Clamit


Hampir saja kehabisan kosa kata #banyumasan, saya coba ingat ingat sambil melihat postingan rekan-rekan blogger di koran koboys. Koran dumay tentunya, postingan baru akan selalu di posisi atas RSS ini.

image
koboys.blogspot.com

Berita kemenangan Marques di GP Silverstone Inggris menjadi trending topic,

ada juga yang membahas lakalantas, PNS, gadget, spyshot Ninja 250 baru, CBR150 lokal, jadwal bola, kuliner dan masih banyak lagi. Beragam. Saat itulah saya ingat kata clamit.
Clamit dengan tambahan -an menjadi clamitan sepertinya dikenal dalam bahasa Indonesia secara umum. Di Banyumas, Clamit berarti sebutan bagi orang yang kekanak-kanakan, iseng, tidak sopan, tidak senonoh, dalam bertindak dan berucap. Clamit atau clamitan mirip dengan ndremis. Bedanya ndremis lebih dikhususkan terkait makanan.
Di Banyumas kata clamit dipakai untuk menyebut orang ketiga tidak langsung, sedang clamitan menyebut orang kedua langsung.
“Si Anu, bocaeh pinter tapi clamit” perkataan ini berarti membicarakan sesorang.
“Kowe pinter-pinter koh clamitan” perkataan ini langsung kepada pelaku.
Apa pembaca clamit?(tri)

**************
Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

13 respons untuk ‘Clamit

      1. lamis bukannya manis di bibir memutar kata malah kau tuduh akulah segala penyebabnya 😀

        kalau ga salah lamis itu bukan cuma basa banyumasan, soalnya di lagunya didi kempot yg judulnya parangtritis juga ada kata lamis.


        Rasane kepengin nangis yen kelingan parangtritis
        Rasane koyo diiris
        Naliko udah gerimis rebo wengi malem kemis
        Ra nyono ra ngiro janjimu jebul mung lamis

        Suka

Tinggalkan komentar