Hasil balap Moto2 Eropa, CEV Repsol di sirkuit Albacete, Spanyol, Dimas Ekky, pebalap asuhan Astra Honda Racing Team, melakukan starting dari grid 2 harus menelan pil pahit, sepahit harapan penggemar balap roda dua tanah air. Dimas Ekky tercecer di urutan 6.
Hafizh Syahrin #55 podium 1
Saya tidak sempat streaming keseluruhan race Moto2 Eropa ini, Karen bertepatan waktu Magrib dan kuota internet yang sekarat. Saat streaming lagi, sudah tinggal 2 laps terakhir.
Yang memimpin race justeru Hafizh Syahrin #55 yang menempati starting grid 6 dalam Qualifikasi (cek hasil Qualifikasi moto2 CEV Repsol Albacete 2017). Pebalap Malaysia, yang membesut motor Kalex, jadi ingat Johan Zarco, semoga segera menyusul ke motoGP, berkompetisi di kelas Moto2 dunia.
Final result Europen Championship moto2 CEV Repsol Albacete Spanyol
Yang seru di lap lap terakhir adalah perebutan podium 3, antara Agusto Fernandes dan Stevan Odendaal. Bahasa gaulnya cucuk-cucukan di tiap tikungan bikin deg-degan, takut saling senggol dan crash.
Podium Moto2 CEV Repsol Albacete, Spanyol 2017, podium 1 Hafizh Syahrin #55, Podium 2 He tor Garzo #14, podium 3 Agusto Fernandes #37. Masih bersyukur, pebalap Asia memimpin.
Menunggu aksi Dimas Ekky di Moto2 dan Andi Farids Izdihar (Andi Gilang) di Moto3 dalam ajang CEV Repsol Albacete hari ini, saya mencari referensi stasiun TV atau web yang menyajikan siaran langsung dari Spanyol. Sayang, tidak ada tv lokal yang menayangkan, bahkan fox sport 1 dan 2 pun tidak.
Stasiun TV dan WEB yang menayangkan CEV Repsol Albacete 2017, hari ini
Seperti pada list stasiun TV dan web yang menayangkan siaran langsung CEV Repsol di atas. Harapan menonton hanya pada web FIM CEV Repsol di channel YouTube. Dan hal ini, tentu perlu kuota internet yang lumayan, minimal menonton 19 laps Moto2, untuk melototin Dimas Ekky. Siapkan kuota internet
Sesuaikan jam tayang dengan Waktu Indonesia Barat, kalo ga salah lewat 2 jam
Hasil Race Dimas Ekky dalam ajang CEV Repsol Moto2 Albacete 2017, sudah ditunggu-tunggu
Dimas Ekky #20
CEV Repsol Moto2 Albacete 2017, Spanyol, sayang tidak ada stasiun tv lokal yang menyiarkan. Padahal motoGP yang hanya nitip tulisan “,Satu Hati” dan “Semakin di Depan” , begitu dielukan. Tidak ada pebalap Indonesia di sana. Bahkan pebalap Asia, Takaaki Nakagami (di Austin meraih podium), yang cukup berpotensi adalah di kelas moto2, bukan kelas utama. Barisan Pebalap Asia di moto3 CEV Repsol Albacete
Cev Repsol Moto2 Albacete 2017. Alhamdulillah, cukup membanggakan, Pebalap Indonesia asuhan Astra Honda Racing Team, Dimas Ekky dengan nomor motor #20, meraih posisi 2 dalam babak Qualifikasi. Dimas Ekky #20 starting grid 2
Race Cev Repsol Moto2 Albacete, yang akan digelar hari ini, 30 April 2017 4:40 PM atau 16:40 wib. Bagi yang ingin menonton, siapkan kuota internet, sila live streaming lewat Chanel FIM CEV Repsol di YouTube. Andi Gilang Farids #34 strating grid 11, grup A
Andi Farid Izdihar (Andi Gilang) #34 dalam moto3 CEV
Untuk kelas Moto3, Pebalap Indonesia yang andil adalah Andi Gilang dengan nomor motor #34, akan start dari grid 11. Lumayan, karena pada sesi Qualifikasi, Andi sempat crash. Kita doakan, semoga Pebalap Indonesia ini meraih prestasi terbaik dan mengharumkan Bangsa ini. Aamiin
Hasil Ajang balap roda dua JSB 1000 Suzuka Semi Endurance, yang di Jepang bertajuk, NGK Spark Plugs Suzuka 2&4 Race dalam All Japan Road Racing Championship 2017, sungguh sulit mencari referensi beritanya. Kebanyakan berbahasa Jepang dengan huruf ‘garis saling silang’ itu.
