Jalitheng (Pulsar 220) 3 Laps @ Sirkuit Monasco…. Mangtabb..!!


Setelah mendapatkan STNK, maka Pulsar 220 DTS-Fi ku si Jalitheng kucoba rasakan performa dan handling dengan pemakaian sehari-hari, secara bobot motor yang cukup berat dibanding motor Jepang sekelas macam Tiger maupun Scorpio, bahkan dibanding Ninja 250 saja sepertinya beratan si Jalitheng, karena tingginya yang bikin jinjit, sedang Ninja 250 Biar Bongsor tapi posisi duduk ga jinjit jadi enteng dalam keadaan mati untuk digeser sambil duduk di atasnya.

Biarpun demikian, jika sudah jalan si Jalitheng terasa mantab, buat lurus maupun manufer, meski aku belum berani full throtle di straight, tapi untuk cornering handling anteng… shock depan yang macho mumpuni menahan goncangan, double shock belakang yang memakai nitro serasa monoshock… empuk dan bisa disesuakan kekearasannya. SelanjutnyaUntuk membuktikan kehandalan handling ini, maka setiap hari ..ya emang buat harian, dan pada kesempatan pulang nguli mendekati tengah malem, kucoba melintas jalan seputaran Monas yang terkenal dengan Sirkuit Monasco… 😀

Monas malam Minggu ga pernah sepi

Setelah selesai dinner (boso ngendi kiye ? 😀 ) sambil briefing sama juragan di Coto Makasar Pasar Seni Ancol, maka jam 23.30 alias setengah 12 malam, tepatnya malam minggu (nyadar ketika nyampai Monas banyak yang nongkrong beberapa Club motor) kemaren. Keluar Ancol langsung belok masuk Jalan Gunung Sahari, sepanjang jalan Gunung Sahari santai saja karena bareng temen yang memakai Honda Beat mau lurus ke Clilitan, selanjutnya aku belok kanan masuk Jalan DR.Sutomo setelah sekitar 300 meter lanjut belok kiri (hati hati karena pertemuan belokan dari araha depan yaitu jalan Veteran) masuk jalan Gedung Kesenian sekitar 50 meter, belok ke kiri (hawas dari kiri ada kendaraan dari Gunung Sahari dan Pejambon) masuk jalan lapangan banteng utara sekitar 100 meter, belok kanan (awas dari kiri kendaraan dari Lapangan Banteng Barat) sejajar Katedral sepanjang kurang lebih 50 meter, langsung kiri (Awas kendaraan yang ke kanan,kalo kanan balik ke DR. Sutomo) masuk jalan veteran sekitar 300 meter, ambil kiri (belok kiri lampu merah wajib berhenti, awas polisi ngumpet) masuk Jalan Veteran 3 sekitar 100 meter, belok kanan (awas  kiri kendaraan dari Medan Merdeka Timur) masuk Jalan Medan Merdeka Utara sekitar 100 meter belok kiri masuk Medan Merdeka Barat mendekati patung kereta kuda

belok kiri masuk Merdeka Selatan di sini terlihat banyak rombongan Thunder 125 full box, aku pun memberi isyarat klakson  dan jempol yang langsung dibalas sepadan, ternyata ada rider Ninja 250 Naked black keren dengan knalpot free flow menggeber mengejar dan melewatiku dengan entengnya, tapi ini jalan raya bung bukan Sirkuit, maka akupun coba membayanginya dan saat belokan yang paling kucinta menuju Pintu Monas Silang Tenggara aku melewatinya dengan Cornering layaknya Pedrosa Mengovertake Stoner di Misano (lebay…. Puolll… :mrgreen: ) dan Nyosssss… sukses di depan, mendekati Pintu Monas Silang tenggara, depan pintu masuk stasiun Gambir siap siap Cornering kanan 270 derajat dengan kecepatan amat rendah (40 Kpj) ga berani lebih, langsung siap ambil kiri …mak.. sluruppp… (awas kanan, kendaraan dari Thamrin) masuk Merdeka Timur sejajar Stasiun Gambir,  Selanjutnya nyantai dan si Ninja plontos yang emang keren kembali melewatiku, kukejar dan kujejeri terus klakson dan menunjuk motornya kuberi Jempol, dia balik ngasih Jempol, si N250 ambil kanan menuju Pejambon, sedang aku ambil kiri menuju Merdeka utara, berhenti sesaat di Pintu Silang Monas timur untuk ngejepret Jalitheng

Ngegaya kaya penampakkan...

lanjut mencoba lagi sirkuit Monas ini 2 laps lagi dan handling Pulsar 220 DTS-Fi emang mnatap benar… sempet diovertake sama Mio Soul dengan rider yang gape banget handlingnya (cenderung sruntulan si.. imho) meliuk dan mampu menhindari kendaraan didepanya dengan spontanitas yang sungguh diluar dugaanku, mak..wes..wes..  aku ga berani dan emang ga nafsu buat ngejar, lha niat awal memang ngetest handling si Jalitheng, bukan mau balapan, di staight ga berani lewat 8.000 rpm, soale belum servis pertama, masih oli bawaan dealer je… 😀

Setelah 3 Laps lanjut Veteran lurus ke arah Tomang, sempet ngejar N250 lagi tapi ga begitu nafsu, masuk Tomang belok kanan S Parman arah Grogol melewati Taman Anggrek, dan setelah Untar juga  Mall Ciputra ambil kiri masuk Daan Mogot menuju Cengkareng buat bobo, di Daan mogot di overtake sama bebek Supra X 125, yang larinya ngibrit dan semrinthil, pengen ngajar malu ndiri (ga berani full throtle, takut seal oline jebol ngko bleweran xi..xi.. :D) … lewat Jembatan Gantung, lanjut putar arah mendekati Cengkareng, ambil kanan ke utara menuju Kapuk, buat bobo malam…. SEE YOU..

Wassalamu’alaikum 

32 respons untuk ‘Jalitheng (Pulsar 220) 3 Laps @ Sirkuit Monasco…. Mangtabb..!!

  1. sebelum bawa si hitam Pzoo, sy pake matik sm bebek selalu full throtle ga pernah mau ngalah lawan sejenis at sport, tapi stelah bawa Pzoo rasanya ga napsu walaupun di goda apalagi sama mati, perasaan bawa bebek saja ga pernah kalah apalagi bawa Pzoo, sekarang lebih pada ngerasain nikmatnya bawa Pzoo antara 80 – 100 kpj, wuih…. ena.. e…

    Suka

Tinggalkan Balasan ke asmarantaka Batalkan balasan