Rangkul Pemerintah, Tancapkan Cakar Marketing


Dunia dagang memang berkaitan erat dengan budaya dan adat istiadat, serta tidak lepas dari govermen alias pemerintahan yang ada tempat si pedagang berdomisili atau menggelar dagangannya….. Nah dalam dunia dagang ini, misal yang jual sutiker nggelar lapak di emperan toko atau pinggiran jalan, maka biar lancar dan tidak diganggu petugas macam Pol PP atau sekedar preman penguasa wilayah, si pemilik lapak wajib setoran sesuai ketentuan, ini versi kecilnya, bagaiman versi raksasanya macam dagangan otomotif di negeri ini ?

Tentu berbagai hal berkaitan, salah satunya adalah sarana dan prasarana, konsumen dan sarana bagi konsumen, mendekat ke konsumen kelas kakap untuk menangkap dan caper pada konsumen kelas teri yang merupakan potensial customer sebenar-benarnya, pegang pala, maka buntutpun ngikut, mungkin seperti itu gambarannya, fasilitas jualan otomotif, tentu saja jalanan yang utama, ngapain jualan barang beroda kalo gak ada jalnnya, macam roda 2 atau lebih apalagi mobil pribadi yang notabene makin diperlukan, makai semaunya, ga kehujanan, macet ada ac dan full musik, jalan dibangun adlah alasan menghindari kemacetan.

Ya dengan makin bertambahnya isi jalanan, maka pemerintahpun punya alasan untuk membangun jalan baru demi “RAKYAT” katanya, padahal…. jika kita peka, ongkos membangun jalan tol dalam kota senilai trilyunan rupiah yang sedang ditender, akan lebih dirasakan manfaatnya jika dana dari pajak rakyat alias “UANG RAKYAT” tersebut dipakai memaksimalkan “BRT” Bus Rail Train alias TransJakarta atau Busway, karena MRT masih ngesot cing, lebih baik gantikan semua trayek angkot dan bus dalam kota.

bayangkan jika semua jalur tujuan trayek “MIKROLET, KOPAJA” digantikan oleh “BUSWAY” dengan bus yang adem dan layak jalan serta bebas preman, tapi jika para pemimpin negeri ini masih mementingkan pandangan instan pembebasan macet dengan tol, maka permasalahan real negeri ini dan kota ini pada khususnya, bukan makin beres malah makin baplang kaya kumisnya Pak Raden, melebar dan melar kemana-mana, pertumbuhan otomotif tak kan mudah distop, karena kendaraan pribadi masih dianggap paling aman dan nyaman untuk menempuh perjalanan, keseharian dan kemanapun rakyat membutuhkannya.

Silahkan direnungkan, dan bayangkan jika kota jakarta ini penuh kendaraan pribadi tanpa ada perbaikan fasilitas mass transportasi seperti jalur busway, harus ada penambahan koridor dan menggantikan trayek angkutan yang sudah ga nyaman bahkan juga tidak aman, bagaimana jika sorang calon penumpang sudah berpikiran bahwa dalam angkot yang ditumpanginya berisi copet dan pemalak. Yo mending numpak bebek tho ? Dan pemikiran itu terus berkembang, maka selamnya jalnan penuh dan numpuk. imho

Wassalamu’alaikum

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di ATPM, Jalan jakarta, Manajemen dan tag , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Rangkul Pemerintah, Tancapkan Cakar Marketing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s