Renungan Shirath #5


Assalamu’alaikum>>>>>

Dhienul Islam yg indah mampu membimbing kita dalam segala sela-sela kehidupan bagi yg kaya yg miskin yg berilmu yg mempunyai jabatan yg bahagia yg sedih yg merasa kesepian sendiri yg berputus asa yg selalu menghabiskan dalam kebersamaan, sungguh rahmatan lil’alamin Rasulullah Muhammad SAW. Semoga kita makin cinta dgn Al Qur’an dan tuntunan beliau Rasulullah SAW, sehingga kedamaian didapat pertama kita di alam barzah dan kubur kita dilapangkan. Insya Allah bila kita sudah merasakan wangi surga di alam kubur, bergembiralah. Namun sebaliknya pertama singgah di alam kubur kesempitan dan bau busuk neraka kita dapatkan. Celakalah kita. Naudzubillahimindzalik. Semoga kita saling menjaga dalam waktu yg hanya beberapa tahun atau mungkin besok lusa kita kembali. Tak ada yg tahu semua rahasia Allah SWT.

Segera kembalilah kawan.. kami ingin bersama-sama saudara se-iman untuk bercengkrama lagi. Di waktu yg lebih lapang, jauh dari yg sekarang. Di waktu yg bukan sesaat.Mungkin besok engkau telah pergi dan tak kn bisa bertemu aku lagi. Kedamaian yg kita rasa, ataukah kesedihan yg mampu kita lewati bersama di dunia ini adalah masa-masa indah yg HARUS terulang lagi. Engkau sahabat yg mampu membuat aku mjd muslim yg sejati, yg mampu berbaik sangka kpd Rabb kita, yg mampu bersama-sama mencintai tauladan Rasulullah SAW, yg mampu memberikan aku harapan untuk berubah, yg mampu memberi contoh agar aku menjaga berlatih memperbaiki ahlak kpd org tua kita, kita sama-sama seiring berjalan memenuhi panggilan adzan dalam panas dingin terik dan gelap malam. Sungguh aku mencintai engkau sahabat lebih dari diriku sendiri. Engkau mampu bersamaku melewati ujianNya dalam masa-masa yg sulit. Engkau selalu ada namun bisa saja esok pergi, maafkan aku kawan seandainya dirimu tersiksa disana karena amalmu yg kurang atau dosamu yg masih tersisa tak mampu engkau tebus dgn semua yg kau miliki di dunia kemarin. Sungguh aku rindu tuk bersama-sama kembali, maka doaku dan doa saudara-saudaramu insya Allah yg bisa menenangkanmu di alammu. Semoga kita bertemu kelak kembali dalam naunganNya. Jgn dalam gelapnya siksa.

Yg mmbuat hidup qt berkualitas trutama smangat ibadah adalah merasakan “Seakan2 qt mati besok” maka inilah hari terakhir tuk berbekal (amal shaleh) & membuang beban (dosa).Tak ada waktu lg tuk malas, menunda/membuang waktu dgn aktifitas santai, maghrib tiba “bakal nangis” sedih.. waktumu habis.. Jd nikmati waktu2 sujudmu yg hanya beberapa menit dgn perasaan rindu sejadi2nya krn besok akan brtemu dgn “para pengurus akhirat” bs jd di sambut layaknya tamu kehormatan, atau di smbut layaknya seorang tahanan kelas berat, dirantai, borgol …dgn benda berat besi digantungkn ke leher.. šŸ˜¦ trnyata beban trsebut adlh beban qt yg tak smpat kita bebaskn.. naudzubillah, qt sndiri yg membuat celaka diri sndiri.. jd hrs gmn??Mulai brubah.. start hijrah hati dr skarang, perbaiki ahlak.. cara bicara, cara bergaul, cara pakaian, cara bekerja, cara mengenal Allah dan rasulNya dgn lebih serius, sempatkn waktu sebaik-baiknya dgn berkualitas.. berbekal.. berbekal..

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

oleh Zoel Fikr

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Al-Quran, Alloh, Ngaji dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Renungan Shirath #5

  1. achoey el haris berkata:

    Semoga kita senantiasa belajar utk mencintai-Nya dengan indah. šŸ™‚

    Sahabat, ada yg anget di blogku mengenai Novel sederhana itu šŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s