Ban Cacing dan Lingkup Duniawi


Pengaplikasian ban kecil bin cungkring akrab disapa “BAN CACING” pada sepeda motor masih marak bahkan ngetren di kalangan abg umuran SMP – SMA bahkan orang dewasa juga ada yang demen, seyogyanya ban kecil ini dipakai khusus motor drag pada lintasan balap, bukan untuk harian atau gaya semata.
image

Tapi pada kenyataannya di lingkup masyarakat kita masih banyak yang mengabaikan unsur keamanan dan keselamatan dalam berkendara sehingga membiarkan anak atau saudaranya memodifikasi motornya melewati batas aman dan nyaman. Yah kenyamanan. Pemakaian ban cacing jelas tidak nyaman apalagi saat melintasi jalan yang banyak polisi tidur, velg mini itu rawan pengok juga saat melintasi lobang di jalan secara tidak sengaja.
Rata rata para remaja ini terpengaruh lingkup pergaulan, kedewasaan yang masih labil membuat remaja mudah terprovokasi tanpa pikir panjang

apalagi kesehariannya cenderung bergaul dengan temannya yang seumuran dan sama pola pikirnya.
Yah.. Lingkup kehidupan. Di mana kita menetap, dengan siapa kita bergaul, tanpa sengaja akan membentuk pribadi sesorang. Meskipun hal tersebut bukan suatu kepastian, tapi cenderung benar.
Lingkungan yang mengekang belum tentu membuat seseorang minder dalam bergaul. Bisa jadi jika lepas dari kekangan keluarga akan bertindak dan bersikap semaunya sebagai wujud balas dendam akan lingkungan keluarganya.

Tapi sekali lagi lingkup pergaulan menjadi sumber inspirasi yang membentuk pribadi seseorang. Contoh sederhana berkata “kotor atau jorok” karena terbiasa bergaul dengan orang orang yang serupa, sadar atau tidak seseorang akan ikut ikutan berkata kotor atau jorok.

Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang kotor perkataannya menyebabkan orang lain berkata kotor pula”. (Lihat : Ibnu Hibban 5177, Mawaridu Al Dzam’an 1566, Ahmad 6514, Kasyfu Al-Khafa 736, Hadits Hasan).

Disinilah (menurutku) pribadi itu terjajah dan digerogoti jatidirnya dan berubah menjadi pribadi yang lain. Sedikit demi sedikit moral bergeser tanpa disadari karena kebiasaan dan kontinyu melihat, mendengar dan mengucapkan.
Demikian pula dengan tingkah polah yang lain bergeser dan berubah secara pelan tapi pasti.

“ Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat maka hendaklah ia berkata baik atau diam”. (Bukhari dan Muslim).

image

114. Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

Maka dengan tulisan ini saya mengingatkan diri saya pribadi… Yah..menulis sebagai salah satu ikhtiar pengingatku dan dengan momen ramadan ini semoga benteng diri smakin kuat dan mampu menghindarkan kita dari berucap dan bertindak sia sia.

Ya Allah Ya Rahman ya Rakhim..Selamatkanlah kami di ramadan ini dan pertemukanlah dengan ramadan tahun depan. Amin.
Wassalamu’alaikum

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Al-Quran, Alloh, motomania, motorcycle, Renungkanlah, safety ride dan tag , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Ban Cacing dan Lingkup Duniawi

  1. #99 bro. berkata:

    punyaku malah tak gedein..
    #gak ikut arus karna aku suka yang gede..

  2. purwo berkata:

    spirit to write…!!

  3. Ping balik: Ilustrasi Malam Minggu « Triyanto Banyumasan Blogs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s