Lewat Tengah Malam


Rodrek termenung di kursi dekat pintu utama sebuah kantor. Hari itu Kamis, jelang tengah malam ia masih menunggu seorang staf kantor menyelesaikan tugas. Lembur karena tuntutan waktu. “Laporan ini harus di setor besok” kata si staf menjelaskan, saat Rodrek menanyakan.
Harusnya dia sudah nongkrong di pos sambil menikmati kopi hitam diiringi musik kesukaan. Biasanya dia menunggu kantor maksimal jam 21.00. Ya Rodrek hanyalah seorang satpam, dan hari itu ia bertugas di kantor, menjaga dan mendata tamu yang datang. Membukakan pintu jika ada tamu atu staf yang keluar masuk kantor.
image

Setelah staf yang lembur selesai, berbenah dan meninggalkan kantor, Rodrekpun membenahi berkasnya, mendata ulang barang-barang yang trrcatat dalam daftar buku harian.Mengecek pendingin, mematikan jika ada yang masih menyala. “Hematlah selama kau bisa. Matikan lampu yang tidak perlu” begitulah pesan komandannya. Tidak lupa Rodrek mengecek kamar mandi, siapa tahu ada kran air yang tidak tertutup rapat.
Jam 00.11. Setelah yakin dengan semua pengecekan, Rodrek bergegas mengemas buku laporan harian, menutup pintu. Ketika hendak memutar anak kunci, sekonyong-konyong datang bigbos, kepala departemen tempat Rodrek mengabdi.
“Baru datang Pa?” tergopoh Rodrek menyapa sambil kembali membuka pintu utama kantor. “Iya” jawab bigbos lirih sambil berlalu menuju ruangannya, masuk disusul suara pintu yang menutup.
Rodrek kembali duduk di kursi tugas, menjaga pintu menunggu bigbos keluar. Rodrek yakin bigbos takan lama, paling mengambil barang penting yang ketinggalan. Sesekali ia melirik jam dinding yang detak jarum detiknya menggema di tengah malam nan sunyi itu. “Mengapa jam segini bos baru datang” gumamnya dalam hati. Saat sedang berpikir, aroma aneh tercium, aroma mistis, bulu kuduk Rodrek tiba-tiba berdiri, merinding, tersadar Rodrek tergagap. “Bigbos…? Bukannya bigbos sudah…” gumaman dalam hati tidak dilanjutkan, bergegas Rodrek membuka pintu dan berlari menuju pos utama, tidak perduli lagi dengan pintu kantor yang menganga dengan anak kunci menggantung di sana.
Jarak 50 meter ke pos utama serasa 5 kilometer, langkah kakinya berat bukan kepalang, seolah sepatunya adalah barble seberat 100kilogram. Nafas tersengal bagaikan mendaki gunung terjal berkabut tanpa mampu memandang arah yang dilalui.
“Bapa datang, Bapa datang ndan” teriak Rodrek dengan nafas tak beraturan, mengadu pada Danru saat sampai di pos.
“Bapa siapa?” tanya Danru penasaran.
“Bapa, Bigbos” jawab Rodrek sambil pandangannya di arahkan ke belakang, arah kantor.
“Ah..yang benar saja kau, Bapa kan sudah wafat seminggu yang lalu, mengigau kau ini” hardik danru dengan logat seberang yang kental.
“Iya ndan, makanya saya ketakutan, saya baru sadar setelah menunggu Bapa beberapa saat masuk ruangannya” kemudian Rodrek menceritakan kisah lengkapnya. Sang Danru mendengarkan penuh antusias dengan bulu roma merinding.
—————————
Kisah di atas fiksi belaka, cerita yang kerap hadir mewarnai kehidupan masyarakat kita, kisah mistis yang tidak asing di telinga. Kadang datang dari mulut ke mulut, sehingga bumbu-bumbu cerita akan ditambahkan, membuatnya makin enak untuk digunjingkan.
Munculnya arwah atau roh orang yang meninggal di rumahnya, atau menemui seseorang yang dikenalnya. Sekilas, meski samar orang mengenalinya.
Benarkah roh orang yang meninggal bisa gentayangan?

image

Az Zumar:42

Bagi yang muslim tentu takan mempercayainya. Seseorang yang meninggal rohnya dalam kekuasaan Allah SWT, ditahan sampai waktu yang ditentukan.

image

Al mu'minun:99-100

Ada dinding pemisah antara roh orang yang meninggal dan alam manusia. Jadi tidak mungkin dan kebohongan besar jika ada roh gentayangan. Yang gentayangan adalah jin yang menipu mata manusia, qorin. Jin yang menyertai manusia, bisa jadi sangat mirip dengan manusia.

image

Qaf:21-28

Carilah kata qorin pada ayat surat Qaf di atas. Menurut beberapa penafsir, Qorin ada dua macam, qorin pencatat yaitu malaikat, dan qarin prngajak pada kesesatan yaitu jin atau syetan. Apakah pembaca pernah bertemu qarin?(tri)

————————————–
Posted from WordPress for Android P6200 retak

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Al-Quran dan tag , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke Lewat Tengah Malam

  1. Sigit berkata:

    hmm.. brarti jin yang tipu2..

  2. Maskur berkata:

    sing jelas itu Jin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s