Menunggu Ksatria Piningit


Terinspirasi oleh tulisan Mas Kasamago,banyak tulisan masbro satu ini yang selalu enak untuk dibaca, salah satunya ” Mereka yang diharapkan untuk memimpin Indonesia kelak ” menggugah saya untuk ikut menulis keadaan Bangsa Indonesia. Tentu versi kacamata pikiran saya yang awam akan dunia politik, apalagi politik internasional.

Jika kita peka akan kondisi bangsa ini, akan nampak bahwa keadaan Indonesia memang ada yang mengendalikan. Berbagai kepentingan bermain demi keuntungan beberapa pihak baik samar maupun terang-terangan, bahkan dengan mengatasnamakan rakyat. Dari obrolan dengan seorang ulama yang juga dosen, bahwa beberapa negara di dunia memang menjadi target operasi rezim internasional. Di antara negar-negara tersebut antara lain, Turkey (Turki), Mesir dan Indonesia.

Setelah Turkey Utsmani runtuh, beberapa negara yang dianggap menghalang-halangi kekuasaan rezim internasional mulai dibuat kisruh, agar pemerintahan dan kondisi ekonomi tidak stabil hingga negara-negara tersebut akan meminta bantuan dan bertekuk lutut kepada rezim internasional. Terlihat jelas bahwa Indonesia ketergantungan dengan IMF dan geng-nya.

Berbagai media dikuasai rezim tersebut agar mampu mengendalikan pemberitaan yang menguntungkan pihaknya. Rakyat dibuat tidak percaya dengan pemerintahan yang ada maupun yang akan datang. Kondisi ini semakin terasa semenjak era reformasi 1998 silam. Setiap pemerintahan yang memimpin selalu mendapat mosi tidak percaya dari berbagai pihak. Pesimis rakyat inilah yang dimanfaatkan agar mudah mengendalikan kondisi negara secara keseluruhan. Kiblat rakyat tidak lagi dengan pemerintah yang ada tapi pada negara tetangga. Membandingkan dan menyalahkan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang faasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian.
[al-Hujurât/49:6].

Lantas bagaimana kita sebagai warga (pewarta warga) menyikapi hal negatif baik yang tersirat maupun tersurat ? Bagi saya yang awam ini, menyadari keadaan tersebut merupakan langkah awal untuk menentukan sikap. Menyikapi segala pemberitaan dengan penuh kewaspadaan. Kroscek dengan sumber yang lebih berkompeten atau valid, sehingga tidak ikut terbawa dalam arus pemberitaan rezim internasional. Meskipun kadang tak berdaya secara sadar dan tidak sadar hanyut. Paling tidak lekaslah buka mata cari pegangan untuk kembali ke tepian arus dan menata ulang kekuatan untuk melawan, minimal bertahan.

Menunggu pemimpin (pemerintahan) yang mampu mengayomi seluruh rakyat seolah menjadi hal yang mustahil saat ini. Tapi yakinlah bahwa kita tidak jalan sendiri (never walk alone), ada Allah SWT yang mengawasi, maka pasrahkan saja. Yakin bahwa nanti akan ada pemerintahan yang mampu mandiri membangun bangsa ini, tanpa ketergantungan rezim internasional yang sangat merugikan kehidupan bangsa dan negara. Menunggu Ksatria Piningit istilah tenarnya, tidak akan pernah berhenti, bahkan sampai langit runtuh sekalipun. Bagi pewarta warga menunggu sambil berusaha melakukan kontra opini yang berkembang mungkin langkah awal memunculkan sang Ksatria. Saya baru mampu seperti ini. (Tri)

——————————————————————

Maaf saya suka judulnya :

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di politik dan tag , , , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Menunggu Ksatria Piningit

  1. Yoshi berkata:

    satria piningit kok dienteni

  2. #99 bro. berkata:

    sing koso opo si? po koyo satria baja hitam

  3. ipanase berkata:

    prihatin tok 😦

  4. Maskur berkata:

    Satria FU bae apa, gari pesen engko teka dewek

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s