Manusia Pemakan Bangkai


Manusia makan bangkai atau mayat manusia? Secara nyata ada. Tapi gambaran bagi penggunjing juga diibaratkan sebagai pemakan bangkai. Sadar atau tidak sadar menggunjing atau ghibah lekat dengan masyarakat kita, baik dalam pergaulan langsung maupun lewat sosual media.

image

Al Hujurat : 12

Kamar-kamar (Al-Ĥujurāt):12 – Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

“Tahukah kalian apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab: “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahuinya.” Nabi berkata: “Engkau membicarakan saudaramu dengan sesuatu yang dia benci.” Ada yang bertanya: “Bagaimana pendapat anda jika padanya ada apa saya bicarakan?” Beliau menjawab: “Jika ada padanya apa yang engkau bicarakan maka engkau telah mengghibahnya, dan jika tidak ada padanya apa yang engkau bicarakan maka engkau berbuat buhtan terhadapnya.” [HR Muslim (2589)]
Hadits di atas menerangkan tentang definisi ghibah. Ghibah adalah membicarakan kejelekan atau aib seorang muslim dengan tidak secara langsung di hadapannya. Sedangkan buhtan adalah berkata dusta terhadap seseorang di hadapannya mengenai sesuatu yang tidak pernah dia lakukan.
Rosul SAW bersabda : “Ketika saya dimi’rajkan, saya melewati suatu kaum yang memiliki kuku dari tembaga sedang mencakar wajah dan dada mereka. Saya bertanya: “Siapakah mereka ini wahai Jibril?” Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah) dan melecehkan kehormatan mereka.” [HR Abu Daud (4878). Hadits shahih.] (sumber : dakwahquransunnah)

Berikut gambaran gibah jika dilakukan berantai dari mulut ke mulut :

Cerita Berantai yang Fatal:

1. Sehabis pulang dari sawah kerbau rebahan di kandang dengan wajah cape dan nafas yang berat. Datanglah seekor anjing. Kerbau lalu berucap:
“Aah teman lama, saya sungguh cape dan besok ingin istirahat sehari.”

2. Anjing pergi dan jumpa kucing di sudut tembok, dan berkata:
“Tadi saya jumpa kerbau dan dia besok ingin istirahat dulu,
sudah sepantasnya, sebab boss kasih kerjaan terlalu berat.”

3. Kucing lalu cerita ke kambing dan berkata:
“Kerbau komplain boss kasih kerja terlalu banyak dan berat. Besok tidak mau kerja lagi.”

4. Kambing jumpa ayam dan berucap:
“Kerbau tidak senang bekerja untuk boss lagi, sebab mungkin ada boss lain yang lebih baik.”

5. Ayam jumpa monyet dan berkata:
“Kerbau tak akan bekerja untuk bossnya dan ingin mencari kerja di tempat boss yang lain.”

6. Saat makan malam monyet jumpa boss dan berkata:
“Boss, si kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dan ingin meninggalkan boss untuk kerja dgn boss lain.”

7. Mendengar ucapan monyet, boss marah besar dan membunuh si kerbau karena dinilai telah berkhianat kepadanya.
Ucapan asli kerbau:
“SAYA SUNGGUH CAPE & BESOK INGIN ISTIRAHAT SEHARI DENGAN BAIK.”
Lewat beberapa teman akhirnya ucapan ini sampai ke boss dan pernyataan kerbau telah berubah menjadi:
“Si Kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dan ingin meninggalkan bos untuk kerja dengan boss lain.”

Sangat baik untuk disimak :
1. Ada kalanya suatu ucapan harus berhenti sampai telinga kita saja.
Tidak perlu diteruskan ke orang lain.

2. Jangan percaya begitu saja apa yang dikatakan orang lain meskipun itu orang terdekat kita. Kita perlu check and recheck kebenarannya sblm bertindak.

3. Kebiasaan melanjutkan perkataan orang lain dg kecenderungan menambahi mengurangi bahkan menggantinya berdasar persepsi sendiri bisa berakibat fatal.

4. Bila ragu akan ucapan seseorang, yg disampaikan o/ orang lain kpd kita, sebaiknya kita langsung bertanya pd ybs…*
Semoga bermanfaat u/ lisan kita yg tak terjaga

Semoga kita terhindar dari ghibah dan diampuni segala keteledoran akan ghibah yang lalu. Aamiin

—————————————-
Posted from Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Al-Quran, Sekitar Kita, sosial dan tag , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Manusia Pemakan Bangkai

  1. Nuriya berkata:

    amin …. kalo cewe susah banget~ tapi semoga bisa

  2. Bapak'e Salma berkata:

    beda individu, beda penafsiran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s