Pasang Ban Kembang Tahu di Skydrive


image

komparasi ban semi enduro Swallow SB-117 vs Michelin M-45

Penggantian ban Suzuki Hayate akhirnya saya lakukan siang pulang nguli Senin, 11 Januari 2016, di jalan pulang tersebut sempat saya ceritakan kejadian Domba garut Honda CS-1 menyeruduk Yamaha V-ixion.
Rencana awal saya ingin memasang ban semi pacul atau kembang tahu layaknya ban moto adventure. Ban lokal Swallow SB-117 yang diincar. Saya sempet cari-cari sampai nemu iklan ban moto adventure dengan gambar merk lain. Di forum jual beli online, sepasang ban Swallow SB-117 ring 14 dengan ukuran 90/80  (depan) dan 100/80 (belakang) dibanderol 400 ribuan. Dan untuk belakang saja dibanderol 235 ribuan.

image

Enter a caption

Saat mampir di toko Planet Ban, ternyata tidak tersedia, tapi ada ban Michelin M-45 yang juga memilik kembang moto adventure. Tapi untuk tipe ini Michelin memang hanya ada 1 ukuran, yaitu 110/80. Kata yang jaga toko, kalo di Honda Vario, Michelin M-45 110/80 ini bisa dipasang di depan dan belakang, sedang di Skydrive, agak meragukan untuk pasang di depan, ditakutkan saat suspensi shock bekerja, ban nyerempet spakbor.
Saya disarankan ke toko ban Sitepat oleh penjaga Planet Ban ini. Biasanya, Sitepat memiliki stok ban yang banyak dicari konsumen. Okelah. Saya pun melanjutkan perjalanan menuju Sitepat, kedua toko ban ini masih satu jalur dalam perjalanan pulang ke rumah. Oh iya toko ban Sitepat yang dituju merupakan tempat saya mengganti ban Suzuki Hayate menggunakan ban merk Mizzle.

Sesampai di Sitepat, ternyata nihil, sama dengan di Planet Ban tadi, tersedia Michelin M-45 yang sebenarnya menggiurkan untuk modelnya. Lagi-lagi saya ditawarkan untuk ke toko Planet Ban atau Proban, barangkali tersedia Swallow SB-117 yang saya inginkan. Saya sempet heran dengan penjaga toko-toko ban ini, saling menyarankan ke toko lain, tidak ngotot menawarkan dagangannya, seolah mereka tidak bersaing. Jozz tenan sistem dagangnya.

image

Setelah berpikir keras, apakah lain hari saya sempat untuk hunting ban Swallow SB-117 ke Kebon Jeruk atau Otista ajatinegara, saya ragu. Apalagi ban Corsa S-33 yang terpasang di Skydrive sudah ‘mewek’ karena umur pakai jadi retak dan hamil minta pensiun. Akhirnya saya menimang-nimang Michelin M-45, tapi bingung untuk ban depan pakai model apa ya? Tanya saya ke penjaga Sitepat minta saran. Dan disarankan pakai Michellin Pilot Street. Setelah saya pikir jernih, dilihat dari motif M-45, kalo di depan kok agak ngeri dipakai on road, takut kurang grip saat belok agak miring. Seperti di Pulsarstrada 220, meski menganut ala moto adventure wannabe, dimana untuk ban belakang menggunakan Zeneos Turino yang motif semi pacul ukuran 160/60-17, tapi saya lebih percaya diri untuk ban depan mengaplikasi Brigstone BT-45 ukuran 120/70-17. Okslah, dengan pertimbangan tersebut akhirnya Deal dengan Pilot Street untuk depan.

image

Akhirnya saya pilih mengadopsi ban merk Michelin menggantikan Corsa S-33 yang kondisinya sudah memprihatinkan. Ban Corsa yang sudah berumur lebih dari 4 tahun ini sebenarnya masih tebal tapi karet ban sudah mati. Keras dan retak pada ban belakang serta benjol di ban depan. Seperti yang saya kisahkan sebelumnya.

image

Michelin M-45 110/80-14 untuk belakang harganya 365 ribu belum termasuk pentil tube less, sedang Michellin Pilot Street 90/80 harganya 285 belum termasuk pentil. Pentil tubeless dibanderol 10 ribu 1 buah. Jadi total belanja saya 670 ribu untuk kaki Blue Sky. Berasa juga bayarnya 🙂 . Padahal si Blue Sky tampangnya compang-camping, tapi dengan mengaplikasi ban belakang model moto adventure seolah menaikan tampangnya jadi lebih gagah.
Bagaimana pemakaian pasangan ban Michelin ini untuk jalan? Lain kali ditulis Insyaallah. Soalnya pemakaian belum genap seminggu.(Tri)

Posted from Android The Doctor

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di motorcycle dan tag , , , . Tandai permalink.

14 Balasan ke Pasang Ban Kembang Tahu di Skydrive

  1. Arep digawe sekrambler mesti

  2. agoey berkata:

    apa sering main ditanah mas.. makanya pakai ban semi pacul..?

  3. Liberto Amin berkata:

    :’D jadi pengen makan kembang tahuu ahaha :’D

  4. Ping balik: Membuat Samsung Galaxy S3 Jadi Waterproof buat Diajak Rafting | Triyanto Banyumasan Blog's

  5. Ping balik: Test Ride Ban Michellin di Skydrive, Cornering Libas Ducati Monster | Triyanto Banyumasan Blog's

  6. Bintang Jati berkata:

    Harga kok murah denpasar ya..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s