Manja, bukan karena Kolokan


Sikap manja identik dengan anak kecil, balita atau anak umur TK sampai SD. Anak kecil manja karena pada umur tersebut biasanya anak masih kolokan. Tapi banyak juga udah SMA bahkan kuliah masih kolokan. Bahkan pasangan suami isteri juga syah untuk bermanja-manja. Tentu sesuai situasi dan kondisi. Tidak sembarang tempat.
Nah kalo manja tapi bukan karena kolokan dan bukan manusia.
Manja dalam bahasa banyumas adalah tindakan membuat lubang dengan panja/ceblok untuk ditanam benih biji-bijian seperti jagung, kedelai, kacang tanah dan sebagainya.
Jadi manja menggunakan panja. Panja adalah nama lain dari ceblok seperti yang saya sebut dalam tulisan juging dan teman-temannya.
Bentuk panja sepertu alu pemukul lesung dengan salah satu ujungnya tirus meruncing. Ujung runcing inilah yang digunakan untuk manja.(tri)

**************
Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di banyumasan dan tag , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Manja, bukan karena Kolokan

  1. Aa Ikhwan berkata:

    bukan manja tebing ya kang :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s