qualifikasi, Tim Satu Hati Honda Team Asia, start dari grid 19 (terjemahan google android)
Balap sekaligus ketahanan fisik pebalap dan mesin sepeda motor sejauh 200km atau 35 laps sirkuit Suzuka itu membuat saya penasaran, karena Dimas Ekky yang tahun lalu balap sendirian bersama tim Satu Hati Honda Team Asia, kali ini tidak ikut serta. Satu Hati Honda Team Asia diisi pebalap Thailand dan Malaysia, rekan Dimas Ekky dalam ajang Suzuka Endurance 8Hours, Ratthapong Wilairot dan Zaqhwan Zaidi. Dengan nomor motor #70.
starting suzuka 2&4 race
Mengapa saya membahas Suzuka 2&4 Race (JSB 1000) ini? Karena ajang NGK Spark Plugs Suzuka 2&4 Race ini bisa dibilang test kelayakan untuk ikut dalam ajang yang lebih bergengsi, yaitu, Suzuka Endurance 8Hours. Suzuka 2&4 Race adalah try out menuju Suzuka Enduran 8hours, yang akan digelar pada 27-30 Juli 2017 nanti. Jika dalam ajang try out ini gagal (Suzuka 2&4 Race hanya 35 laps, 200km), bisa jadi dalam ajang yang lebih sadis, lebih bergengsi, Suzuka 8hours, 8 jam menggeber motor 1000cc hingga gelap menempuh 204 laps, tim akan sulit bertahan, meskipun, dari kesalahan atau ketidak sempurnaan ajang 2&4 Race, tim bisa berbenah, inilah poinnya. Mudah-mudahan Dimas Ekky bisa memperkuat tim. Apalagi Dimas sudah pemanasan di ajang CEV, Moto 2 European Championship. Karena ajang Suzuka 8Hours, sangat bergengsi bagi pabrikan sepeda motor. Dulu, ajang ini, gengsinya setara dengan MotoGP500. Eranya Mc Doohan.
Dari berbagai penelusuran ke web-web yang menyajikan berita balap roda dua Asia, akhirnya saya menemukan di web Kawasaki Global, Japan. Dan ternyata, tim Satu Hati Honda Team Asia, tidak masuk 20 besar, padahal starting dari grid 19, saya pikir dari grid 10, seperti yang saya tulis di postingan tulisan Satu Hati, wakil balap JSB 1000, NGK Spark Plugs Suzuka 2&4 Race 2017 . Dari data Final Result atau hasil Suzuka 2&4 Race di atas, hanya ditulis 20 besar saja, karena posisi minimal adalah 20 untik meraih poin 1 dan tidak ada nama tim Satu Hati, kesimpulannya, tim tersebut tidak masuk 20 besar.
Tim Satu hati Honda Team Asia sempat memperbaiki posisi ke 18
Tidak ada berita yang melansir hasil akhir dari tim yang membawa kata berbahasa Indonesia itu. Sampai akhirnya saya coba translete, berita berhuruf Japan dari web mfj.supebike.jp (MFJ Superbike). Dari web Jepang tersebut, saya menemukan catatan hasil race 200km tersebut. Tim Satu Hati Honda Team Asia, yang bernomor motor #70, memulai starting dari grid 19. Dari data di atas (lingkaran merah), dapat dilihat, Satu Hati bertahan di urutan 19 hingga 2 laps awal, dan pada lap 3 memperbaiki posisi, naik ke posisi 18, bertahan hingga lap 5. Nah yang aneh, ternyata, pada lap berikutnya, mulai lap 6 sampai 35, nomor motor #70 tidak ada di daftar, artinya, Satu Hati berhenti balapan. Bikin Patah Hati saya yang penasaran.
Untuk hasil lengkap balap JSB 1000, NGK Spark Plugs Suzuka 2&4 Race 2017, silahkan klik halaman 2.
Maklum, saya bukan pemerhati balap roda dua, sekedar suka, iya. Nah, semenjak menonton ajang ARRC, saya lebih suka menonton pebalap Indonesia, seperti Gerry Salim, Ahmad Yudhistira dan kawan-kawan serta pebalap Asia, jika di ajang tersebut tidak ada wakil Indonesia.
