Balada Angkot 6-4, Salahkah Gendut?


Badan gendut adalah anugerah bagi sebagian orang. Misal kawan saya seorang pria gemuk mengatakan, “Cowo tidak gendhut tidak seksi”. Sebuah ungkapan pembenaran atau kepercayaan diri. Maklum bagi saya pria gendut itu jarang, kalo pria buncit (perutnya) banyak. Jadi buncit, gemuk dan gendut beda.
Kalo perempuan gendut gimana? Yang saya tahu, baik pria maupun wanita gemuk/gendut itu tingkat kepercayaan dirinya di atas rata-rata orang pada umunya. Lantas apa hubungannya dengan judul di atas?

image

Apakah pembaca pernah naik angkutan kota? Angkot berbasis mobil minibus seperti gambar di atas. Kapasitas penumpang penuh standarnya adalah 14 orang selain supir. Memaksakan memang, tapi nampaknya jumlah tersebut sudah menjadi kesepakatan organda alias legal.
14 penumpang terdiri, 6 dan 4 di jok panjang, 2 tambahan jok depan pintu penumpang menghadap belakang dan 2 lagi di samping supir.
Takaran di atas jika semua penumpang berukuran standar. Bagaimana jika ada penumpang gemuk, yang memerlukan space/takaran duduk lebih lebar dari penumpang kebanyakan, bahkan bisa menghabiskan lebar tempat duduk untuk 2 orang ukuran standar. Ukuran Jumbo atau pranakan Bangkok barangkali. Hitungan jumlah penumpang jadi gimana nih?

image

Jok angkot tambahan depan pintu kadang cuma kotak kayu tanpa alas

Saya mengalami duduk dalam angkot satu bangku dengan penumpang berukuran jumbo tersebut. Apa yang terjadi? Bangku yang seyogyanya berisi 4 orang dipaksakan. Saya paling pinggir dekat pintu cuma kebagian 2/3 dari bokong kanan saya, sementara bokong kiri menggantung tanpa alas duduk. Pegel, tersiksa. Sebelah saya persis adalah si jumbo yang nampak risi atau sungkan karena saya kebagian tempat duduk yang sangat minim.
Saat itu saya berpikir, andai saya di posisi si Jumbo, saya gemuk, lebih tepatnya lebar. Apa saya salah memiliki badan lebar? Apakah saya harus bayar 2 kali lipat jika naik angkot, agar saya dapat duduk dengan nyaman. Karena porsi bokong saya yang lebar bisa jadi memerlukan penampang jok untuk 2 orang ukuran normal.
Normal? Apakah gemuk itu tidak normal? Abnormal? Apakah kalo saya gemuk berarti tidak normal?
Saya makin memaklumi si jumbo samping saya dan berpura-pura bersikap biasa meski bokong kiri mulai kesemutan.
Tapi kepura-puraan saya tidak cukup membantu menyembunyikan nasib mengenaskan yang mungkin tetap terpancar dari raut mukaku yang menahan semutan di bokong. Karena saat ada seorang penumpang yang turun, penumpang sampingnya segera bergeser memberi ruang agar saya berpindah tempat duduk sambil bilang, “kasihan dia”.
Sekilas dan pendek tapi bagi saya yang sedang membayangkan jadi si jumbo, amat menusuk. Seolah badan gemuk menjadi biang kesengsaraan orang di sekitarnya, meskipun bisa jadi benar adanya, tidak sepantasnya kita menjastifikasi demikian.
Gemuk adalah anugerah, selama tidak mengganggu dan merugikan kesehatan diri sendiri. Nikmati dan syukuri. Usul saya, jika badan gemuk anda membuat risi saat diangkutan umum, percaya diri saja dan bilang sama supir,”saya bayar untuk 2 orang”. Agar anda mempunyai hak duduk atas 2 orang. Anda enak, orang lain tidak dirugikan. Hanya usul, jangan tersinggung ya.
Apakah ada pembaca yang gemuk?(tri)

———————
Standing on Commuterline Bekasi-Jatinegara, 27 Sept’14 07.46AM

**************
Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di sosial, transportasi publik dan tag , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Balada Angkot 6-4, Salahkah Gendut?

  1. adhyg13 berkata:

    nek aku biasane,saya makan untuk 2 orang,haha

  2. jape methe berkata:

    pernah baca artikel diluar negeri ada beberapa maskapai mengenakan biaya tiket 2x bagi penumpang yang dirasa kegemukan, dan dia juga mendapat jatah 2 tempat duduk, pernah juga naik bus dari jakarta ke merak ada penumpang gemuk yang bayar 2 kursi karena merasa tidak cukup dengan 1 kursi.
    Kalau saya sendiri pernah beli tiket kereta 4 kursi padahal yang berangkat 3 orang, 2 kursi buat anak saya waktu itu masih umur 3 tahunan agar bisa tidur nyaman

  3. Aa Ikhwan berkata:

    yg bner itu 6-4 atau 4-6 ya ? :p
    #bukan soal SD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s