Kopi Wantonan


Cangkir bekas kopi atau cangkir kopi bekas?
Tepatnya kopi sisa, tanpa menyebut cangkir, barangkali begitu.
Perdebatan sepele. Mungkin tanpa hal sepele yang diperdebatkan, hidup kurang berwarna.

Kopi habis.
“Kopi sisa diwantoni saja”, kata seorang teman.

Wantoni adalah tindakan menambahkan air karena perlu atau kurang, lebih khusus pada masakan.

Sekali lagi kopi diwantoni, rasanya?
Rasa kebersamaan, kesetiakawanan dan yang pasti, menghidupkan suasana.

Pun sebatang rokok, bergilir menghisap. Kami ada. Kami gembira.
Terkadang, puntung menjadi berharga. Atau kebalik, manusia seharga puntung rokok?
Kami tertawa dihina asbak yang kosong.

Yah, bahagia sederhana. Dia datang dari secangkir kopi wantonan dan puntung yang dihisap bak tembakau aceh.
“Asap, mana asap?”

Dan kami tetap tertawa, walau pipa AC bekas FO ini harus disambung.(tri)

**************
Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di banyumasan dan tag , , , , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Kopi Wantonan

  1. dadot berkata:

    ngombe kopi iki marek’e ng(g)uyu thok :mrgreen:
    lan ra iso turu gasik 😀

  2. ahmadfaisolat berkata:

    jog, dijogi, utawa jog-jogan 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s