Semua Produk Injeksi, Its Oks, tapi Bengkel Kecil Mati…


Kabar AHM yang akan secara bertahap menginjeksi semua produknya sudah tersebar, tidak pandang bulu semua produk AHM, tidak terkecuali entry level semacam mini skutik dan bebek aka moped, hal ini mengiringi akan diberlakukannya motor wajib lulus Euro 3 pada masa yang akan datang (disinyalir pada tahun 2014), nah untuk mempersiapkan dengan dini menghadapi hal tersebut maka AHM mulai memainkan jurusnya, berawal dari Supra X 125 PGM-Fi.

Ya… bebek merupakan kendaraan yang identik dengan rakyat kecil (meski banyak bos yang pakai bebek juga), dan selepas atawa  servis gratisannya habis, biasanya mereka (rakyat kecil pemilik motor bebk) memilih bengkel biasa yang bukan bengkel resmi, alasan lebih murah. Nah..jika semua bebek pakai mesin injeksi apakah bengkel nonberes mampu memperbaiki system injeksi tersebut, pasti banyak owner bebek injeksi yang meragukannya dan memilih bengkel resmi untuk menanganinya. Karena alat diagnosa injeksi kemungkinan tidak dijual bebas oleh pabrikan demi mengamankan posisi 3S atawa beresnya sendiri.

Namun sekali lagi dipikir, bagi rakyat yang memakai injeksi akan lebih save, karena mesin injeksi disinyalir jarang rewel tidak seperti mesin berkarbu (katanya). Dan jika ini merupakan awal dari regulasi, di mana AHM adalah Pioneer roda 2 baik nasional maupun internasional, maka pabrikan lain disinyalir akan “terpaksa” mengikutinya dan inilah awal petaka bagi bengkel kecil, paling mereka bisa nanganin ganti ban,kanvas rem, pelk dan hard were saja, untuk mesin…? Sulit dipercaya, nah tentu pendapatan si bengkel non beres akan berkurang, bahkan mungkin ada yang gulung tikar, atau semua beralih menjual produk aftermarket dan pernak pernik motor… jadi solusi apa yang baik ? Baik bagi rakyat sebagai konsumen dan baik juga bagi rakyat yang mengais rizki dengan membuka bengkel kecil.

Semoga pabrikan ga pelit dan nyari untung sendiri, mau berbagi teknologi dan mengedukasi lingkungan sekitar di luar 3S nya, mungkinkah ? Kita tunggu saja, apakah langkah ini demi mengamankan bumi dari polusi, atau sekedar mengamankan pendapatan semata (karena pemilik motor injeksi pasti akan lebih prever ke bengkel resmi), semoga begkel motor non beres mampu mengimbangi seperti bengkel mobil di era perpindahan teknologi mobil yang dulunya non injeksi dan masuk teknologi injeksi.

Wassalamu’alaikum

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di ATPM dan tag , , . Tandai permalink.

23 Balasan ke Semua Produk Injeksi, Its Oks, tapi Bengkel Kecil Mati…

  1. mas wahyu berkata:

    MaSih ada yg setia dgn karbu kok

  2. matinman berkata:

    kayaknya bengkel kecilnya yang mesti ditingkatin profesionalismenya!arah perkembangan teknologi kn semangkin maju..gitu jg bengkel2 kecil!mesti proaktif belajar untuk sesuatu yg baru..kalo gk gt,indonesia secara umum akan selalu ketinggalan sama negara lain

    • Rainbow berkata:

      setuju banget ma komen ini. jadi, agar berimbang dan adil, yang punya warung juga kudu bikin artikel yang nganjurin bengkel2 kecil ningkatin kemampuan teknis, manajemen, dan kepuasan pelanggan. bukannya bela motor injeksi, tapi yang namanya perubahan itu tetap.

