Saya Dan Jakarta @TMCPoldaMetro


image

Posisi jalan pluit karang utara

Macet, panas dan banjir. Jika panas dan banjir bisa musiman, tidak dengan macet. Jika penyebab banjir sering karena kiriman air dari selatan Jakarta, tapi macet Jakarta karena penghuninya yang ndableg.

image

Gambar di atas adalah kondisi di jalan Pluit Karang Utara, Muara Karang, Jakarta Utara. Tiap hari kerja, kendaraan roda empat berjubel parkir hingga memakan sebagian besar badan jalan. Ya, sebagian besar, dari gambar nampak si Grand Livina parkir hingga melewati tengah jalan. Tidak hanya mobil tersebut, tapi juga di depan dan belakangnya, mengular megakuisisi jalan umum sebagai lahan parkir.

image

Antar jemput anak sekolah menjadi alasan penggunaan jalan umum sebagai lahan parkir. Memang nampak ada sekolah preschool di lokasi tersebut. Sebagian besar pengantar, merupakan mobil berkelas. Mulai dari Vellfire, Elgrand, Pajero Sport, dan sebagainya. Seolah ada lomba kepemilikan mobil mewah. Sekedar mengantar satu orang anak balita musti pakai Vellfire. Bandingkan skala si bocah, kendaraan dan lebar jalan yang diperlukan. Termasuk saat parkir menunggu si anak pulang. Merugikan banyak pihak.
Sebenarnya bukan hal asing di Jakarta, tapi karena biasa tersebut bukan berarti dibiarkan, bahkan dipelihara. Bukan menuduh, tapi jika suatu pelanggaran dibiarkan, awam saya menerka ada pihak tertentu yang mengelola keilegalan tersebut. Melindungi demi kantong pribadi, kalo setoran macet segera ditindak.
Yah, inilah salah satu wajah saya dan Jakarta, berhadapan, bertatap muka setiap hari tapi kerap tidak saling mengenali. Dengan menulis, barangkali Jakarta akan lebih mudah dikenal untuk diakrabi. Karena katanya tak kenal maka tak sayang, ternyata yang sudah berpuluh tahun mengenal belum mamapu menyayanginya, buang sampah suka-suka, parkir sembarangan yang membuat Jakarta identik banjir dan macet.
Sejauh mana pembaca mengenal saya Jakarta(tri)

————————————–
Posted from WordPress for Android P6200 retak

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di sosial dan tag , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Saya Dan Jakarta @TMCPoldaMetro

  1. Sigit berkata:

    makin kenal makin gak bisa sayang mas..

  2. Ping balik: Ngakalin Dopost | Triyanto Banyumasan Blogs

  3. bimakuru berkata:

    pindahin lokasi ibukotanya hehee…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s