Lirikan Tenong 1 Syuro


1 Muharram. 1 Syuro. Hari yang membawaku kembali ke sebuah kampung, penuh kearifan lokal. Hari adat yang akan menghadirkan lirik senyummu.

image

Tenong, photo : seruu.com

Siang itu, matahari bersinar cerah. Teriknya tak menggoyahkan langkahku, gontai menuju rumah nenek. Mewakili beliau menghadiri syukuran desa, sedekah bumi. Suran. Dusun sebelah, bukan dusunku.

Yah, 1 Syuro, adalah hari yang cukup menggembirakan. Ku-sunggi– (meletakan barang di atas kepala) tenong (tempat menyimpan makanan dari bambu) nenek berisi nasi beserta lauk. Meniti jalan berbatu menuju pusat suran, dekat rumah Pak Kades.

Cukup jauh, tapi tidak membebaniku, demi nenek dan kakek yang renta dimakan zaman. Demi kasih mereka pada cucunya. Juga demi beberapa telor rebus dan goreng yang nikmat.

Aku hanya mewakili. Tak banyak tetangga yang kukenal. Ada satu peserta suran yang membuatku makin berselera, bersemangat mengikuti acara adat yang kurang kupahami. Dia adalah kamu, Asti, anak Pak Kades.

Isi tenong didoakan oleh kepala adat. Setelahnya, kami bertukar makanan sesama peserta suran. Aku agak pasif, karena aku kurang paham dengan peserta lain. Apalagi ada lirikanmu yang makin membuat kikuk.

Ti, aku masih hijau, bertemu pandang saja aku menggigil. Lirikan mata bulatmu setajam uril penderes nira kelapa. Mendengar derai tawamu, dukaku kan segera sirna. Telor mata sapi tak lagi nikmat, kalah oleh renyah candamu.

Sudahlah Ti, tenong kukemas. Isi bertambah, tapi tetap enteng ku-sunggi-, mungkin pandang mata bulatmu mendorong membangunkanku. Melangkah meninggalkan arena suran. Lirikanmu masih kukenang.

Ti, mengingatmu, membuatku ingat isak Nes tengah malam, di Metro, Lampung Tengah sana. Nes dimarahin temannya karena terlalu akrab dengan abang kondektur angkot.

“Emang salah Kak, kalo Nes akrab sama kondektur angkot?”
Curhat dalam isaknya.
Dan aku selalu setia mendengar isaknya dari gagang telepon.

Dan kai tahu Ti, Sang Tenong tetap setia menyimpan telor rebus bulat, meski tak sebulat lirik matamu.(tri)

**************
Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di banyumasan dan tag , , , , . Tandai permalink.

24 Balasan ke Lirikan Tenong 1 Syuro

  1. bikerkampung86 berkata:

    waaah……bahasanya bagus bgt kyk bertutur cerita
    nitip bacaan kang semoga berkenan
    http://bikerkampung86.wordpress.com/2014/10/28/pasaran-honda-nsr-di-bali/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s