  3. warung DOHC berkata:

    lama2 juga banyak product untuk repair kit ijection system kok kang! #sekarang aja masih mahal, karena masih terbatasnya riset product lokal…….. nunggu BRT yg smart but cheaper 😛

  4. EXYBAND berkata:

    Rejeki udah ada yg ngatur mas bro…

  5. maman berkata:

    sulit untuk menandingi kerasnya teknologi, kasusnya hampir sama ditempat saya, tukang becak “dibunuh” pake handphone

  6. dara berkata:

    Konsumen juga digiring pake pertamax biar motornya awet.. Bagus lah..

    Mudah2an BAI ngasi layanan upgrade sistem injeksi berhadiah ringtone ama wallpaper..xixi

  7. exciters berkata:

    ndak juga mas rejeki sudah ada yang ngatur.

  8. sunarno2010 berkata:

    motorku masih produk lama kok awal 2000-an

  9. bapakeValen berkata:

    jika semua motor mayoritas injeksi, bengkel kecil harus bisa meningkatkan profesionalitas & ilmu..
    dalam hal ini pihak ATPM juga harus ikut membantu mereka dengan membagi ilmu tentang injeksi… sukur2 ada program pelatihannya..

    http://valkyla1723.wordpress.com/2011/11/24/biker-harley-masih-juga-tidak-sopan/

  10. bauasem berkata:

    pendapat ane sesuai sama paragraf terakhir bro,
    di bengkel mobil juga awalnya pada takut gitu,
    ternyata toh sekarang mekanik tetep bisa survive 🙂

    mudah mudahan di motor yang populasinya banyak lebih bisa survive,
    ditambah lagi populasi motor non-injeksi taun 2014 masih banyak pasti
    jadi motor motor karbu yang ada bisa jadi masa transisi biar ga terlalu kaget

  11. mang berkata:

    kekhawatiran yang berlebihan. selagi prinsip “belajar akan berhenti bila mati” kondisi lingkungan berubah-ubah pun ga jadi masalah. walanya emang sulit, tapi klo tekun pasti bisa

  12. najib berkata:

    salah kalo dibilang bengkel kecil mati ….
    Bengkel kecil ya masih tetep bisa service mesin dan kawan2nya , kecuali setting injeksinya
    Lalu motor-motor non injeksi juga masih banyak yang pake ….

  13. boombox walker berkata:

    bro, itu juga akan sama halnya dg semakin banyak jualan motor maka pengusaha angkutan umum gulung tikar karena bnyk yg beralih berkendara motor drpd naik angkot? yg harus dilakukan ya berusaha utk adaptasi. ini prinsip hidup, ga beradaptasi akan punah. yg penting adalah kreatifitas mas bro. klo cuma berharap ga berubah ya ga akan berkembang

  14. berkunjung sob..salam blogger
    sukses selalu yah..:)

  15. ora mutu berkata:

    kalo cuma mau irit, tuh ada karburator yg bisa tembus 1:73
    kalo mau uero3, tuh udah ada yg klaim bahwa pakai karburator dan knalpot tanpa pakai CC pun udah bisa uero3.
    ngapain….repot-repot, sniff….sniff….sniff…..

  16. ipanase berkata:

    bengkel kecil beli injeksi tool, beres

  17. ryo berkata:

    kan motor karbu yang beredar dah jutaan… jadi belum tentu usahanya matilah… 🙂 masih ada waktu juga buat belajar injeksi…

  18. yoyokal berkata:

    Bengkel kecil gak akan mati karena perawatan motor khan macem-macem seperti ganti olie, kampas rem, ganti busi, ganti ban, setel rantai, dll. Lagipula karena bagian injeksi jarang rusak, bahkan menurut cerita minim perawatan, jadi pekerjaan mereka hanya kurang satu saja, yaitu tidak lagi (jarang) membersihkan karbu.

  19. irvie_cix berkata:

    bengkelnya kecil ga masalah yg penting otak mekaniknya gede.. pasti akan tetep hidup 😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s