Waspada Jika Mencuci Kendaraan Bareng Balita


Mencuci kendaraan pribadi, bagi sebagian pemilik, lebih mengasyikkan daripada mencuci di tempat cuci kendaraan berbayar. Selain hemat, juga bisa sekalian meneliti bagian-bagian kendaraan yang sekiranya perlu perbaikan. Misal ada baut atau mur yang kendor. Lebih menjiwai dan memahami kendaraan kita sendiri. 

Ini saat si Bontot mencuci si Hayate, celananya dicopot buat lap

Saya termasuk yang lebih suka mencuci kendaraan pribadi secara mandiri, lagian cuma sepeda motor, ringan saja. Bahkan perbaikan kerusakan juga saya usahakan mandiri, lebih mantap. 
Kemarin sore, saya mencuci Vario 125fi 2013 si Pasir Putih. Nah, hampir tiap mencuci sepeda motor, si bontot tidak mau ketinggalan, ikut ngrecokin basah-basahan. Bahkan celananya dicopot buat pengganti lap, digunakan mencuci sepeda motor. Pernah satu malam saya nyuci sendirian, ternyata si bontot menyusul dan ikut memeriahkan. Umur bontot 3,4 tahun. Masih balita dan sedang aktif, ingin tahu segala hal. Juga suka ‘pethakilan’ tanpa menimbang resiko, istilah Banyumasan, ‘nlithis‘.

Saat sedang asik menggosok bagian-bagian dari si Vario, terdengar bunyi “blubuk-blubuk”, begitu saya tengok, ternyata si bontot memasukan nozle selang air ke lobang knalpot, sampai penuh air. Setahu saya, tiap knalpot memilik lobang kecil sebagai pembuangan air, jadi ulah si bontot cuma saya tegor dan selangpun dia cabut. Saya yakin air akan keluar lewat lobang pembuangan knalpot. Sampai selesai saya tidak mengecek air dalam knalpot, sepeda motor juga tidak saya test nyala mesin, padahal biasanya selesai mencuci pasti mesin kendaraan saya hidupkan. Kali ini cuma saya tiriskan dan masukan ke dalam rumah.

Tadi pagi, jelang mengantar sekolah si kembar sekalian berangkat kerja, saya keluarkan si Pasir Putih sambil hidupkan, starter Electric pencet, cuma bunyi glegek, mesin tidak mau hidup. Lalu saya standard tengah sambil terus hidupkan elektrik starter sambil putar grip gas, untuk kesekian kalinya, mesin tidak menyala. Saat saya paksa dengan starter dan menahan gas, keluarlah air dari lobang knalpot, menyembur. Tapi mesin belum mau hidup juga. 

Saya dibantu Bapa coba mengangkat roda depan agar sisa air keluar semua, ternyata berat. Akhirnya, bantuan dateng, sopir truk. Saya berdua mengangkat ban depan dengan memegang tabung shock dan setang di kanan kiri, Bapa saya menahan motor agar tidak bergeser. Angkat setinggi mungkin, dan air kembali menggerojok dari lobang knalpot, sampai dirasa habis.

Selanjutnya saya coba starter, jreng, mesin menyala. Alhamdulillah. Hidupkan terus sampai siap berangkat menuju sekolah. Haduh, ulah si bontot, tapi jadi tahu, jangan sesekali memaksakan Vario menerabas genangan yang dalam dan air bisa masuk lobang knalpot, karena minim lobang pembuangan air.

Oh iya, selain waspada ulah balita saat mencuci kendaraan, seperti anak saya si bontot itu, waspadai juga, anak yang aktif, kadang tanpa sepengetahuan dia naik ke jok, dan hampir kepleset jatuh, untung saja tangannya cekatan, memang, selain ‘nlithis’, si bontot juga cukup sigap dalam berulah.
———————

Posted from Mi Prime Cungkuwo

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di motorcycle dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Waspada Jika Mencuci Kendaraan Bareng Balita

  1. makibau berkata:

    wah parah banget tuh varionya, masa ga ada lubang pembuangan air di knalpot?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s