Pengalaman Kena Tilang Polantas Cirebon


Kena tilang polantas Cirebon sedang jadi trending topik di sosial media. Benarkah polantas Cirebon itu lebih ‘maruk’ dibanding daerah lain? Saya coba berbagi pengalaman yang saya alami pada tahun 2005. Sudah 10 tahun lebih ya.

ditilang-di-cirebon-gerbang-selamat-datang-kabupaten-cirebon

pict dari : geolocation.ws

Tahun 2005 sepeda motor saya masih si Silvy, Honda Mega Pro silver lansiran 2002. Perjalanan paling jauh dengan silvy Mega Pro ini adalah diajak riding mudik Bekasi-Banyumas. Saat itu saya berboncengan dengan dik saya. Nah saat mudik ini lewat Cirebon. Lepas gerbang selamat datang, seperti gambar di atas, drama tilang itu dimulai.

Saya diberhentikan 3 orang polantas dengan 1 mobil dinas tepat selepas gerbang, sebelah kiri di bawah pohon-pohon pinggir jalan itu. Pasal apa yang membuat saya kena tilang? Spion kecil. Ya, Spion saya ganti dengan ukuran kecil. Meski cerminnya merupakan cermin cembung dan fungsional, tapi ukuran yang tidak standar pabrikan, menjadi alasan polantas Cirebon menilang saya. Saya salah.

di-tilang-di-cirebon-karena-barang-di-dek-motor-kabupaten-cirebonSaya tidak sendirian, pengendara lain adalah sebuah keluarga terdiri dari Bapak, Ibu dan 1 orang anak. Keluarga ini mengendarai Honda Astrea Impressa, atau akrab disapa Astrea gran/Honda Grand. Pasal yang menimpa keluarga ini adalah menaruh barang (tas) di ‘dek’ sepeda motor Honda Grand, mirip kasus yang ramai di Facebook dan dibahas di blog Pak Amama yang dianggap bohong Karena motornya terlalu bersih saat musim hujan.

Berapa denda dari pelanggaran tersebut? Kalo spion kecil saya di denda 50 ribu, nampaknya si grand juga sama.

Saya dan pengendara Astrea Impressa tersebut salah. Okay, kami salah. 

Yang bikin gregetan dan muncul umpatan ke Polantas tersebut adalah karena begitu kami memasuki keramaian kabupaten, ternyata banyak sekali pengendara

sepeda motor berplat nopol ‘E’

Yang tidak mengenakan helm dan tanpa spion. Apa ga gedeg tuh? Manusiawi jika muncul dendam karena merasa dianggap GAIJIN, orang asing, orang numpang, yang layak diperas, karena plat nopol kami bukan E tapi B.

Bahkan memasuki Kota Cirebon, ada operasi besar yang melibatkan banyak polantas, dan kami aman saja setelah dicek surat-surat lengkap, spion kecil juga tidak dipermasalahkan. Lha gimana ini? Apakah Polantas yang di perbatasan Kabupaten Cirebon tadi adalah Gadungan? Tidak, sebut saja Oknum.

Sekali lagi saya memang salah dan layak ditilang.

Saya ingin cerita pengalaman tilang di Bogor, tapi waktunya Shalat Jumat. Lain kali saja deh.(tri)

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di motorcycle dan tag , , , . Tandai permalink.

27 Balasan ke Pengalaman Kena Tilang Polantas Cirebon

  1. ardiantoyugo berkata:

    gaijin memang jadi inceran kok… neng Wates juga…

  2. andhi_125 berkata:

    jamak juga sih kang, karena motor “luar” …. tapi untungnya, saia cuman sekali ngalamin, di sby, idem, gara-gara sepele, spion gak standart plus plat malang, ya udah….

  3. dimensiontripper berkata:

    rasisme dlam plat kendaraan namanya…

  4. Jungfrau berkata:

    kasuse podo kih,
    sing pertama, soal kenalpot racing vega made in purbalinggapurbalingga.
    pas rah jakarta sebelum memasuki gerbang kota atau setelah pertigaan pintu masuk tol kanci, tak tanyain alasanya “sesuai perda bla.. bla.. knalpot racing tak boleh masuk kota” pas lanjut pejalanan, jebule didalam kota plat E buanyak yg pake resing, kesuh yakin.
    sing kedua, (beda waktu) arah jakarta setelah palimanan, sama seperti pakdepakde, spion kecil, tak tanyain pasalnya ditunjukin sm polwan, tanpa babibu, sang polwan langsung nulis surat tilang tapi dengan denda maksimummaksimum 250ribu, dengan 1000 alasan saya beranikan negonego, dan ketemu deal harga 50ribu, karna didompet cuma 80ribu (yg keliatan) luwih kesuh maning delengna barengan cah sekolah, bonceng 3 helm gak lengkap malah lolos, jiannn..
    tapi, ada tapinya.. pas main ke kota cirebon, seharian mbocengke teman gak pake helm lewat kota, bahkan keliling.. gak disetop,(mungkin dikira warga lokal, padahal plat R.
    komenku kedawan ya pakde.. 😀 , tapi kieh cerita nyata, pengalamane nyong dewek.
    nek siki ta, mending riding malem atau pas liwat cirebon abis mahgrib, aman..

  5. Pitutur Jawa berkata:

    Parah emang ni kota bikin aturan sendiri, bikin jelek polisi aja……kayaknya tuh polisi ada target kejar setoran xixixixixixi

  6. Irawan berkata:

    Ora po2, anggap wae sodaqah 😆

  7. Ping balik: Pengalaman Kena Tilang Polantas Bogor | Triyanto Banyumasan Blog's

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s