Perubahan Jalur kadang Tak Sesuai Harapan


Yah perubahan jalur lila luntas tidak serta merta memperbaiki lintasan kendaraan atau trafik. Kemacetan malah sering makin menjadi.
Seperti perubahan di jalur lintasanku untuk bolak balik kerja yaitu Pantai Indah Kapuk – Muara Karang

image

jalur lama

Ini adalah map versi satelit yang aku edit, garis hijau dan biru merupakan arah kendaraan sebelum ada perubahan, warna hijau menggambarkan arah

kendaraan dari Pantai Indah Kapuk menuju Muara Angke (belok kiri lewat jl. Pluit Karang Barat), Muara Karang (lurus melalui jl. Pluit Karang atau Muara Karang Raya), Jelambar (belok kanan melalui pluit karang barat)
Warna biru menggambarkan sebaliknya, dari masing masing tempat bisa saling bersilangan.
Hal ini memang sering bikin krodit di persimpangan tersebut, khususnya di pagi hari saat warga berangkat kerja, tapi bagiku masih wajar, kemacetan tidak sampai jauh ke dalam Pantai Indah Kapuk.
Nah 2 bulan terakhir jalur dirubah

image

jalur baru

image

P.lndah Kapuk pagi hari

Kendaraan dari Pantai Indah Kapuk hanya bisa ke kiri arah Muara Angke, sehingga seringkali terjadi kemacetan di jam sibuk, khususnya pagi hari antara jam 7 sampai jam 10. pernah aku alami kemacetan mengular sekitar 1 km sebelum pintu keluar Pantai Indah Kapuk, hal yang tidak wajar di jalur pinggiran yang bukan jalur utama kendaraan.

image

m.karang malam hari

Begitupun pada malam sore hingga malam hari di jam pulang, penumpukan kendaraan terjadi di Muara Karang Raya, dua jalur yang tadinya dua arah di rubah menjadi satu arah ternyata tidak semakin lega. Apalagi pada malam hari, banyaknya kendaraan pribadi parkir di sepanjang jalan tersebut yang memakan badan jalan, mobil mobil tersebut metupakan konsumen beberapa resto yang berada di sepanjang Muara Karang raya dan tidak memiliki lahan parkir yang memadai. Jalan yang hampir tak memiliki teotoar ini semakin sumpeg saja.

image

kendaraan parkir sebisanya

Perubahan jalur tersebut seolah agar jalan Muara Karang Raya lebih lega, dari 2 arah menjadi 1 arah. Memberi ruang bagi parkir kendRaan yang memakan badan jalan, andIkan ada pelarangan parkir tersebut tentu tak akan bikin macet.
Atau dibangun trotoar jalan yang akan membatasi badan jalan dan lahan parkir. Kalo seperti sekarang bukan mengatasi masalah tetapi semakin menambah parah. Imho
Wassalam
u’alaikum

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Jalan jakarta, Ngeblog dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s