Lomba Jumlah Tanpa Nilai


“Berapa gaji anda?”
Mungkin pembaca pernah ditanya seperti itu. Pertanyaan yang kadang sungkan untuk dijawab. Antara malu karena jumlahnya yang kecil atau takut dianggap sombong karena jumlah yang besar. Meski ada juga yang menjawab dengan bangga berapapun jumlahnya. Atau jawaban datar padahal jumlahnya besar, mungkin menjaga gengsi. Alias jumowo yang ditutupi.
Harta dan penghasilan memang identik dengan jumlah. Orang disebut kaya karena jumlah harta yang dimiliki. Sampai beberapa majalah ternama melansir urutan orang-orang terkaya berdasar jumlah harta yang dimilikinya. Bahkan ada orang yang protes karena namanya berada pada urutan yang dianggap salah. Seolah mengumpulkan kekayaan adalah lomba yang harus dimenangkan.

Berdasar otak saya yang kebetulan malam ini sedang waras dan ingin menuangkan unek-unek tentang jumlah berdasar pada kekayaan, bahwa jumlah ternyata tidak memiliki arti utuh jika si pemilik jumlah tidak paham nilai dari jumlah yang dia miliki.
Nilai apa yang dimaksud kang? Nilai dalam menghargai jumlah yang ada. Sebanyak apapun jumlah harta yang saya miliki, saat saya tidak mampu menghargainya, maka saya akan tetap merasa miskin. Jadi nilai di sini adalah seberapa tinggi saya menghargai harta yang saya miliki.
Tulisan sederhana yang indah diungkapkan, enak disampaikan tapi sulit direalisasikan. Saat saya mampu memahami dengan benar (sayang, tidak setiap saat) sungguh saya merasa kaya.
Jika saya menilai jumlah hanya berdasar penjumlahan, maka saya termasuk peserta lomba yang tidak pernah diperhitungkan oleh peserta lain.
image

Meski berat, harus terus diupayakan. Agar tidak makin jauh dengan syukur. Tentu dukungan keluarga sangat penting. Nah, apakah pembaca salah satu peserta lomba?(tri)

————————————–
Posted from WordPress for Android P6200 retak

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Al-Quran, sosial dan tag , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Lomba Jumlah Tanpa Nilai

  1. Maskur berkata:

    eh ana juga wong sing umuk, gajine duggah2na lho

  2. Ping balik: Saya Dan Jakarta @TMCPoldaMetro | Triyanto Banyumasan Blogs

  3. Bjl berkata:

    angel iki.. ruwet..
    mbok nggawe artikel matik opo bebek ae lah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s