Di’JAGUR’ Palang Pintu Rel Kereta


Jagur, adalah salah satu kata dari logat atau dialek Banyumasan. Jagur adalah memukul kepala bagian atas (ubun-ubun) dengan kepalan tangan bagian bawah (bawah kelingking sampai pangkal telapak tangan saat mengepal) seperti gambar berikut

pemukulan balita

Dipukul kepalan seperti ini tidak terlalu sakit, berbeda dengan ditonjok, tapi bisa mengakibatkan kepala pening dan kliyengan. Lantas apa hubungannya denga pintu palang rel kereta? Padahal jagur hanya bisa dilakukan oleh kepalan tangan.

gagal menerobos, malu dan pening

gagal menerobos, malu dan pening

Ceritanya begini, saat sedang riding santai nyoba Jeng Maryatee (nama Suzuki Hayate Merah Marun Second 2011) di Jalan Gunung Sahari Raya dari arah selatan menuju Martadinata, mendekati pintu palang rel kereta (sebelum Manggadua Square) nampak penjaga pintu palang mengangkat light stik merah, diiringi turunnya pintu palang kereta secara perlahan (palang pintu terdiri dua bagian kanan dan kiri), sayapun memperlambat dan menghentikan Jeng Maryatee. Tiba-tiba ada pengendara beat yang menyalip saya dan melewati batas pintu palang kereta, tanpa memperhatikan turunnya palang pintu tersebut perlahan sambil tengak-tengok melihat kereta yang akan lewat, disinyalir akan menerobos rel, mungkin dia hanya melihat palang kiri yang memang turun lebih dulu dibanding palang kanan, dikira hanya sebelah. Tepat saat dia berada dibawah palang kanan (beat melaju pelan), palang tersebut turun dan men’JAGUR’ helm (kepala) si pengendara beat. Tanpa ampun kepalanya terdesak dan dia ambruk bersama sepeda motornya.

sabar sejenak demi nyawa yang cuma 1

sabar sejenak demi nyawa yang cuma 1

Saya juga tidak menyangka si beat bakal nyelonong, saya sempat teriak, “Emang ga ngeliat!” Sesaat kemudian, si beat kembali berdiri dengan agak sempoyongan dan batal menerobos. Sabar sekejap di jalan kadang terasa lama, bahkan mengabaikan nyawa yang cuma satu.

palang pintu kereta siap menJAGUR kepala penerobos

palang pintu kereta siap menJAGUR kepala penerobos

Jadi saya anggap, palang pintu rel kereta adalah lengan tangan dengan kepalan yang turun menjagur kepala pengendara tersebut. Be wise, di jalan, nyawa itu menjadi murah. Sabar sekejap menyelamatkan nyawa kita.(tri)

 

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di banyumasan, motorcycle dan tag , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Di’JAGUR’ Palang Pintu Rel Kereta

  1. Kluban.net berkata:

    dijagus jarku lha di antem kang ngisor janggute

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s