Ironi Idola


Sebuah tontonan di stasiun TV yang menampilkan grup vokal Girlban JKT48, penonton di studio rame dan sepertinya penggemarnya lumayan. Terjadi interaksi antara nyanyian dan penonton.

Menandakan penonton begitu paham akan nyanyian penyanyi yang berjumlah puluhan itu. Bahkan mungkin hafal keseharian idolanya tersebut.
Saat sang presenter acara menanyakan nama-nama anggota girlband minimal 20 nama ke penonton, maka dengan santai si penonton menyebutkannya. Sampai sekonyong-konyong presenter meminta si penonton menyebutkan nama-nama pahlawan Indonesia sebanyak 20 juga. Disambut senyim dan tawa.

image

Tapi tak ada jawaban karena memang cuma candaan.
Tapi bener juga apa yang jadi candaan dalam acara tersebut. Anak remaja sekarang seolah lebih paham idolanya yang berprofesi artis baik penyanyi maupun aktor/aktris daripada nama pahlawan perjuangan kemerdekaan Indonesia macam Imam Bonjol pahlawan paderi, Panglima Polim si kacamata bulet, Sultan Hasanuddin Sang Ayam Jantan dari timur, dan masih banyak lagi nama-nama pahlawan yang begitu kusuka kisahnya pada masa SD dulu dalam mata pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB).
Akupun suka grup band, mengoleksi lagu-lagunya. Metalica, Whitelion, Linkin Park, dan masih banyak lagi tapi tak satupun nama-nama anggota grup band itu kuhafal. Bahkan pernah keranjingan Limp Bizkid (salah ga ngetiknya? 😀 ) tapi dari lagu soundtrek film Mission Imposible sampai album berikutnya di tahun 2000 aku ga hafal nama si raper.

Bukan berarti aku menyalahkan orang yang mengidolakan seseorang sampai gaya berbusana bahkan gaya hidupnya jadi acuan, tapi jika sudah berlebihan dan lupa jati diri maka berdiaplah generasi ini adalah generasi penjiplak, dan mental itu akan terus menjajah generasi bangsa besar ini dan menjadikannya mengecil ditelan zaman.
Entahlah mungkin aku terlalu naif dan sok idealis, tapi dengan mental inilah aku hidup dan mampu meraih apa yang semula cuma khayalan, maka akan kupertahankan meski terkadang luntur terkikis tanpa sadarku. Wassalamu,alaikum

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di music, musik dan tag , , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Ironi Idola

  1. ax125 berkata:

    Bener juga sihh …

  2. Aa Ikhwan berkata:

    Ane malah gak suka musik jd ga da yg dihapalin :D.
    Tp kadang tanpa disadari atau sadar, telinga ini telah mendengarkan suara musik.. 😀

  3. Gogo berkata:

    skrg bnyk yg mendewakan idolnya.. syg..

  4. menarik artikelnya…sukses slalu yaa…

  5. Yos Beda berkata:

    sosok role model memang kadang perlu mas untuk membntuk diri kita 🙂

  6. extraordinaryperson berkata:
  7. Mila berkata:

    WAH emang harus pandai pandai memilah maa yang pantas dan tidak ya 🙂

  8. Ikky21 berkata:

    Miris…

    Dan komen ini masuk spam. Tolong bebasin yah. :mrgreen:

  9. gaplek mania berkata:

    jangan2 syahadat aja nggak hapal(yang muslim)

  10. untung gue guru, jadi lumayan tau dan bisa memetik pelajaran dari orang2 berpengaruh buat bangsa ini di masa lalu….
    tp tetep ngefans dan apal personel snsd :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s