PCX Sign Genit, Antara Norak dan Tidak Paham


PCX Sign Genit, maksud saya adalah kedua lampu sign di kanan dan kiri menyala berkedip berbarengan, sebutan tepatnya adalah Hazard ataua lampu hazard. Lampu yang bersifat warning, peringatan akan bahaya agar pengguna jalan waspada.

Suatu waktu saya berkendara malam hari di kepadatan lalu lintas kendaraan besar (truk container, pengangkut peti kemas) dengan rintik hujan (Jalan Cilincing – Cakung atau akrab disebut jalan Cacing). Kebetulan saya beriringan dengan Honda PCX yang menyalakan Hazard. Karena silau dan mengganggu pandangan, saya coba menyalip. Tapi tidak berapa lama, si genit kembali berada di depan saya, dan kemilau si sign itu seolah mencibir ke mata saya.

Kembali ke judul, saya menyebut PCX SIGN GENIT. Karena kerap saya menemui pengguna Matic Bongsor 150cc besutan Astra Honda Motor tersebut menyalakan Hazard tidak pada tempatnya.

Saya yang sedang “agak sumeng” ditambah kedipan genit semakin kliyengan, akhirnya saya tambah sedikit kecepatan si Vario, pepet PCX dan teriak “Om itu yang kuning-kuning matiin aja, silau” berenti ambil nafas karena agak emosi masih ada suara yang tertahan di tenggorokan, selesai ambil nafas suara itu keluar juga dari tenggorokan, ” Norak Tahu”. Pengendara si genit jadi clingukan mendengar kata-kata saya yang terakhir.

Apa dan bagaiamana fungsi lampu Hazard yang benar? Berikut saya copas dari Kompas tentang Fungsi Lampu Hazard, meski sartikel Kompas ini ditujukan kepada pengguna mobil, tp secara garis besar, fungsi lampu Hazard sama saja untuk semua kendaraan.

Tertulis dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, Pasal 121 ayat 1 yang menyatakan,  ”Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan”.

Maksud ”isyarat lain” adalah lampu darurat dan senter. Lalu kata ”keadaan darurat” diartikan sebagai kendaraan dalam keadaan mogok, mengalami kecelakaan lalu lintas, atau sedang mengganti ban.

Nah, yang ditekankan oleh Polri dan untuk menjadi perhatian pengemudi, terdapat kebiasaan yang menyalahgunakan fungsi lampu hazard. Di antaranya sebagai berikut:

1. Menggunakan saat hujan. Ini hanya akan membingungkan pengemudi di belakang karena saat lampu hazard dinyalakan, lampu sein tidak berfungsi. Pengemudi cukup berhati-hati saja saat hujan atau dengan menghidupkan lampu utama.

2. Saat memberi tanda lurus di persimpangan. Ini tidak perlu, karena dengan tanpa menghidupkan lampu sein berarti sudah menandakan akan bergerak lurus.

3. Ketika berada di lorong gelap. Misalnya masuk terowongan, hazard tidak perlu dinyalakan karena tidak ada efeknya. Yang ada hanya membingungkan kendaraan di belakang. Cukup menyalakan lampu senja atau lampu utama, karena lampu merah di belakang mobil sudah menyala yang artinya memberi tanda bahwa ada mobil di depan.

4. Dalam kondisi berkabut. Cukup menyalakan lampu kabut (fog lamp) yang berwarna kuning atau lampu utama.

”Dengan mengetahui hal-hal yang disebutkan di atas, diharapkan para pengguna jalan dapat lebih cerdas dalam mengemudi. Tidak mengikuti kebiasaan yang lumrah namun salah,” begitu pesan yang ditulis Humas Mabes Polri.

Jelas bukan, motor keren selayaknya diiringi pengetahuan yang baik, biar tidak jadi bahan cemoohan. Oh iya, si bongsor dari Yamaha yaitu N-max juga kerap saya temui menyalakan lampu hazard secara sewenang-wenang, bahkan tadi pagi saya lihat Honda Beat dengan setang baplang juga melakukan kegenitan yang sama.(tri)

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di motorcycle, Sekitar Kita dan tag , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke PCX Sign Genit, Antara Norak dan Tidak Paham

  1. ysalma berkata:

    Saya pengendara motor pemula dijalanan, memilih jalan pelan kalau lampu motor di depan menyala, jangan kan lampu hazard, lampu sein yg nyala kiri, belok e kanan. Katanya ini didominasi pemotor emak2, tapi kenyataan di lapangan banyak bapak, mas2 yg melakukannya jg. Bahkan mobil jg. Di jalan ga boleh meleng dikit ya.

    Suka

  2. nbsusanto berkata:

    nggak sedikit oknum pengguna matic 150-155 cc yang menyalakan lampu hazard tidak pada tempatnya.. pun begitu oknum pengguna roda 4.. pernah tak sampein ke salah satu pabrikan yang sedang launching varian terbarunya untuk edukasi tentang lampu hazard karena kebetulan motor itu punya fiturnya, entah sudah dilaksanakan belum soale beberapa waktu kemudian lockdown corona..

    Suka

Tinggalkan Balasan ke ysalma Batalkan balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s