapi masa yang akan datang di mana semangat “GO Green” semakin dikumandangkan dari Eropa sono dan pasti berimbas di mari, agar semua produk bermesin wajib lulus Euro 3 , 4 dan seterusnya maka angkutan kelas bawah yaitu motor entry level menjadi legal sebagai angkutan umum bagi rakyat, dan pemerintah tak perlu repot lagi membenahi transportasi masal yang ada,

Busway gak perlu nambah koridor, KRL seadanya, Subway cuma mimpi, Waterway tinggal cerita dan monorail tinggal tiangnya… Lanjutkan membaca Mobil Motor Berjaya, Good Bye Mass Transportasi… ?

Mengapa memilih Naik motor ?


Sebelum memiliki sepeda motor, saya cukup menikmati sebagai penumpang angkutan umum, dari Angkot, Bis kota, juga kereta. Banyak cerita seru yang bisa dipetik, dari berjubelnya penumpang kereta sampai lamanya naik Angkot yang sebentar-sebentar berhenti naik turunin penumpang, ditambah ngetem nunggu penuh di terminal. Panas dan sumpek. Dan sering telat masuk kerja.

foto : kaskus

Setelah mampu membeli sepeda motor semua cerita seru itupun sirna. Menuju suatu tempat bisa dicapai dengan waktu yang bisa diperkirakan, beda jika naik angkutan umum, sulit diduga. Bisa tepat tapi sering melesetnya. Nah pilihan naik motor memang karena angkutan umum di negeri ini kurang layak dan susah untuk tepat waktu.

Andaikan moda transportasi publik diperbaiki tentu akan lebih nyaman naik Lanjutkan membaca Mengapa memilih Naik motor ?