Dikutip dari suara pembaca di Otomotifnet.com, adalah Bro Achmad Lutfi yang menyampaikan uneg-unegnya :
“Lampu depan Pulsar 220 saya pecah karena kecelakaan. Saya butuh dan cari di seluruh dealer surabaya dan sidoarjo tidak ada. Bagaimana ini aftersalesnya???? Yang mau beli Bajaj Pulsar 220 mohon dipikir kembali, saya aja nyesel..” Begitulah kurang lebih keluh kesah salah satu konsumen Bajaj Auto Indonesia.
Padahal STNK Jalithengku si Pulsar 220 DTS-iF baru keluar dan belum sempat menikmatinya..eee… Ternyata warning kelangkaan spare part makin menggaung, wah repot neh…alamat ga berani memperlakukan si Jalitheng semena-mena, karena takut terjadi hal sama yang menimpa Bro Achmad Lutfi tersebut… Jika ambisi BAI untuk mampu bersaing dengan AtPM motor lain yang sudah lama bercokol cuma ngandelin yang penting laku dan menorehkan luka bagi konsumen, bisa jadi BAI dikeroyok rame-rame neh… Oleh karenanya sebaiknya BAI segera memperbaiki kinerjanya, jangan samakan jualan motor sama warteg pinggir jalan yang jika ga ada tahu bisa ganti tempe atau krupuk atau cukup goreng terigu doang, yang penting bisa jadi pelengkap lauk, toh sama sama masuk perut..
Mending beli produk cina yang klonengan honda atau Yamah dan spare partpun bisa pakai merk yang dikloneng tersebut…betul..!!
Jadi saya pun menyarankan sama seperti Bro Achmad Lutfi, pikir ulang jika anda mau beli motor Bajaj, sebelu BAI memperbaiki jaringan Sales, service dan Spare Partnya… Ayolah BAI. Segera perbaiki jangan nunggu ta kamplengi..
Wassalamu’alaikum