Menasehati Dengan “Jangan & Tidak Boleh” Bagi Anak, Serta Pernyataan Sikap OBI Atas Kecelakaan 8 September


Orang tua jaman sekarang, banyak yang menghindari kata “jangan & tidak boleh” saat menasehati atau memberi tahu anak-anaknya dari masa bayi. Misal “Jangan nangis” “Tidak boleh nakal” dan sebagainya. Hal ini karena dianggap bisa berefek pada kejiwaan anak dalam perkembangan selanjutnya. Psikologis anak akan merasa terkekang sehingga sulit berkreasi karena terbiasa mendengar kata “jangan & tidak boleh”. Tapi benarkah hal tersebut ?

Bagi saya kreatifitas anak memang efek dari pendidikan orang tuanya, tapi bukan berarti menghindari nasehat tegas dan jelas. Bagi saya kata “jangan & tidak boleh” adalah suatu ketegasan akan larangan. Dari kecil saya terbiasa dengan kata tersebut dari orang tua saya. Mungkin kreatifitas saya terbatasi, mungkin kata tegas itu perlu dihindari saat menasehati anak, tapi bagi saya tidak wajib, karena kreatifitas juga ada batasnya. kreatif boleh, tapi jika positif. Bayangkan tanpa ketegasan orang tua, bisa jadi kreatifitas anak menjurus ke hal yang negatif. Pembaca boleh liat anak-anak di sekitar. Berapa banyak anak yang melakukan hal negatif, anak sekolah tawuran, bahkan mahsiswa, lebih parah lagi antar kampung. Konsumsi Narkoba, miras dan masih banyak lagi hal negatif anak-anak di sekitar kita.

Ketegasan orang tua adalah modal awal dalam menempa pribadi anak. Apakah hukum yang berlaku baik agama, adat dan negara juga harus menghindari kata “Jangan & tidak boleh”? Apa jadinya bumi ini. Mungkin ini pandangan naif saya pribadi, tapi saya yakin lebih mudah dan efektif untuk diaplikasikan. Bukan berarti melarang anak berkreasi, tapi membatasi agar tidak kebablasan. Kreasi anak tetap harus dikawal semampu kita. Selebihnya kita tidak bisa memaksa sesuai kinginan kita. Ibarat berkendara di jalan raya, meski kita sudah hati-hati, bisa saja kita celaka saat pengguna jalan lain tidak hati-hati. Mulailah dari diri dan keluarga kita. (Tri)

——————————————————————

Pernyataan Sikap OBI Atas Kecelakaan 8 September

PERNYATAAN SIKAP OTO BLOGGER INDONESIA

Jakarta, 9 September 2013.

Minggu (8/9), publik kembali diguncang dengan kecelakaan maut yang menewaskan enam orang di kilometer 8, jalan tol Jagorawi, Jakarta Timur, sekitar pukul 00.30 WIB. Menurut berita yang dimuat sejumlah media, kejadian tragis itu dipicu ketika sebuah mobil Mitsubishi Lancer EX yang dikemudikan oleh AQJ (13) hilang kendali. Sedan tersebut kemudian menabrak pagar pembatas jalan tol dan dua mobil (Toyota Avanza dan Daihatsu Granmax) yang datang dari arah berlawanan.

Terkait dengan kejadian tersebut, Oto Blogger Indonesia (OBI) menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Keprihatinan mendalam terhadap tragedi di jalan tol Jagorawi, semoga keluarga korban diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kejadian ini.
  2. Mendesak aparat penegak hukum menuntaskan perkara kecelakaan tersebut sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku. Hal ini tidak lepas dari salah satu fungsi hukum: memenuhi rasa keadilan dan memberikan efek jera.
  3. Menghimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua agar tidak memberikan izin mengendarai sepeda motor atau mobil kepada anak di bawah umur (belum memiliki SIM).

Oto Blogger Indonesia  (OBI)

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di pendidikan, Sekitar Kita dan tag , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Menasehati Dengan “Jangan & Tidak Boleh” Bagi Anak, Serta Pernyataan Sikap OBI Atas Kecelakaan 8 September

  1. Maskur berkata:

    aja
    ora ulih, apa ora ilok

  2. Rony berkata:

    sebaiknya tidak.. bla..bla..bla… 🙂
    jangan asem..jangan lodeh..qiqiqiqi :mrgreen:

  3. mbah soerip berkata:

    kang triyanto,gone rika ana wit ganyong? Oot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s