Bebek mesti Lengser, Penerapan Strategi Marketing Kedewasaan


Sekali lagi bukan sok pinter atau mau ngajarin, lhawong ini cuma pengembangan pemikiran dari Copast yang tinggal search google kok… Oks masbro masih bicara soal motor, setelah kemarin membahas tentang Ninja 250 Facelift atas dasar Strategi Pemasaran Tahap Pertumbuhan, maka kita lompat turun menengok motor Moped aka bebek yang mulai tergusur, alias produknya sudah mulai tidak diminati konsumen, mengapa konsumen bisa begitu, mari belajar bareng..

Pada suatu titik, tingkat pertumbuhan penjualan produk akan menurun dan produk akan memasuki tahap kedewasaan relatif. Tahap ini biasanya berlangsung lebih lama dari tahap sebelumnya dan merupakan tantangan berat bagi manajer pemasaran. Kebanyakan produk berada pada tahap kedewasaan dari siklus hidup.

Menurut Kotler (2009) ada tiga fase kedewasaan, yaitu:

  1. Fase kedewasaan bertumbuh (growth maturity): Tingkat pertumbuhan penjualan mulai menurun dan tidak ada saluran distribusi baru.  Ya saat konsumen sudah beralih ke produk lain mosok rep dipekso memilih produk lama
  2. Fase kedewasaaan stabil (stable maturity): Penjualan datar atas dasar per kapita karena kejenuhan pasar, dan masa depan penjualan ditentukan oleh pertumbuhan populasi dan permintaan pengganti. Ya saat ada konsumen baru, dan konsumen lama ingin naik kelas atau pindah hati, inilah saat bebek mulai ditinggalkan, penambahan konsumen berbanding lurus dengan konsumen yang beralih jenis produk, baik ke matic maupun ke sport
  3. Fase kedewasaan menurun (decaying maturity): Penjualan menurun dan konsumen mulai beralih ke produk lain. Nah inilah fase dimana bebek tergusur oleh sport dan skuter matic atau skutik, Sport karena ingin lebih macho atau memang idaman hasil nabung, juga keinginan naik kelas 9bagi yang beranggapan motor batangan lebih berkelas), sementara skutik dianggap dianggap lebih praktis dan efisien.

Nah gimana masbro, ada gambaran mengapa perlu produk beragam dengan diferensiasi yang sebenarnya gak beda jauh, yo karena konsumen yang beragam juga kedewasaannya (itu menurut ilmu Strategi Marketing ini lho) mau dilanjut ? Oks tunggu seri berikutnya deh, takut bosen. Wassalamu’alaikum

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Manajemen, Ngeblog dan tag , , , , . Tandai permalink.

15 Balasan ke Bebek mesti Lengser, Penerapan Strategi Marketing Kedewasaan

  1. Mupenk berkata:

    mencoba Podium dimari

  2. B M W ♣ berkata:

    Mencoba podium juga

  3. necel berkata:

    Itu kan asumsinya kalo bebek satu jenis saja. Masalahnya bebek ada berbagai merek dan model. Jadi ketika satu model udah masuk fase maturasi, brojol deh model bebek baru yan glebih fresh. Sebagai contoh new Honda Blade yg baru nongol menggantikan jupiter Z

  4. sing_xong berkata:

    Imho.saya awam mengenai hal ini.tapi kok seperti ada sesuatu begitu..niatnya bandingin produk atau kategori? Bebek sebagai kategori sudah masuk fase dewasa atau bebek sudah masuk fase sunset karena konsumen sudah berpaling ke tipe lain (sport/matik)?kalau ninja sebagai produk kategori sport-kan jelas life cycle perlu diremajakan..mohon pencerahan

  5. asmarantaka berkata:

    masih perlu bebek??…masihlah…gawe mboncengke bekicot iseh wangun kang 😛 😀
    http://asmarantaka.wordpress.com/2011/10/31/omg-yamaha-new-scorpio-cacingannkurang-gizi/

  6. kmphlynx berkata:

    weh… ada logo baru di sebelah kiri… selamat ya, kang… 🙂

  7. retaildesigns berkata:

    hmm…..
    memang rasanya market si bebek mulai bergeser ke matic, untuk sport mungkin memang menggerogoti namun tak kentara rasanya. tapi bisa dibilang market bebek tetap yang mendominasi dan melengserkan kasta ini justru memberi peluang untuk brand saingan untuk memperoleh keuntungan besar.

    lebih asik kalau disertai data pendukung real bro semisal angka penjualan motor bebek-skutik-sport beberapa brand-brand ternama selama 1/2 tahun pertama.

  8. a12g4p5 berkata:

    tidak ada lagi bebek atau matik di benakku,,yang ada hanya sport full fairing

  9. shogun110tromol berkata:

    bebek memang motor tanggung sih, matik (kopling automatis) tapi manual juga mindahnya, manual, tapi gak pake kopling manual, ahahaha. Biarpun ada juga bebek berkopling kayak SP, MX, FU, CS1, ttep aja ciri2 bebeknya keliatan…..

    pas buat orang tanggung kayak sayah, pake matik kok rasanya kurang enak, rem gas rem gas aja, pake kopling gak bisa……

  10. ardiantoyugo berkata:

    masih perlu bebek…?? :mrgreen:

  11. Mila berkata:

    metik…maklum baru bisa naek motor,hehehhe

  12. Ping balik: Modifikasi, Pertahankan Market Share « Triyanto Banyumasan Blogs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s