Digigit Nyamuk


Paska Shalat Jamaah di masjid ada kultum, saat itu penceramah (Usatad Mihat) membahas Kitab Riyadhusshalihin, bab 3 tentang sabar masuk hadits 29 kalo tidak salah, mungkin masih banyak darah mengalir di tubuh ini yang berasal dari barang syubhat jadi kurang perhatian pada penyampaian hal baik. Mata juga sulit dikompromi, maunya merem mengabaikan nasehat baik yang semestinya di dengar.

Antara sadar dan tidak, kuping ini masih samar mendengar nasehat yang mengalun bak angin sepoy yang menina bobokan. Tiba-tiba pergelangan kakiku gatal sekali, reflek mata mencari sumber masalah. Seekor nyamuk berperut merah tergopoh menghindari sambaran telapak tanganku. Karena kekenyangan, membuat si nyamuk mudah ditangkap dan dieksekusi mati. Selanjutnya mata ini mulai melanjutkan merem melek dan kembali beberapa ekor nyamuk menyerang, akhirnya tanganku sibuk menyambar si biang gatal itu.

Karena gatal gigitan nyamuk (nyamuk menggigit apa menusuk ?) menyebabkan mata melek dan kuping kembali awas. Tanpa kusadari nyamuk telah melawan kantuk yang mengganggu kekhusukan mendengarkan nasehat penceramah. Yah … nyamuk yang kecil dan dibenci itu membuatku kembali menyimak isi kajian Riyadhusshalihin,  Sabar hadits 29 :

Dari Abu Zaid, yaitu Usamah bin Zaid bin Haritsah, sahaya Rasulullah صلی الله عليه وسلم serta kekasihnya serta putera kekasihnya pula radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Puteri Nabi صلی الله عليه وسلم mengirimkan berita kepada Nabi صلی الله عليه وسلم -bahwa anakku sudah hampir meninggal dunia, maka dari itu diminta supaya menyaksikan keadaan kita.” Kita: yakni yang akan meninggal serta yang sedang menungguinya. Beliau lalu mengirimkan kabar sambil menyampaikan salam, katanya: “Sesungguhnya bagi Allah adalah apa yang Dia ambil dan bagiNya pula apa yang Dia berikan dan segala sesuatu di sampingnya itu adalah dengan ajal yang telah ditentukan, maka hendaklah bersabar dan berniat mencari keridhaan Allah.”

Puteri Nabi صلی الله عليه وسلم mengirimkan berita lagi serta bersumpah nadanya supaya beliau suka mendatanginya dengan sungguh-sungguh. Beliau صلی الله عليه وسلم lalu berdiri dan disertai oleh Sa’ad bin Ubadah, Mu’az bin Jabal, Ubai bin Ka’ab dan Zaid bin Tsabit dan beberapa orang lelaki lain radhiallahu ‘anhum.

Anak kecil itu lalu disampaikan kepada Rasulullah صلی الله عليه وسلم, kemudian diletakkannya di atas pangkuannya sedang nafas anak itu terengah-engah. Kemudian melelehlah airmata dari kedua mata beliau صلی الله عليه وسلم itu. Sa’ad berkata: “Hai Rasulullah, apakah itu?” Beliau صلی الله عليه وسلم menjawab: “Airmata ini adalah sebagai kesan dari kerahmatan Allah Ta’ala dalam hati para hambaNya.”

Dalam riwayat lain disebutkan: “Dalam hati siapa saja yang disukai olehNya daripada hambaNya. Hanya saja Allah itu merah-mati dari golongan hamba-hambaNya yakni orang- orang yang menaruh belas kasihan – pada sesamanya.” (Muttafaq ‘alaih)

Makna Taqa’qa’u ialah bergerak dan bergoncang keras (berdebar-debar).

————-

Air mata (menangis) bagi yang berduka karena keluarganya meninggal dunia adalah boleh dan merupakan rahmat dari Allah swt, selama tidak meratap dan berlebihan.Selayaknya saya berterimakasih kepada nyamuk, tapi saya malah mematikannya. Ciptaan Allah swt tak ada yang sia-sia memang, bahkan yang paling sepele di mata manusia sekalipun, contohnya nyamuk tersebut yang saya anggap sebagai pengganggu tidur.

إِنَّ اللهَ لاَ يَسْتَحْيِيْ أَن يَضْرِبَ مَثَلاً مَّا بَعُوْضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِيْنَ آمَنُوْا فَيَعْلَمُوْنَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ وَ أَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَيَقُوْلُوْنَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلاً يُضِلُّ بِهِ كَثِيْراً وَيَهْدِيْ بِهِ كَثِيْراً وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلاَّ الْفَاسِقِيْنَ

Sesungguhnya Allah tidak­lah malu membuat perumpamaan apa saja; nyamuk atau yang lebih kecil dari padanya. Maka adapun or­ang-orang yang beriman mengetahuilah dia bahwasa­nya itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka , Dan adapun orang-orang yang kafir maka berkatalah mereka : Apa yang dikehendaki Allah dengan perumpamaan begini ? Tersesatlah dengan sebabnya kebanyakan manusia dan mendapat petunjuk dengan sebabnya kebanyakan. Dan tidaklah akan tersesat dengan dia, melainkan orang-orang yang fasik (Al-Baqarah:26)

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Al-Quran, Alloh dan tag , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke Digigit Nyamuk

  1. blognyamitra berkata:

    akeh nyamuk nang nggonku cak…

  2. Ping balik: Ngaca Jiwa | Triyanto Banyumasan Blogs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s