Fasik..


Bagaimanakah kejadian kaum dan negeri orang2 yg fasik??Allah meperlihatkan
kampung org-org seperti Fir’aun, ‘Aad, Tsamud dan sebagainya yg kampung-kampung itu hancur bersama mereka akibat kejahatan dan kefasikan mereka

Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh(*) (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): “Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya(**), nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik(***).(Al A’raaf 145) [*]. Luh ialah: kepingan dari batu atau kayu yang tertulis padanya isi Taurat yang diterima Nabi Musa a.s. sesudah munajat di gunung Thursina. (**). Maksudnya: utamakanlah yang wajib-wajib dahulu dari yang sunat dan mubah. (***). Maksudnya: Allah mmeperlihatkan kampung orang-orang fasik seperti Fir’aun, ‘Aad, Tsamud dan sebagainya yang kampung-kampung itu hancur bersama mereka akibat kejahatan dan kefasikan mereka.


“Hai org-org yg beriman, jika datang kpdmu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dgn teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kpd suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yg menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Al Hujuraat 6)

FASIK Berasal DARI Bahasa ARAB Yang Berarti : Sudah TAHU, Sudah MENGERTI, Sudah PAHAM Tetapi Tidak MAU MemPRAKTEKkan Atau Tidak MAU MELAKSANAKANnya Dalam Kehidupannya. FASIK Adalah Bagian Dari Sifat KAFIR Karena Hasil Akhir Dari Sifat FASIK Adalah Tidak Melaksanakan Ayat-ayat ALLAH Secara KAFAH (UTUH) -memilih dan memilah sekehendak dia mau mengakui dan melaksanakannya-
“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas Dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik” (Al Baqarah : 99)
“Barangsiapa yang berpaling sesudah itu, Maka mereka itulah orang-orang yang fasik” (Ali ‘Imran : 82)

“Rasulullah s.a.w bersabda: Mencaci dan memaki orang-orang Islam adalah fasik Dan memerangi mereka adalah kafir” (Hr. Bukhari & Muslim)

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, Mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik” (Al An’aam : 49)

“Orang yg bermuka dua di dunia, adalah baginya pada hari kiamat mempunyai dua lidah dari neraka” (Hr. Abu Daud dari Amar)

Rasulullah SAW “Allah telah berfirman kpd penghuni neraka yg PALING RINGAN siksaannya: Seandainya kamu mempunyai dunia yg penuh dgn kelengkapannya, Maukah kamu menebus dirimu dgn semuanya itu? Orang itu menjawab: Ya! Allah berfirman lagi: Aku telah meminta daripadamu sesuatu yg lebih ringan berbanding dgn perkara ini ketika engkau berada di tulang sulbi Nabi Adam, Yaitu agar engkau tidak menyekutukan Aku. Aku menyangka engkau melaksanakan permintaan tersebut. Allah berfirman: Aku juga tidak akan memasukkan kamu ke dalam neraka, tetapi kamu ingkar dan tetap menyekutukan aku” (H.r Bukhari & Muslim)

Dan Allah berfirman ”Katakanlah ‘Jika kamu mencintai Allah ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali ‘Imran : 31) …  Sebab turunnya ayat ini adalah bahwa para sahabat Nabi SAW berkata kpd beliau “Wahai Rasulullah sesungguhnya kami menyintai Tuhan kami dgn kecintaan yg amat mendalam.” Maka Allah sangat berkenan menjadikan tanda kecintaan ini dgn menurunkan ayat tersebut.

Rasulullah SAW “Ada 3 jenis manusia yg di dalam dirinya terdapat manisnya iman. Yaitu hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada selain keduanya hendaknya mencintai seseorang hanya semata-mata krn Allah dan hendaknya membenci kekufuran sesudah Allah menyelamatkannya dari kekufuran itu sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam api neraka.” Barangsiapa mencintai Allah dan Rasul-Nya dgn kecintaan sejati dan keikhlasan hati yg paling dalam maka ia dituntut utk dgn sepenuh hati mencintai Allah dan Rasul-Nya dan membenci apa yg dibenci Allah dan Rasul-Nya. Kemudian ia berkewajiban mewujudkan kecintaan dan kebenciannya melalui seluruh anggota tubuhnya sesuai dgn ketentuan yg telah digariskan. Apabila anggota tubuhnya melakukan sesuatu yg bertentangan dgn ketentuan tadi maka hal ini menunjukkan ketiadaan rasa cinta yg sejati di dalam dirinya. Dan ketika itu seseorang diharuskan memohon ampunan dan taubat kpd Allah dari perbuatan tersebut seraya berusaha menyempurnakan kembali cinta yg semestinya. Wahai hamba Allah ketahuilah sesungguhnya perbuatan maksiat timbul krn mendahulukan kpd hawa nafsu individual ketimbang cintanya kpd Allah dan Rasul-Nya.

Saudaraku smuanya maka dari itu kita diharapkan menjaga dan menjaga keyakinan ini benar2 terjaga dlm hati apapun yg terjadi.Karena apa yg kita ragu dgn memilih dan memilah ketaatan?Dengan tidak utuh menerima perintahNya dgn pernyataan segala hal yg menyebabkan kita sendiri terjerumus dlm jurang keabadian.Padahal Allah sebelumnya telah ridha!Sejak wahyu terakhir turun, Allah ridha dgn umat Muhammad SAW.Bahkan Allah menawarkan bahwa bila kita diberikan dunia dan segala isinya apakah mau kita menebus dosa kita dgn itu?Iya.. kita akan tebus dosa kita dgn itu demi keridhaan Allah.

 

>>>>>>>>>>Bersambung>>>>>>>>>>

Wassalamu’alaikum..

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Al-Quran, Alloh, Ngaji, Ngeblog, Renungkanlah, Rosulluloh dan tag , , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Fasik..

  1. agungsevi berkata:

    wah … kuliah terbuka nich…
    bermanfaat!!

  2. @Agung Sevi : aku jg blajar
    @Pak Ama : suwun Pak Guru

  3. kang_ulid berkata:

    like this…
    moga kita termasuk orang2 yg diberi petunjuk-Nya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s