Indro Warkop, Tentang Arogansi Rider HD


Tak sengaja melihat acara Televisi, ternyata sedang berada di canal Metro TV,  acara yang sedang ditayangkan adalah sebuah Obrolan interaktif yang bertajuk Just Alfin, menghadirkan beberapa rider motor gede Harley Davidson. Ada Indro Warkop, Joe P. Project, Haryo Pramoe dan Adi Nugroho (cmiiw) , yah beberapa artis yang demen moge ini sering ngumpul bareng dan membentuk komunitas brotherhood Boys Toys (cmiiw), beberapa aksi touring sudah dilakoni oleh klub moge ini.

Yang menarik dari obrolan di sini adalah, saat Alfin sang pemandu acara bertanya tentang keluhan masyarakat akan arogansi oknum rider Harley Davidson, dari suara motor yang keras, sirine yang menipu (seperti polisi) , penggunaan jalur khusus yang melanggar dan lain sebagainya (contoh tulisan Paklik Bennythegreat “Wow..Naik Harley-Davidson Bebas Razia Loch“). Indro menjawab dengan simpel, catat dan laporin saja ke pihak terkait, beres kan… Nah yang jadi keluhan Indro justeru mengenai pengakan hukum di negeri ini yang tebang pilih, yang melanggar peraturan lalu lintas bukan cuma moge (HD) tapi betapa lebih banyak motor kecil yang melanggar, dan selalu terulang, kata Indro hal itu karena tidak tegasnya petugas, dan hukum yang tebang pilih.

Selanjutnya Indro juga menjelaskan, bahwa dalam klub Moge yang digawanginya, harus patuh peraturan, jika ketahuan melanggar peraturan lalu lintas akan diingatkan, dan jika berulang maka akan dicopot keanggotaannya. Di dalam Boys Toys ada semacam pengawas layaknya Profos di kepolisian, jadi ada sangsi bagi anggota yang melanggar peraturan.

Nah dari sini dapat disimpulkan bahwa di dunia Moge ternyata tidak jauh beda dengan dunia motor kecil, ada yang taat, ada pula yang tidak mentaati peraturan lalu lintas, hanya saja jumlah penunggang HD yang minim sehingga sering menjadi perhatian publik, saat ada rider HD yang serampangan alias seruntulan, sedang motor kecil jumlahnya tidak terkira, jadi masyarakat mafhum saat ada yang seruntulan, karena yang seruntulan juga banyak. imho

Kesimpulan lain adalah dalam dunia motor gede juga ada keresahan akan tidak tegasnya petugas lalu lintas menegakan hukum, jika tegas pasti pelanggaran peraturan dapat diminimalisir, hal ini tidak hanya berlaku dalam dunia lalu lintas, tapi segala sisi hukum dan peraturan, seperti penyalahgunaan kekuasaan yang berujung pada korupsi dan berbagai permasalahn komplek lain yang berkaitan,

Jadi tegakan hukum dari sekarang, minimal dari diri kita sendiri untuk mengawali, meski kadang iri melihat orang lain yang melanggar dan aman, mengalahlah untuk menang. Sebagai contoh sederhana, saat mau melintas permpatan dengan lampu lalu linta menyala hijau, tidak disangka dari arah bersebrangan (memotong) ada sepeda motor menerobos lampu merah, apa yang akan kita lakukan ? Tetap tarik gas dan melintasi perempatan, Berhenti,Marah dan memaki-maki atau berhenti dan membiarkan si pelanggar  berlalu.

Dari contoh kejadian tersebut ada tiga opsi yang bisa kita lakukan dengan konsekuensi berbeda tentunya, baik coba kita analisa berdasar logika dan akal sehat :

  1. Jika kita memaksa menyeberang, ada kemungkinan kita akan bertabrakan dengan si pelanggar, yang berakibat celaka kedua pihak, belum lagi adanya kendaraan yang menyusul dibelakang bisa ikut menambah seram kecelakaan tersebut, tabrakan beruntun, kemacetan dan seterusnya, berobat, biaya, keluarga… panjang jika dibahas detil
  2. Berhenti dan memaki, bisa jadi si pelanggar adalah berandalan yang demen konflik (saya pernah alami ini) , dia akan ikut berhenti dan adu mulut, mending jika cuma sampai adu mulut saja, kalo sudah main tangan, urusannya sama panjang dengan opsi pertama
  3. Berhenti sejenak, membiarkan si pelanggar berlalu dengan aman, kita aman, otak adem dan bisa berpikir jernih berhenti pada posisi aman dan kendaraan dibelakang kita tidak akan menubruk kita.

Yah sekedar saling mengingatkan, semoga kita mampu menguasai pikiran kita dari profokasi sesaat di jalanan dan kehidupan ini. Wassalamu’alaikum

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Jalan jakarta, motomania, motorcycle dan tag , , . Tandai permalink.

21 Balasan ke Indro Warkop, Tentang Arogansi Rider HD

  1. Maskur berkata:

    jane ora gede2 banget ya

  2. lekdjie berkata:

    Sakbanter2e mocil,tetep kalah karo moge.
    Masalahnya ialah,moge itu dirancang untuk ngebut tapi terasa seperti tidak ngebut.jadinya,pengendara tidak merasa jika kecepatannya sudah diatas normalnya kecepatan mocil di jalan.sehingga,kesannya ya terlihat srunthulan di jalan..

  3. Aa Ikhwan berkata:

    indisipliner di jalan 😀

  4. gogo berkata:

    moge ato mocil ttp sama2 motor, tinggl kmbli k riderny tuh..

  5. kong firman berkata:

    berhenti sejenak sambil mendoakan “hati hati di jalan,masbero” 😆

  6. antimali berkata:

    menurut saya kalau ada rider moge yang tertib aturan, itu adalah oknum, tapi kalau liar, itu wajar dan tentu saja menjadi biasa

  7. antimali berkata:

    dan akan banyak yang nyukurin kalau ada yg kecelakaan

  8. Nyukurin sambil nolongin kan Gan 😀

  9. kensanders99 berkata:

    Gan moge itu kalo di indonesia itu dri berapa cc sih cozz temen ane bilang masa motor ane moge padahal kan kecil kya motor2 sport 200cc ke atas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s