Terlelap di MRT


Mass Rapid Transit atau akrab disapa MRT, adalah moda transportasi masal baru kebanggan ibukota, DKI Jakarta. Meski sudah cukup lama dilauncing euvorianya masih terasa sampai saat ini. Transportasi masal yang tidak jauh beda dengan Kereta Listrik Commuter Line ini baru memiliki satu jalur lintas perjalanan yang beroperasi, yaitu Selatan – Utara , tepatnya Lebak Bulus menuju Hotel Indonesia (HI) dan sebaliknya, denagn 13 stasiun aktif. Sedang jalur lintas Barat – Timur masih uji kelayakan.

Lanjutkan membaca Terlelap di MRT

MRT Jakarta …Masih Terus berharap…


gambar dari Pak Saranto

Membaca postingan Pak Saranto tentang perencanaan MRT Jakarta, Koridor Utara – Selatan selesai 2018, Koridor Timur – Barat selesai 2027  , sepertinya kita masih bisa berharap banyak, alias berharap sangat karena banyak yang masih perlu direalisasikan oleh pemerintah yang kadang kita meragukannya, dulu kita berharap banyak akan monorail, hampir kita berbangga dengan melihat tiangnya mulai berdiri dan sekarang tiang itupun tinggal tiang belaka, layaknya prasasti purbakala, bahkan sebagian ada yang jadi pencabut nyawa pengguna jalan.

Tapi rencana Mass Rapid Transit  (MRT ) yang masih cukup lama penyelesaiannya, mudah-mudahan itu bukan lagi janji manis yang sekedar membius kuping rakyat dari birokrat. tentu kita berharap banyak akan rencana tersebut segera terealisasi, tapi kita juga sadar diri betapa kompleknya permasalahan transportasi di negeri ini, dari pembebasan tanah sampai bebagai kepentingan yang ikut menunggangi.

Contoh sederhana, jika transportasi massal baik dan mampu mengakomodasi segenap lapisan masyarakat, lalu siapa yang akan beli dan memakai kendaraan pribadi, inilah sebuah dilema bagi pabrikan kendaran pribadi, bukan berarti saya menuduh mereka ikut andil dalam memacetkan pengembangan transportasi publik dinegeri ini, tapi negeri ini adalah lahan subur bagi dagangan otomotif, baik roda dua maupun lebih. Jadi ask Your Mindlah

Mass Transportasi harus terealisasi apapun alasannya, atau selamanya kita akan menghisap debu-debu yang berterbangan diantara kendaraan pribadi. Terus rendah diri memandang Singapura dan Jepang, cuma bisa dengar cerita atau sekedar menikmati seskali kala berlibur kesana. IMHO. Wassalamu’alaikum