Ponco Pencabut Nyawa


jas hujan model ponco

Beberapa hari yang lalu, aku membaca twit dari @TMCPoldaMetro yang mengingatkan agar pengendara motor menghindari pemakaian jas hujan model Ponco saat riding menembus hujan, terus terang aku gak paham jas hujan yang dimaksud, meskipun sudah menebak, model kelelawar atau batman itu.

https://i0.wp.com/i226.photobucket.com/albums/dd231/bponk/ponco.jpg

Saat coba searching (keyword : Jas hujan ponco)  aku menemukan kisah tragis pada seorang biker (Waspada Bahaya Menggunakan Jas Hujan PONCO!!!) yang berkendara saat hujan dan mengenakan jas hujan model ponco ini. Ujung jas hujannya nyangkut di putaran roda belakang, menarik badannya dan mengakibatkan dia terpelanting. Tulang leher patah dan si biker meninggal.

Dari beberapa berita sepertinya ponco ini banyak menyebabkan kecelakaan tunggal, kadang biker tidak menyadari bahwa ujung mantel/jas hujannya berkibar-kibar melambai dan sekali waktu menempel pada putaran roda belakang. Bisa juga ujung jas hujan tersebut melambai dan menghalangi pandangan biker/pengendara lain, karena lebar layaknya sayap batman.

Nah bagaiman jika terjadi pada pengguna ponco dengan lobang kepala double, alias ponco yang khusus buat boncengan, hmmm.. bisa dibayangkan. Dulu sekali aku sepertinya pernah memakai yang single, Alhamdulillah tidak terjadi hal yang mengerikan itu, saat ini aku lebih memilih jas hujan setelan baju dan celana, lebih safety dan enak dipandang. Nah apakah pembaca pernah memakai Ponco ? Wassalamu’alaikum

12 respons untuk ‘Ponco Pencabut Nyawa

  1. jas hujan model ini juga dapat mencelakakan pengendara laen mas, malahan minggu kemaren pas kakak saya berangkat kerja jatuh karena spion motornya ditarik sama jas hujan betmen yang dipakai pengendara motor lain,

    Suka

  2. nek aku pancen tau weruh dewek kang.., jadi pas lagi motoran ujan2an dari arah belakangku ada sepeda motor berboncengan dengan mantol ponco di bagian belakang mantol “melambai2”, boncenger ngumpet di dalem mantol, motor tadi nyalip saya kemudian ngambil sisi jalan terlalu ke kiri, sementara di sebelah depan kiri ada sepeda onthel bawa “planggrangan”, besi panjang (sekitar 1-1,5 meter) di ikat melintang di bagian boncengan sepeda, jadi lah motor itu terlalu mepet ke sepeda onthel, walhasil ujung belakang mantol nyangkut di besi yang di bawa sepeda onthel, sepeda onthel yang beratnya kalah jauh jelas langsung terpelanting jatuh dan boncenger motor “petengsotan” nyaris jatuh juga dari motor, untung aja sepeda motor tadi nggak kenceng, jadi nggak ada korban luka.
    jan bener2 weruh dewek..

    Suka

  3. Penggunaan mantel ponco itu bukan untuk naik motor, tapi untuk pejalan kaki. Jadi mestinya pelarangan hanya untuk penggunaan bagi pengendara motor, bukan pelarangan produksi/penjualan

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s