Banjir, Macet dan Kelistrikan Kendaraan


image

Kelistrikan sudah pasti anti air. Penyebutan anti air kadang salah kaprah. Anti air berarti tidak tahan air, bukan sebaliknya. Kendaraanpun bersifat anti air, terutama kelistrikannya, bahkan kendaraan air macam kapal laut sekalipun kalo kelistrikannya rembes air, sudah pasti mengakibatkan kerusakan, minimal ada fungsi yang tidak normal.

image

Banjir dan macet adalah perpaduan sempurna untuk mengganggu kelancaran berkendara. Warga ibukota yang sudah akrab dengan banjir kadang mengabaikan efek kecil pada kendaraannya. Tidak kentara, karena efeknya jarang langsung terasa, yaitu saat kendaraannya dipaksa menerjang banjir hanya berasumsi mesin tidak mati, kendaraan tetap jalan.
Hal tersebut juga saya alami, berulang kali si Jalitheng Pulsar 220 dipaksa menerjang banjir, bahkan beberapa hari yang lalu cukup dalam genangan yang diterjang. Bukan jumowo, tapi tidak ada jalan lain, sudah mencari jalur alternatif, semua mampet oleh kendaraan.

image

Mampet alias macet yang tidak pasti kapan bisa terurai. Nekad, Jalitheng menyelam tanpa minum air tentunya. Meski tidak merasa minum air, jangankan kendaraan, sehebat-hebatnya manusia penyelam saja bisa tanpa sengaja meminum air saat menyelam. Minimal rembes lewat pori-porinya kalo kelamaan berada di dalam air, apalagi air dalam, semakin dalam, tekanan air makin tinggi.
Jika kendaraan sering dipaksa menerjang genangan banjir, meski tidak dalam, cipratan air lama-kelamaan merembes masuk pada jalur kelistrikan. Lebih apes lagi yang saya alami, genangan cukup dalam dan beriringan dengan mobil yang melaju sangat pelan, sehingga Jalitheng cukup lama terendam.
Karena seringnya dan berasumsi mesin kendaraan tidak mati, mengabaikan hal kecil, yaitu korosi yang muncul di kemudian hari. Kaki-kaki suku cadang yang berkaitan dengan kelistrikan mengalami gangguan. Dalam hal ini koil.
Posisi koil berada di bawah bagian kanan tangki. Disinyalir cipratan air dari roda depan dan bercampur lumpur, mengakibatkan cepatnya korosi timbul. Selanjutnya bengkelpun mengeruk untung. Bersambung….
Apakah pembaca masih kebanjiran?(tri)

————————————–
Posted from WordPress for Android sabak P6200 retak

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di motorcycle dan tag , , , , , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Banjir, Macet dan Kelistrikan Kendaraan

  1. Ping balik: Kerusakan Kendaraan Tidak Sesuai Analisa Indikasi | Triyanto Banyumasan Blogs

  2. Ping balik: Suku Cadang Pulsar 220 Tidak Ada di Katalog Bajaj | Triyanto Banyumasan Blogs

  3. Ping balik: Koil Scorpio dan Jupiter Sama | Triyanto Banyumasan Blogs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s