Premium Top Up, Ban Gambhot, Boros


image

Beberapa waktu lalu saya menghitung konsumsi BBM Jalitheng Pulsar 220, Shell Super Extra (klik shell super extra top up) dan Pertamax Plus (klik pertamax plus top up). Nah berhubung dana BBM disunat untuk keperluan lain, saya beralih ke Premium, untuk memperbaiki kualitasnya saya tambahkan bio aditif Norival. Setelah ribuan kilometer memakai Type Gold, saya beralih ke type Platinum. Berdasarkan data spesifikasi di webnya (www.mynorival.com)
Norival Gold pada premium menjadikan setara pertamax, sedang Platinum setara Pertamac Plus.
Sayapun merasakan bahwa performa mesin lebih baik saat memakai premium campur Norival Platinum. Nah penghitungan top up premium pada Jalitheng Pulsar kali ini juga menggunakan Norival Platinum.
Tidak ada patokan kecepatan maupun jarak tempuh, sepeda motor saya pakai suka-suka seperti biasa. Pengisian top up berikutnya juga sesempatnya waktu dan dana.

image

Perbandingan ban tiger revo dan pulsar 220 gambhot

Sebagai tambahan pertimbangan, pada penghitungan BBM yang lalu (top up pertamax plus dan shell SE) Jalitheng masih mengadopsi ban standar bawaan pabrik, sedangkan kali ini Jalitheng dijejali ban gambhot Dunlop Sportmax ex Kawasaki Versys dengan ukuran 120/60-17 untuk depan dan 160/60-17 untuk belakang.

image

image

Dari data yang ada bahwa jarak tempuh pada odometer saat top up pertama menunjuk angka 23536 km, dan pada pengisian top up kedua tercatat 23788 km dengan pebambahan BBM sebanyak 9,06 liter. Jadi bisa dihitung, jarak tempuh terakhir dikurangi jaraktempuh awal dibagi penambahan BBM terakhir. Sehingga didapat angka 23788-23536 : 9,06 =
252:9,06 =
27,8 dibulatkan 28km
Jadi 1liter premium hanya mampu menempuh jarak 28km harian ibukota. Boros memang jika dibanding pemakaian pertamax pkus yang mampu 32 kpl dan shell super extra 33kpl. Disinyalir tapak lebar ban cukup berpengaruh.
Ingin ngetes ulang pakai pertamax plus lain kali untuk membandingkan efek ban tapak lebar pada konsumsi BBM. Tunggu dana segar dulu ya.

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Ngeblog dan tag , , , . Tandai permalink.

28 Balasan ke Premium Top Up, Ban Gambhot, Boros

  1. rusman berkata:

    gambotnya….

  2. Aa Ikhwan berkata:

    tul betul

  3. Yoshi berkata:

    wow . . . Ban ukuran berapa om?

  4. #99 bro. berkata:

    kan pulsar irit..

  5. ipanase berkata:

    28 km/liter, cbr250 wanrabi 😀
    kui velg ukuran piro lek, wow, gedeee

  6. kang sampeyan opo ora nggeblak tumapakane gede kaya kuwe…

  7. nbsusanto berkata:

    guedhe tenan iku. tonjo. 😯

  8. pak tarno berkata:

    waww ban belakangnya apa gak kegedean tuh,
    seperti kaki gajah, hihihi
    eh tapi kalo hujan apa gak nyiprat? spakbornya kan cuma buat nampung cipratan ban kecil

  9. blognyamitra berkata:

    wis talah, nganggo premium wae lah :mrgreen:

  10. pzzo berkata:

    aksel and top spid piye,beda adoh ra,
    marai pingin,

  11. Zuhry berkata:

    om….kan jadi beda dong bacaan speedo n odometernya kalo diameter ban depan yang notabenenya sensor nya di sana :D, jelas banget bacaan bakal lebih lambat ataupun lebih dikit speedo atau odometernya… CMIIW lah 😀
    dan emang sih ban segede gitu ya bakalan boros banget untuk konsumsi bbm n gear 😛

  12. Ping balik: BBM Jalitheng Makin Irit | Triyanto Banyumasan Blogs

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s