Mengenal dan Mengenang Kapolri Hoegeng Imam Santoso


Dalam artikel petisi saudara Emerson Yuntho di Change.org (klik untuk membaca dan tanda tangan), terkait pencalonan tunggal kapolri, Komjen Budi Gunawan, yang diusung Presiden Jokowi Dodo, disebut dalam awal paragraf pertama, “Setelah Hoegeng yang legendaris meninggal dunia, hingga kini kita tidak memiliki figur-figur Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri)”. Saya garis bawahi kata HOEGENG, yang disebut sebagai kapolri legendaris. Siapakah sebenarnya Hoegeng ini?

image

Saya nampaknya harus mengulang Pelajaran Sejarah Nasional, agar paham tokoh-tokoh nasional paska kemerdekaan yang tidak saya kenal. Tokoh yang layak disebut pahlawan.

image

Karena penasaran saya coba ketik kata kunci (keyword) di google opera mini HP Samsung Wonderku “Kapolri Hoegeng“.
Artikel web di page pertama paling atas adalah Wikipedia Indonesia, dengan judul tulisan Hoegeng Imam Santoso (klik untuk membaca di Wikipedia), saya langsung klik on new tab.

image

Disebutkan oleh Wikipedia, biografi Bapak Hoegeng dan hal-hal terkait bapak Kapolri ke-5 RI tersebut.
Jenderal Polisi ( Purn.) Hoegeng Imam Santoso (lahir di Pekalongan, Jawa Tengah , 14 Oktober 1921 – meninggal 14 Juli 2004 pada umur 82 tahun) adalah salah satu tokoh kepolisian Indonesia yang pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-5 yang bertugas dari tahun 1968 – 1971. Hoegeng juga merupakan salah satu penandatangan Petisi 50 . Selebihnya silahkan baca langsung ke link wikipedia di atas.

Alamat web ke-2 dari keyword Kapolri Hoegeng adalah situs Direktorat Imigrasi Republik Indonesi dengan artikel 6 Kisah Kejujuran Polisi Hoegeng Yang Menggetarkan Hati (klik untuk membaca), di awal artikel ada kalimat,
Mantan Presiden Gus Dur punya anekdot, hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia. Ketiganya adalah patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng Iman Santosa“.
Di artikel tersebut ditulis 6 kisah Pa Hoegeng ini. Salah satu kejujuran yang menggemparkan dan membuat saya miris adalah kisah pemerkosaan Sum Kuning, yang (diduga) mengakibatkan Pa Hoegeng diberhentikan dari jabatannya sebagai Kapolri. Kejujuran beliau untuk membela kaum yang tertindas  seolah menabrak tembok Raksasa Cina. Karena kasus ini memaksa presiden Soeharto turun tangan. Kisah lainnya yang boleh jadi ditiru oleh pejabat masa kini, blusukan mengatur lalu lintas, bayangkan, seorang kapolri mengatur lalu lintas disaat era pencitraan hampir tidak ada. Silahkan klik link imigrasi di atas biar lebih jelas, atau searching saja di google.

Dari pengetahuan tentang Hoegeng, sangat layak jika saudara Emerson Yuntho membuat petisi agar Pak Presiden Jokowi Dodo membatalkan usulan pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri, karena rakyat butuh pemimpin yang jujur dan tegas serta berani, sedang terkait pa BG, sudah lama Komisi Pemberantasan Korupsi mencurigai kepemilikan rekening gendut yang diduga hasil gratifikasi. Kabarnya penyelidikan KPK sudah dari Juni 2014, sudah seharusnya Pak Jokowi tidak menutup mata.(tri)

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di politik, sosial dan tag , , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Mengenal dan Mengenang Kapolri Hoegeng Imam Santoso

  1. Wow,jos nan.tapi aku wegah petisi2 gituan,yen tahu petis gelem aku

  2. agoey berkata:

    Budi Gunawan sudah ditetapkan jadi tersangka oleh KPK loo….

  3. Ping balik: Oknum Polantas, Pengemis bertitle dan Pengemis berseragam | Triyanto Banyumasan Blog's

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s