Ke Mana Waterway ?


gambar dari akuinginhijau.org

Dari Wikipedia Indonesia :

Angkutan Sungai, atau lebih populer dengan sebutan Waterways, adalah sebuah sistem transportasi alterntif melalui sungai di Jakarta, Indonesia. Sistem transportasi ini diresmikan penggunaannya oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pada tanggal 6 Juni 2007. Sistem ini merupakan bagian dari penataan sistem transportasi di Jakarta yang disebut Pola Transportasi Makro (PTM). Dalam PTM disebutkan bahwa arah penataan sistem transportasi merupakan integrasi beberapa model transportasi yang meliputi Bus Rapid Transit (BRT), Light Rapid Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), dan Angkutan Sungai (Waterways).

Waterways mulai dioperasikan dan diintegrasikan dalam transportasi makro Jakarta setelah peresmian rute Halimun-Karet sepanjang 1,7 kilometer oleh Gubernur Sutiyoso pada 6 Juni 2007. Rute ini merupakan bagian dari perencanaan rute Manggarai-Karet sepanjang 3,6 kilometer. Waterways merupakan kelanjutan dari pengoperasian sistem transportasi TransJakarta. Untuk mengawali Waterways, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta mengoperasikan dua unit kapal yang masing-masing berkapasitas 28 orang yang disebut KM Kerapu III dan KM Kerapu IV yang berkecepatan maksimal 8 knot.

Monggo direnungkan, nanti dilanjut lagi. Wassalamu’alaikum

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Pelayanan, pelayanan publik dan tag , , . Tandai permalink.

14 Balasan ke Ke Mana Waterway ?

  1. mas wahyu berkata:

    Macet,jalurnya penuh sampah

  2. sabdho guparman berkata:

    perahunya udah di pulau seribu mas. . .

    waterway mandek perahu ngangkrak trus kirim ke pulau seribu biar lebih manfaat ( kata berita di tipi waktu itu )
    dan kejadian sperti ini sudah jamak kala ada pergantian gubenur

    keep brotherhood,

    salam,

  3. Ya2kzzz berkata:

    sayang nggak bisa maksimal…

  4. Harus serius dulu masalah kebersihan sungai, kalau naik waterway sungainya kayak gitu siapa yg gak mau. Ibarat motor kalau jalan jelek pasti males lewatin

  5. dnugros berkata:

    lha sekarang bukane sungai2 diibu kota udah dipenuhi oleh sesaknya sampah pak? terus gimana boat bisa jalan kalo gitu?

  6. bintang berkata:

    sungainya kotor dan bau.
    Siapa mau?

  7. extraordinaryperson berkata:
  8. si oom berkata:

    baling-baling e kesrimpet sampah :mrgreen:

  9. ysalma berkata:

    Berarti: Mari bersih-bersih kali dari sampah,
    Tapi Jakartanya ga kebanjiran kan Mas Tri 😀

  10. Ping balik: Beda Pimpinan Beda Kepentingan « Triyanto Banyumasan Blogs

  11. Angga berkata:

    waterways sebenernya udah ada sejak jaman kolonial belanda. Tapi emang dasarnya orang Indonesia ngga bisa melihara lingkungan (emang naturenya seperti ini kali ya?) makanya udah ngga ada lagi. Waterways di tanah abang pun udah ngga ada lagi, ga bisa beroperasi karena sungainya terlalu dangkal (sedimentasi).

    http://spaceromantic.wordpress.com/2011/11/18/midalu-2500-v6-ini-motor-edan/

  12. bakersdelight berkata:

    An intriguing discussion is definitely worth comment. I think that you should write more about this subject, it might not be a taboo matter but usually people don’t discuss such issues. To the next! All the best!!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s