Novel dan Wattpad


Novel. Ngomong novel tentu akan terbayang buku ukuran tanggung dengan ciri sedikit lebih tebal dari buku pada umumnya. Itu dulu. Sekarang novel tidak harus berupa buku fisik tapi cukup jadi PDF dan banyak yang menjualnya di forum jual beli termasuk di Playstore.

Ya, banyak novelis yang menjajakan karya tulisnya di berbagai aplikasi jual beli. Mereka merubah tulisannya menjadi pdf. Di era paperless, PDF dianggap lebih mangkus dan sangkil, tidak repot dan tidak kawatir rusak. Bayangkan jika berupa fisik, kehujanan, sobek dan rusak. Meski sebagian besar penikmat abjad merasa lebih nyaman jika langsung membaca dari buku fisik tapi dengan kondisi saat ini, novel pdf cukup mampu mewakili kegelisaahan akan berbagai sisi kehidupan, mulai dari penularan virus dari barang yang berpindah hingga penghematan bahan kertas, maklum di berbagai lini yang berkaitan dengan kertas mulai ditinggalkan dengan menerapkan sistem paperless.

Lanjutkan membaca Novel dan Wattpad

Trust (3)


Prolog

“Bagus, bagus. Kerjamu bagus” Lelaki itu bertepuk tangan penuh kegembiraan. “Biar dia merasakan pembalasanku karena telah menjebloskan anaku ke penjara”, lanjutnya penuh kepuasan.

“Iya”, Lelaki lain di ruangan itu menyahut pendek sambil menunduk.

“Kamu kembali bekerja seperti biasa, biar tiadak ada yang curiga”, dia beringsut ke meja, menarik laci dan mengambl sesuatu. “Ambil hardisk ini, amankan yang disana dan ganti dengan ini. lakukan dengan bersih, Ingat, bersih!” lanjutnya penuh penekanan.

“Baik”, lelaki di hadapannya diam sejenak, “Apakah keluargaku sekarang sudah bebas berarti?”

“Mereka tetap menjadi jaminan, sampai semua selesai”.

“Tapi saya sudah menyelesaikan tugas yang kau perintahkan”

“Jangan membantahku, hutangmu dan keluargamu tidak akan pernah lunas”,

“Tapi,,,”

“Sudah pergi sana, lakukan tugasmu dengan baik”.

================***===============

Belut Berkaki

2 Tahun Silam

“Belut Berkaki”, Sanjaya menimang amplop coklat itu. “Petunjuk baru lagi, nampaknya kita bisa mulai dari Unmar, besok 2 orang ke kampus itu, selidiki suasananya dulu, jangan gegabah”, dia menginstruksikan ke tim atas petunjuk baru yang dia dapat dari pegawai bapaknya di pasar Mergan. Yasir yang merupakan mahasiswa di kampus Tersebut.

Lanjutkan membaca Trust (3)

About Trust


Trust?

Ya saya ingin mengupas sedikit novel virtual yang saya posting sebelumnya, berjudul Trust dan Trust (2). Ya, sudah 2 postingan dan cerita itu belum selesai. Niatnya diselesaikan di postingan kedua, ternyata otak saya menolak dan justeru berimajinasi liar yang semakin mengembangkan isi cerita. Rencana jadi trilogi, meski kalo dicetak saya berkeinginan jadi satu bundel novel saja.

Sebelumnya saya ingin sampaikan mengapa saya menulis novel di blog ini. Berawal dari kegemaran membaca novel dan beberapa kali merasa tidak puas dengan alur ceria pada beberapa novel, saya berpikir, mengapa saya tidak buat cerita saya sendiri, sesuai kemauan dan imajinasi saya. Deal, akhirnya saya pun mulai mereka cerita dan mengetiknya.

Lanjutkan membaca About Trust