6000 RPM


image

RPM, singkatan dari revolution/rotation per minute (revolusi/putaran per menit). RPM mesin adalah angka yang menunjukkan berapa kali putaran (revolusi) poros engkol (crank shaft) mesin dalam satu menit.
Bicara RPM kaitannya dengan kendaraan bermotor tentu identik dengan kecepatan. Begitupun sepeda motor, RPM bisa dijadikan batas kecepatan yang memungkinkan dilakukan, karena kerap speedometer yang terintegrasi di kendaraan tidak real.
Berkaitan dengan judul, saya ingin mengulas cara baru saya dalam memacu sepedamotor beberapa bulan terakhir (sebelum pindah ke Bekasi). Sebelumnya saya kerap memacu kendaraan semaunya, memaksimalkan batas ‘redline’ RPM (di atas 8000RPM). Sekarang beralih menjadi maksimal di 6000RPM. Hal ini saya lakukan karena jarak yang saya tempuh perbedaan waktunya tidak terlalu signifikan jika berkendara dengan kecepatan tinggi maupun sedang. Hal tersebut tidak lepas dari lalu lintas Jakarta yang makin ramai, seiring bertambahnya volume kendaraan di jalanan. Mungkin hal ini termasuk indikasi naiknya income perkapita atau pendapatan warganya.
Kembali ke tema tulisan. Mengendarai kendaraan sehari-hari pada kecepatan sedang perlu kesabaran, acapkali godaan memacu kendaraan lebih cepat selalu ada. Apalagi jika ada pengendara lain yang mencoba memberi semangat (manas-manasin), harus tetap tahan grip gas jangan sampai dipuntir lebih. Berlatih bersabar tanpa sengaja.
Banyak keuntungan berkendara pada kecepatan sedang :
1. Mesin motor tidak cepat panas,
2. Hal ini berpengaruh pada ketahanan suku cadang mesin,
3. Tentu saja oli mesin tidak cepat memuai, maklum motorku Pulsar terkenal dengan oli yang cepat memuai.
4. Berkendara pelan cenderung lebih aman walopun tidak absolut
5. Ramah lingkungan, maksudnya pengendara ngebut cenderung dinilai ugal-ugalan oleh masyarakat.
6. Minim rival di jalanan
7. Bisa sambil rekreasi, cuci mata dan masih banyak lagi keuntungan lainnya
Oh iya, sekarang saya maksimal di 7000rpm untuk top gear, tapi jarang. Alasannya karena tempat tinggal sekarang jaraknya dua kali lipat dari tempat tinggal yang dulu. Apalagi selama pekan lebaran saya tinggal di Karawang dengan jarak tempuh sekira 100km dari tempat nguli, terpakasa 6000 rpm saya lewati. Apakah pembaca suka ngebut?(tri)

**************
Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di motorcycle dan tag , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke 6000 RPM

  1. Ping balik: 100% Rem Depan | Triyanto Banyumasan Blogs

  2. Aa Ikhwan berkata:

    jalan santai

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s