Conflict of Interest Kapolri, Belajar pada Pak Hoegeng


Hoegeng2Masih terkait Komjen Budi Gunawan yang dijadikan tersangka kasus kepemilikan rekening mencurigakan oleh KPK. Dia diduga melanggar Pasal 12a atau b, Pasal 5 ayat 2, Pasal 11, atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Dikutip dari metrotvnews.com dengan judul artikel, Budi Gunawan: KPK Turunkan Wibawa Pemerintah & Polri, pada paragraf terakhir ditulis

Menurut Budi, transaksi yang dicurigai merupakan bisnis keluarga di mana ada pihak ketiga selaku kreditur. Ia pun menunjukkan bukti perjanjian dengan Pacific Blue Internasional.

komjen Budi Gunawan

komjen Budi Gunawan

Bisnis keluarga oleh pejabat negara, memang multitafsir dan bisa menimbulkan konflik kepentingan atau Conflict of Interest. Menurut pemahaman yang saya baca conflict of interest atau Konflik kepentingan adalah situasi dimana seorang penyelenggara negara yang mendapatkan kekuasaan dan kewenangan berdasarkan peraturan perundangundangan memiliki atau diduga memiliki kepentingan pribadi atas setiap penggunaan wewenang yang dimilikinya sehingga dapat mempengaruhi kualitas dan kinerja yang seharusnya.

Terkait hal tersebut, saya ingat bacaan dari 6 Kisah Kejujuran Polisi Hoegeng, salah satunya adalah, saat beliau diangkat menjadi Kepala Jawatan Imigrasi, isterinya yang memiliki toko bunga diminta berhenti berjualan. Berikut kutipannya

 Sebagai perwira, Hoegeng hidup pas-pasan. Untuk itulah istri Hoegeng, Merry Roeslani membuka toko bunga. Toko bunga itu cukup laris dan terus berkembang.

Tapi sehari sebelum Hoegeng akan dilantik menjadi Kepala Jawatan Imigrasi (kini jabatan ini disebut dirjen imigrasi) tahun 1960, Hoegeng meminta Merry menutup toko bunga tersebut. Tentu saja hal ini menjadi pertanyaan istrinya. Apa hubungannya dilantik menjadi kepala jawatan imigrasi dengan menutup toko bunga.

“Nanti semua orang yang berurusan dengan imigrasi akan memesan kembang pada toko kembang ibu, dan ini tidak adil untuk toko-toko kembang lainnya,” jelas Hoegeng.

Istri Hoegeng yang selalu mendukung suaminya untuk hidup jujur dan bersih memahami maksud permintaan Hoegeng. Dia rela menutup toko bunga yang sudah maju dan besar itu.

“Bapak tak ingin orang-orang beli bunga di toko itu karena jabatan bapak,” kata Merry.

Tidak perlu saya ulas panjang lebar, sudah jelas apa yang dimaksud.(tri)

foto Hoegeng : ivandesain.blogdetik.com

Foto BG : www.rappler.com

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di politik, sosial dan tag , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Conflict of Interest Kapolri, Belajar pada Pak Hoegeng

  1. Ping balik: Perang Bratayuda, KPK versus PDI-P | Triyanto Banyumasan Blog's

  2. Ping balik: Oknum Polantas, Pengemis bertitle dan Pengemis berseragam | Triyanto Banyumasan Blog's

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s