Hujan Yang Wangi


Kupacu kuda besi dengan hati-hati, apalagi saat melintas genangan air, kupelankan sebisa mungkin agar air tidak nyiprat mengotori Jalitheng motorku. Beberapa mobil mendahului dengan kecepatan sedang menghasilkan percikan air yang sebagian menimpa tungganganku. Abaikan saja, aku berusaha tidak merugikan orang lain dengan cipratan air akibat roda motor yang kukendarai.
Mendung masih menggantung, entah sisa semalam atau malah bertambah pada pagi itu. Kupercepat laju kendaraan agar terhindar dari hujan di jalanan Ibukota. Semua kendaraan seolah berkejaran menghindari hujan. Dengan penuh kewaspadaan aku berusaha memacu lebih cepat si Jalitheng Pulsar 220 DTSi-F. Tiba-tiba ada titik-titik air menodai kaca helm yang kukenakan. Hmmm… hujan mulai turun, tergesa kucari tempat berteduh di bawah rindang pohon pinggir jalan yang menaungi. Kukenakan jas hujan sesegera mungkin, beberapa pengendara berhenti menyusulku, tapi sepertinya mereka tidak membawa jas hujan sehingga tetap diam berteduh menunggu hujan reda. Beberapa pengendara sepeda motor memaksa menembus hujan tanpa rain coat/jas hujan.
 
Jadi ingat lagunya Mariah Carey yang Through the Rain. Aku tersenyum membayangkan mereka akan basah kuyup sampai tujuan.
Tentu senyumku tak seindah senyum mereka yang berada di belakang kemudi mobil pribadi sambil menikmati alunan musik klasik atau musik menghentak layaknya aransemen David Guetta pada lagu  She Wolf nya Sia atau Titanium.
Kulanjutkan perjalanan dengan santai tanpa perduli cipratan air di sekelilingku, hujan begitu deras bersama angin yang menyapu kaca helmku dengan agak kasar. Jalanan ternyata agak tersendat saat melintas bawah tol..hmmm… ternyat banyak pengendara roda dua menepi berteduh menunggu hujan. Yah sebagian pengendara sepeda motor memang tidak mau direpotkan dengan jas hujan. Memilih berhenti neduh atau menembus hujan menikmati fenomena alam membiarkan tubuhnya dimandikan hujan. Atau barangkali sengaja membangkitkan memori masa kecil dulu, … hujan adalah nikmat masa kecil yang sulit terulang.

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.: (Q,s,Al-An’am:99)

Yah hujan adalah nikmat dari Sang Pemberi Nikmat, tidak perlu dibenci apalagi dicaci. Berkah yang selalu kusuka dan tak pernah kusesali. Hmmmm.. kuhirup udara hujanini… Begitu wangi dan harum, sulit untuk dilukiskan.

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Al-Quran, Alloh, Jalan jakarta dan tag , , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Hujan Yang Wangi

  1. Nichoz Ahmad berkata:

    suka

  2. kong firman berkata:

    hujan salah,ga hujan(kemarau) juga salah…
    Apa mau nya???

  3. touringrider berkata:

    katanya ketika hujan, do’a kita lebih makbul.. #masih nyari Hadistnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s