Rekreasi (dadakan) Jalur Mudik


image

Macet total Kali Malang Tambun, Kamis 24 Juli 2014 pukul 21.19

Pukul 17.00 lewat dikit, sore tadi saya bertolak dari tempat nguli saya di pinggir Jakarta Utara menuju tempat tinggal di Bekasi Utara.
Satu botol teh manis panas sudah saya siapkan guna bekal di perjalanan. Mengingat lalu lintas Jakarta kadang tidak terduga. Kerap macet yang mengakibatkan perjalanan menjadi lebih lama dari seharusnya. Jika lalin lancar, jarak 30 kilometer dari tempat nguli ke rumah bisa ditempuh dalam tempo sekira 40 menit, tapi pernah sekali saya tempuh selama 4 jama dengan 2 kali istirahat.
Dugaan saya benar, Jalan Bekasi Raya lalin padat, sebagian penghuna jalan nampak membawa muatan yang tidak sewajarnya. Mudik, pasti pada mau mudik, pikir saya.
Sampai Ujung Menteng azan Magrib berkumandang, seger saya menepikan sepeda motor si Jalitheng, buka perbekalan demi membatalkan puasa, berbuka berteman debu jalanan dan beberapa pemudik yang juga ingin membatalkan puasa.
Di dekat saya berhenti untuk berbuka puasa, nampak pesepeda motor mengecek sepeda motornya, saya tanya,
“hendak ke mana Pa?”
“Ke Semarang” jawabnya.
Wih masih jauh bener ya. Bapa berumur sekira 40 tahun ini bilang tidak ngoyo, santai saja yang penting sampai. Dia sendirian, keluarganya sudah pulang duluan naik angkutan umum.
Selanjutnya saya pamit melanjutkan perjalanan, mencari masjid guna mendirikan shalat Maghrib. Saya juga berniat mudik ke kampung halaman isteri lepas Isya nanti. Karawang.
Saya shalat Maghrib di masjid Bungur, jalan Pejuang, parkir motor lega. Saya beberapa kali menumpang shalat di sini. Nampak sisa takjil di meja yang sengaja disiapkan oleh tim DKM masjid tersebut. Lepas Maghrib saya melanjutkan perjalanan, sekira 15 menit sampai di perumahan tempat tinggal saya.
Setelah shalat jama’ah Isya di mushola perumahan saya, dan pamit pada kakak saya yang masih satu komplek, menyiapkan bekal pesanan isteri, sekira jam 20.35 sayapun bersiap menuju Karawang.
Sepanjang jalanan kota Bekasi, saya menonton pemudik bersepeda motor yang penuh antusias menapaki aspal menuju kampung halaman masing-masing. Berbagai jenis sepeda motor memadati jalanan Bekasi malam ini. Bahkan nampak produk terbaru YIMM, YZF-R15 membonceng buntalan ciri pemudik, ga kebayang pegelnya jalan jauh mengendarai sepeda motor nunduk seperti itu. Tapi si rider tetap enjoy kelihatannya.
Sengaja saya menghindar jalan utama Bekasi-Cikarang, agar tidak bersaing dengan bus AKAP, saya memilih jalan Kali Malang raya, tapi sayang jalan ini ternyata padat oleh pesepeda motor, bahkan di Tambun lalin stag tidak bergerak. Paling merambat pelan, itupun memaksakan. Akhirnya saya memilih minggir mendinginkan mesin motordan badan. Minum teh manis sisa berbuka.
Saat saya tanya penjual bakso tempat saya berhenti, macet mulai terjadi jam 16.00 sampai 21.00. Saya sampai di Tambun ini jam 21.19 masih macet total.
Hingga tulisan ini di publish, jam 22.14 jalan Kali Malang Tambun masih stag, tapi arah Jakarta, arah Karawang mulai memudar. Saya bersiap melanjutkan perjalanan. ‘Mudik’ kampung untuk kembali ‘balik’ esok hari, nguli. Hari liburmu adalah hari kerjaku.
Semoga perjalan saya dan pemudik lancar, selamat sampai tujuan dan kembali penuh kebahagiaan dan semangat baru. Amin.(tri)

Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di safety ride dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s