Hasil Moto2, GP Austin, Amerika, adik pebalap Honda Repsol di MotoGP, Mark Marquez #93, Alex Marquez #73 lagi-lagi gagal podium.
Maq#73 terlalu agresif, kerap melebar di tikungan
Setelah serie sebelumnya di GP Argentina #73 crash di last lap jelang finis, pada GP Amerika kali ini, Maq #73 gagal podium karena kesalahan sendiri. Gaya balap Maq #73 terlihat ‘sruntulan’ atau masih labil.
Mulai dari melebar ke gravel yang membuat sepeda motornya ‘goyang dombret’, serta terlalu nafsu di tiap tikungan yang membuat motornya melebar.
Star dari posisi 3, Maq #73 mampu menyalip dan memimpin race sampai beberapa lap. Hingga gaya balapnya yang terlalu agresif membuat dia melakukan kesalahan di tikungan 15, melebar hingga turun posisi 5. Dan rekan 1 timnya di EG 0,0 Marc VDS, Franco Morbidelli yang start dari posisi pertama, kembali memimpin balapan hingga akhir lap dan podium 1.
Podium 2 diraih Thomas LUTHI dari tim CarXpert Interwetten, yang start dari posisi 5, podium 3 diraih pebalap Asia, Takaaki Nakagami dari tim Idemitsu Honda Asia, yang start dari posisi 4.
Suzuka Endurance. Sebenarnya saya mencari referensi balap Suzuka Endurance 2&4 race, tapi belum dapat yang mudah diakses. Penasaran karena kelas JSB 1000 yang bertajuk NGK Spark Plugs Suzuka 2&4 Race, Satu Hati Honda Team Asia, yang disponsori Astra Honda Motor, gelaran kali ini tidak mengikutsertakan pebalap Indonesia.
Dalam ajang ketahanan fisik dan mesin sepeda motor sejauh 200 km (35 laps sirkuit Suzuka) itu, Tim Satu Hati Honda Team Asia, diisi pebalap asal Thailand, Ratthepong Wilairot dan pebalap asal Malaysia, Zaqhwan Zaidi. Ratthapong dan wilairot
Sementara Gerry Salim yang oleh sebagian penggemar balap roda dua tanah air diharapkan mewakili nama Indonesia (menggantikan Dimas Ekky), oleh AHRT nampaknya lebih difokuskan pada ajang ARRC kelas AP250. Meski, kabarnya, Minggu lalu, Gerry sempat turun di 76Trial Game Asphalt, di Solo. Entahlah, mungkin ada pertimbangan lain, misal pengalaman Gerry dengan mesin 1000Cc belum mumpuni. Dimas Ekky
Dimas Ekky, yang pada gelaran Suzuka 2&4 Race, JSB 1000 tahun lalu (2016) bertarung sendirian (sementara tim lain mengandalkan 2 pebalap bergantian), tahun ini nampaknya lebih difokuskan di gelaran Moto 2 European Championship (CEV).
Tahun lalu, tim Satu Hati Honda Team Asia, meski Dimas Ekky sendirian, dia berhasil finis di urutan 15 dari 75 rider, hasil maksimal yang membanggakan.
Wilairot dan Zaqhwan starting grid 10
Kembali ke hasil balap JSB 1000, NGK Suzuka 2&4 Race, dari streaming yang saya lakukan, tim Satu Hati Honda Team Asia, start dari urutan 10, tapi saya masih belum yakin dengan hasil race nya, karena nama pebalap tidak nampak di final Result.
Jadwal gelaran balap sirkuit Suzuka 2017
Kita tunggu aksi Dimas pada ajang Suzuka Endurance 8 hours, yang akan digelar pada 27 – 30 Juli 2017. Tahun lalu, Dimas dan Zaqhwan (Ratthepong Wilairot kecelakaan saat sesi latihan) menjadi satu-satunya tim Honda yang finis 10 besar, yaitu urutan 8, membukukan 6 poin.
Yamaha Jupiter MX-King yang bersaing ketat dengan Honda Supra GT-R 150 dalam ajang balap UB150 gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) selalu mendominasi. Termasuk pebalap Indonesia, Wahyu Aji Trilaksana yang podium 1, di balap UB150 ARRC Buriram race2 juga menggunakan Yamaha MX-King ini. (Klik Wahyu Aji Trilaksana bersama MX-KING podium 1 di buriram)
Wahyu Aji Trilaksana bersama MX-KING
Tidak hanya di lintasan balap, bahkan dalam penjualan di tanah air, Yamaha MX-KING selalu di atas.
