Trotoar Yang Nyaman


Wah.. sudah siang neh, buru-buru ku kepak barang bawaan ke tas, termasuk nasi telor dan lauk lain untuk bekal makan siang nanti. Yah nyempeting bikin sarapan dan makan pagi tak terasa mentari mulai meninnggi. Kenakan sepatu plus knee protektor, angkat tankbag dan taruh ke tangki motorku, tidak lupa gembok rumah, maklum sikecil dan emaknya ke playgroup.

Jalanan cukup tersendat, memaksa para pengendara untuk mampu mnegendalikan kesabarannya, sesaat aku mendapat jalur paling kiri dan di depanku seorang bapak tua mengayuh jualan memakai gerobak model becak, atau mungkin becak yang dimodifikasi. Yah hidup penuh perjuangan, setiap kayuhan dan tetes keringatnya pastilah penuh arti bagi keluarga tercinta di rumah… si bapak berhenti karena space/spes jalan di depannya tidak muat untuk kendaraannya.. tiba-tiba. 

Whusss… serombongan motor, berbagai merk dan jenis melaju nyaman di jalur trotoar, yah nyaman, karena tanpa penghalang, apalagi rindangnya pohon pinggir jalan ikut menyejukan trotoar tersebut, gambar di atas adalah motor yang kesekian yang dapat kujepret pakai hand phone, dan masih menyusul di belakngnya, pengen ikut nyusul sebenarnya, toh tidak ada pejalan kaki di trotoar tersebut, tapi apa iya… itu membenarkan tindakanku nantinya .. Gak perlulah, sabar dikitlah, berhenti menunggu si Bapak bisa jalan gabakalan nyampai setengah jam… (sabarku sebatas setengah jam, selbihnya …? 😀 )

Yah trotoar memang diperuntukan bagi pejalan kaki, tapi pemandangan motor naik ke trotoar, pedagang memnuhi trotoar merupakan hal biasa di jakarta. Bukan berarti hal biasa itu mesti diikuti kan ? Yang biasa dan bisa dilakukan belum tentu benar, tapi melakukan yang benar susah untuk dibiasakan. Yah itulah jalanan, seperti hidup, jalan hidup yang biasa kurang seru, maka perlu hal yang luar biasa yaitu di luar kebiasaan rata-rata manusia, kecilnya ya hindari motor naik trotoar, meski itu biasa dan tidak ditilang polisi. Oh ya, apa pembaca pernah menikmati trotoar pakai motor ? Wassalamu’alaikum

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Jalan jakarta, motorcycle, sosial dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Trotoar Yang Nyaman

  1. Aa Ikhwan berkata:

    mungkin sebagian pengendara motor ada yang salah faham tentang harus berjalan di jalur kiri eeh malah jalur paling kiri bangets :rgreen:

  2. Maskur berkata:

    Jeruk purut harum baunya.
    nurut apa maunya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s