Terompet Tahun Baru


image

Terompet setan

“Ayah, Caca punya terompet, dibeliin Embah”
Cerita anaku saat saya baru pulang nguli sambil menunjukan terompet berbentuk naga. Sebenarnya saya melarang anak dan keluarga saya meniup terompet pada saat apapun, termasuk saat pergantian tahun. Berisik dan mengganggu orang lain, apalagi sedang ada orok di rumah. Tapi namanya anak-anak sulit untuk dilarang, saat permintaan ke ayahnya tidak dituruti, mereka merajuk ke embahnya karena jarak rumah yang dekat, si embah akan kerepotan menghadapi cucunya, rasa sayang dan tak mau melihat menangis, akhirnya dibeliin deh.
Sejak kapan si budaya tiup terompet pada pergantian tahun masehi?
Menurut salah satu tulisan jadiberita.comTradisi ini sebenarnya berasal dari bangsa yahudi. Bermula saat terjadi perang salib dimana kaum muslim melawan kristen. Kaum muslim kalah melawan kaum kristen yang mana jumlah pasukan kaum kristen lebih banyak daripada kaum muslim. Oleh karena itu untuk merayakan kemenangannya, kaum kristen meniup terompet sebagai tanda atas kekalahan kaum muslim. Selain itu bangsa yahudi juga percaya bahwa meniup terompet mampu mengusir setan. Ritual ini dilakukan pada saat tahun baru yahudi yang disebut Rosh Hashanah, yang berarti “tahun baru terompet”.
Menurut sumber lainMeniup terompet pada tahun baru bukan budaya masyarakat Yahudi, melainkan perintah Allah kepada Nabi Musa dalam Taurat untuk menyambut datangnya Rosh Hasanah atau tahun baru Taurat, yang jatuh pada bulan ketujuh atau tanggal 1 bulan Tishri dalam kalender Ibrani purba.

“Katakanlah kepada orang Israel, begini: Dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, kamu harus mengadakan hari perhentian penuh yang diperingati dengan meniup sangkakala, yakni hari pertemuan kudus. (Torat, Imamat 23:24)
Pada bulan yang ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, haruslah kamu mengadakan pertemuan yang kudus, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat; itulah hari peniupan sangkakala bagimu. (Bilangan 29:1)

Perintah itu lalu dimaknai orang secara sederhana: meniup terompet pada tahun baru.

image

Warning akhir dunia

Dikutip dari klcbs.netAl quran, surat An Naba ayat 18 menggambarkan bahwa pada hari kiamat itu ditiuplah sangkakala atau terompet besar. Yang akan meniup adalah Malaikat Israfil. Akan terjadi dua kali peniupan. Yangpertama menandai akhir masa dunia dan awal masa akhirat. Dengan sangkakala yang pertama berlangsung keguncangan dahsyat. Matahari tidak berfungsi, planet-planet bertabrakan satu sama lan, bintang-bintang berbenturan, dan langit-langit seperti digulung. Di bumi pun berlangsung kejadian serupa : bukit-bukit dan gunung-gunung bertubrukan, manusia terpental-pental bagaikan anai-anai tehambur. Dengan sendirinya, semua orang akan mati. Kemudian pada saat yang ditetapkan Allah, ditiuplah sangkakala untuk kedua kalinya. Pada waktu itu semua orang bangun dari kematiannya. Kemudian, malaikat menggiring semua orang menuju Padang Mahsyar, untuk menghadap Allah Swt. dalam sebuah pengadilan agung. Di hadapan mahkamah tersebut setiap orang harus mempertanggungjawabkan sikap dan perbuatannya di dunia langsung kepada Allah Swt., Hakim Tunggal yang mahaadil dan bijaksana.

Nah jika pembaca termasuk peniup terompet di pergantian tahun, dari beberapa pendapat dan sumber di atas, anda berpatokan ke mana? Atau sekedar ikut-ikutan?(tri)

————————————–
Posted from WordPress for Android P6200 retak

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Sekitar Kita dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Terompet Tahun Baru

  1. Sigit berkata:

    ga pernah niup terompet dr kecil…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s