Bebekbongsor ini memang super. Dalam ajang balap UB150, MX-KING yang dikendarai Md Akid Aziz, merekam top speednya hingga 161 kilometer per jam. Akselerasi juga cepat. Seperti video di atas yang direkam Aracer Speed Tex.
Top speed dan akselerasi MX-King ternyata dahsyat di ajang balap
Video top Speed Yamaha MX-King tembus 161kpj, pantas saja jika Honda Supra GT-R belum mampu bicara banyak.
Balap Suzuki GSX-R 150 dalam Suzuki Asian Chalenge yang digelar Asia Road Racing Championship (ARRC) serie 2, di Chang International Circuit, Buriram United, Thailand, pada Race 2 terjadi hal yang memorable.
Apa si arti ‘SCRUTINEERING‘? Pasca race 2 kelas Supersport 600 (SS600) di ajang balap AsianGP, ARRC Serie Buriram Thailand, kabar panas mulai beredar. Diperkuat dengan statement Anthony West di Timeline Instagramnya, yang menganggap ada politik dalam ajang balap Asia tersebut dan memojokkan tim Yamaha Thailand.
Anthony west dan Azlan Shah
Anthony West meraih podium 1 di kelas paling bergengsi tersebut dan akhirnya didiskualifikasi, karena timnya, Akeno Speed Racing, menolak melakukan Scrutineering. Statement Anthony West di Instagram
Dari statement Anthony West tersebut, banyak yang menduga bahwa, tim Thailand melakukan intervensi politik, karena dalam 4 race di 2 serie ARRC, di semua kelas, tidak sekalipun pebalap Thailand podium 1. Dan di serie 2, mereka sebagai tuan rumah, dianggap melakukan intervensi karena memiliki power lebih.
Dari kasak-kusuk itu, akhirnya FIM mengeluarkan pernyataan resmi terkait Scrutineering. Tentang pernyataan atau pressure release FIM Asia (beserta terjemahan dari motormotor.id) bisa dibaca di halaman kedua. Saya hanya penasaran, apa sih Scrutineering? Maklum, saya awam istilah dalam dunia balap.
Dari informasi yang saya dapat, Scrutineering ialah proses pemeriksaan teknis mesin/body secara detail. Biasanya dilakukan pra race dan pasca race. Scrut pra race biasanya hanya pemeriksaan mesin maupun body luar saja bilamana ada bagian yang tidak sesuai regulasi panitia masih memberikan waktu agar peserta bisa merubah/mengganti. Sementara itu Scrut Pasca Race yaitu pemeriksaan mesin maupun body secara detail, seperti pengecekan Cc kendaraan dan lain hal, yang sudah diregulasikan, bila menyalahi regulasi, peserta dikenakan diskualifikasi, tetapi scrut pasca race hanya untuk para juara pada event tersebut.
Jadi, secara umum, Scrutineering yang dilakukan FIM Asia pasca balap SS600 adalah hal wajar, karena kebijakan tersebut sudah semestinya diterapkan. Tapi, mengapa, tim Akeno dimana Anthony West bernaung menolak melakukan Scrutineering? Anthony West merupakan pebalap profesional, dan pernah ikut ajang Moto2, pasti paham hal-hal terkait balap dan regulasinya? Dan mengapa Anthony berani menyebut ‘Yamaha Thailand’ dengan kalimat yang seolah menyudutkan tim tuan rumah tersebut? Benarkah ada politik di dunia balap Asia tersebut?
Press release FIM
FIM ASIA OFFICIAL STATEMENT
ANTHONY WEST DAMPER AS TEAM AKENO SPEED REFUSES TO STRIP THE BIKE
SuperSports 600cc Bike No. 13, Anthony West (Akeno Speed Racing), was excluded from the results of Race 1 and Race 2 in Round 2 of the 2017 FIM Asia Road Racing Championship that took place at the Chang International Circuit in Thailand on April 14 and 15, 2017.
Team Akeno Speed Racing had refused to strip the motorcycle at parc ferme for post-race scrutineering. This was an infringement of the technical procedures and was the cause for the disqualification.
