Knalpot di Bantul Wajib Standar Pabrik


Sebuah tulisan dari Bro Kentas tentang tilang polisi akibat knalpot free flow yang diaplikasi motornya. Peraturan yang belum jelas bisa jadi blunder bagi petugas. Saat mereka hanya bisa menjawab protes masyarakat dengan dalih “kami hanya menjalankan tugas” bukanlah jawaban yang memuasakan. Seorang petugas harus bisa menjelaskan kenapa dan apa dasar hukum dari suatu peraturan yang diberlakukan.

image

Peraturan tentang kebisingan knalpot yang belum ditetapkan batas kebisingannya menjadi aneh jika diterapkan dan dipaksakan, bagi warga masyarakat yang tidak paham mungkin akan manut aja jika kena tilang dengan pasal kebisingan knalpot tersebut.
Saat ini rujukan aturan tentang kebisingan knalpot adalah Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang mengancam sanksi bagi pengguna knalpot bising yakni pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

image

Sementara ini batas ambang kebisingan memang belum jelas diberlakukan, tapi sudah ada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 07/2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru yang diteken Menneg LH Rachmat Witoelar pada 6 April 2009 yang lahir dua bulan sebelum UU No 22/2009 tentang LLAJ yang diteken presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 22 Juni 2009. Dalam Permen LH tersebut disebutkan bahwa batas ambang kebisingan sepeda motor terdiri atas, untuk tipe 80 cc ke bawah maksimal 85 desibel (db). Lalu, tipe 80-175cc maksimal 90 db dan 175cc ke atas maksimal 90 db.
Nah jika polisi mengacu pada UU no 22 tahun 2009 yang belum ada aturan pelaksanaannya kan jadi rancu tuh.
Nah untuk nambah ilmu dan menjelaskan kebingungan silahkan baca tulisan Eyang Edo yang nemplok di kompasiana. Disitu disebutkan peraturan berlaku mulau 1Juli 2013. Masih lama ya… *tepokjidat. Wassalamu’alaikum.

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di motomania, motorcycle dan tag , , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke Knalpot di Bantul Wajib Standar Pabrik

  1. mas wahyu berkata:

    ngapain repot2 ganti knalpot,buang2 duit

  2. anton nugroho berkata:

    yang penting bentuknya atau suaranya……???????

  3. tawon berkata:

    wajib standar pabrik itu…
    pabrik yoshimura apa pabrik akrapovic?

    *penasaran

  4. extraordinaryperson berkata:
  5. yoga berkata:

    hks, tanabe…gimana ?

  6. kentadis berkata:

    misi mas, mau ditepokin jidatnya? :mrgreen:

    polis harusnya lebih tau peraturan drpd rakyat sipil. jangan sampe dijadiin ladang pungli.

  7. Pencabut Nyawa berkata:

    Harusnya Kapolres Bantul dipromosikan menjadi Kapolda Metro Jaya saja agar Jakarta dan sekitarnya tak seberisik sekarang.

  8. bakersdelight berkata:

    This site truly has all of the information and facts I wanted about this subject and didn’t know who to ask.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s