Dimas Ekky, Remy Gardner dan Generasi Bullier


Remy Gardner on Instagram

Dimas Ekky Pratama sedang jadi pembahasan hangat di kalangan pemerhati balap roda dua, khususnya ‘para pemerhati dadakan’. Pasalnya, pebalap asuhan Astra Honda Racing Team tersebut didaulat menjadi pebalap pengganti Jorge Navarro, rider tim Federal oil Gresini Moto2 GP,  di seri Sepang, Malaysia.

Euforia jelang race begitu gempita, Dimas Ekky digadang-gadang mampu memberikan kejutan dengan prestasi gemilang di debut perdana balap GP.

Start dari grid 28, Ekky berhasil merangsak ke posisi 12 dalam beberapa lap saja. Sayang, saat lap 18, Ekky terpental, dan terpaksa tidak bisa menyelesaikan race. Ekky menjadi korban, tertabrak pebalap di belakangnya yang crash. Terkesan, Ekky ‘disleding’ pebalap lain. Silahkan tonton video crash antara Dimas Ekky dan Remy Gardner berikut.


Adalah Remy Gardner, pebalap asal Australia dari tim Tech3, yang crash dan ‘menghantam’ Dimas Ekky yang tepat berada di belakangnya, saat bersiap melakukan cornering.

Dari kejadian tersebut, akun Instagram Remy Gardner diserbu fanboi ‘buta’ Indonesia. Aneka bully menerpa akun Remy, memojokkan, menyalahkan aksi Remy yang berujung gagalnya Ekky sampai garis finis. Ada yang menyatakan Remy terlalu memaksakan kehendak untuk menyalip Ekky dari dalam tikungan. 

Kaum Bullier berkumpul, meski banyak juga komentar Indonesia yang mencoba memberikan pengertian, tapi yang terjadi justeru saling bulli. Bahkan tidak ketinggalan komentar dari instagramer negeri Jiran Malaysia yang memang kerap saling menghina dengan komentar dari Indonesia di berbagai event. Seolah musuh bebuyutan. Baik di sepak bola, arrc, ketenagakerjaan dan lain sebagainya. 

“It was a bad end to a really challenging weekend. I made a good start and the first two laps were incredible as I went from 25th to 11th in the course of about ten corners. Everything was looking positive, but then there was another rider in front and I underestimated how slow he was. I think he knew I was behind him before he turned in, yet he chopped my nose, we touched and then I fell. It was really unlucky but what else can I say.”

Mungkin statement Remy Gardner di atas juga memicu polemik tersendiri. Seolah menyalahkan, menganggap Ekky lupa bahwa ada dia di belakangnya.

Terlepas dari itu semua, budaya bulli seolah sudah menjadi salah satu sifat generasi bangsa ini. Khususnya di sosial media, saling bulli, mencela sesama seolah menjadi ‘makanan’ sehari-hari. Seolah tidak asing lagi, tidak ada thread ataupun berita yang tidak mendatangkan kaum Bullier. 

This is one of the reason why Indonesia can’t reach a better position in any kind of sport…the mentality of the fans is so f*cking low…if any indonesian athletes going internasional, their goin crazy and blind by the fact if something bad happen to their athletes..their always blame others even if they dont know the fact because they blinded by overproud “nationality”…they dont realize if that things will make Indonesia names bad for the others country…seriously, if this things continue, than its better for Indonesia dont join any internasional even till the fans know how to maintain their mentality

Statement di atas adalah salah satu komentar instagramer di Instagram Remy Gardner. Gambaran yang disematkan bagi generasi negeri pertiwi saat ini. Nasionalisme yang kebablasan. Mengedepankan emosi sesaat yang akhirnya menyuguhkan kebodohan kepada bangsa lain. Mempertontonkan sikap kekanakan yang mudah diprovokasi. 

Semoga generasi kita semakin dewasa dan mampu bersaing, berpikir dan berpendapat secara sehat. Termasuk saya tentunya. Semoga Dimas Ekky dapat kesempatan lagi untuk tampil di ajang grand prix. Aamiin.

——————————

Baca juga: 

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Balap Asia, Moto GP, Ngeblog dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Dimas Ekky, Remy Gardner dan Generasi Bullier

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s