The breakdown of the incident at Round 2 ARRC in Thailand was as follows:
1. Post-Race SuperSports 600cc
Time: 1600hrs ICT
Race Category: SuperSports 600cc
Location: Parc Ferme
After the SuperSports 600cc Race 2, the top three bikes (Bike No. 13, Bike No. 25 and Bike No. 24) were told to provide various parts of their engine for post-race scrutineering, a common procedure done at the end of every race weekend. There was no protest made by any of the teams with regards to the post-race scrutineering.
Team Mechanics for Bike No. 13 were against the order to do so.
2. Post-Scrutineering SuperSports 600cc
Time: 1705hrs ICT
Race Category: SuperSports 600cc
Location: Parc Ferme
At the end of the time stipulated to strip their engines, Team Mechanics for Bike No. 13 rolled the bike out of the scrutineering area in full comprehension that if they do so without stripping their engine, they will be disqualified.
Throughout the hour-long stipulated time, not a single bolt was removed from Bike No. 13.
Post-race Scrutineering finished with Bike No. 25 and Bike No. 24 – both teams had provided the necessary parts for inspection.
3. Issuance of Race Results
Provisional results were issued at 1548 hrs ICT pending the end of protest time.
An amended result was issued at 1723 hrs ICT for Race 2 at Round 2. Subsequently, an amended result for Race 1 at Round 2 was also made, because the post race scrutineering affects both races as the engines are sealed. Hence, any infringement on the technical side would affect results in both Race 1 and Race 2.
When the amended results were issued at 1723 hrs ICT, no protest were made against the amended results.
4. Technical Director
The Technical Director walked out therefore resigning his position at 1350 ICT during the post-race scrutineering for the Underbone 150cc motorcycles and prior to the SuperSports 600cc race. He was not present during the SuperSports 600cc Race 2.
His duties were continued by Mr. Somchow Thanawin, a licensed FIM Technical Steward (License No: 11344) for the remainder of the races.
5. FIM Asia Road Racing Championship
The FIM Asia Road Racing Championship is organized to the standards as laid down by the FIM and the FIM Asia. There was no injustice caused in any way to any participant or team. It is equally disappointing when accusations and assumptions were made without full understanding of the facts and proper processes of the rules laid in Motorsports that emphasizes the highest standards for sportsmanship and professionalism.
Penyebab didiskualifikasi, disebabkan Team Akeno Speed Racing, dimana tim Anthony West bernaung menolak untuk membongkar mesin untuk dilakukan scrutineering. Ini adalah pelanggaran prosedur teknis dan menjadi penyebab didiskualifikasi.
Jam 16.00, Setelah race 2 kelas supersport 600 cc, tiga motor yang finis pertama (Motor No. 13, Motor No.25, Motor No.24) diberitahukan untuk mempersiapakan part dari motor mereka untuk dilakukan scrutinnering, sebuah prosedur wajib yang dilaukan untuk setiap kali balap. Tidak ada protes dari tim manapun untuk melakukan hal ini. Namun tim mekanik motor No.13 menolaknya.
Jam 17.05, Kepada tim Motor No.13 diberitahukan, bila tidak dilakukan pembongkaran mesin maka mereka akan didiskualifikasi. Setelah melebihi waktu yang ditetapkan tak ada satupun baut yang dilepas dari motor no.13. Scrutineering pada motor No.25 dan No.24 sudah selesai diperiksa dan memenuhi regulasi.
Hasil Lomba
Hasil sementara yang dikeluarkan pada 15.48 tertunda hingga akhir waktu protes. Hasil diubah dikeluarkan pada untuk Race 2 di Seri 2. Selanjutnya, hasil diubah untuk Race 1 di Seri 2 juga dibuat, karena scrutineering pasca balapan mempengaruhi kedua balap karena mesin disegel. Oleh karena itu, setiap pelanggaran di sisi teknis akan mempengaruhi hasil di kedua race, race 1 maupun race 2. Hasil diubah dan diterbitkan di 17.23 dan tidak ada protes yang dilakukan saat hasil diubah.
FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) diselenggarakan dengan standar yang telah ditetapkan oleh FIM dan Asia FIM. Tidak ada ketidakadilan yang disebabkan dengan cara apapun untuk setiap peserta ataupun tim. Hal ini sama mengecewakan ketika tuduhan dan asumsi yang dibuat tanpa pemahaman penuh fakta-fakta dan proses yang tepat dari aturan yang ditetapkan dalam otosport yang menekankan standar tertinggi untuk sportif dan profesionalisme.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.