Hasil Balap Moto2 Eropa (CEV Repsol) Catalunya 2017, Dimas Ekky Podium 3


Hasil lengkap, final Result balap roda dua Eropa, CEV Repsol, sebagai jenjang ke balap paling bergengsi, MotoGP (Road to motoGP) masuk gelaran kedua untuk Moto2, hari ini memberikan kabar gembira bagi penggemar balap kuda besi di tanah air.

Hasil balap Moto2 Eropa, Dimas Ekky #20, pebalap gemblengan Astra Honda Racing Team berhasil meraih hasil terbaik, finis podium 3. Podium 1 diraih pebalap tuan rumah, Ricky Cardus #88 dan podium 2 diraih Eric Granado #51, pebalap Brazil.

Dimas Ekky beberapa lap berada di posisi 4 pada grup 3, dengan jarak yang cukup jauh dari posisi 1 dan 2. Berada di belakang Stevan Odendaal #44. 
Akhirnya, 2 lap jelang finis, Dimas Ekky berhasil​ menyalip Stevan Odendaal dan berada pada posisi 3 hingga akhir balapan. Sebagai catatan, juara CEV Repsol Albacete, Hafizh Syahrin HS|55 tidak ikut dalam ajang Catalunya ini.

Berikut hasil lengkap (Final Results) balap Moto2 Eropa CEV Repsol Catalunya Spanyol 2017

Andi Gilang Patah Tulang di Le Mans, Prancis


Berita tentang pebalap Astra Honda Racing Team, Andi Gilang, yang akan unjuk gigi di sirkuit MotoGP, Le Mans, Prancis, begitu masif, beberapa hari jelang gelaran motoGP serie 3, 2017. 

Berita andi gilang masif pra balap Le Mans
Andi akan bertanding di serie 2 European GP Junior, CEV Repsol. Balapan kelas Eropa, yang identik, menjaring pebalap berbakat untuk bisa ikut di ajang kelas utama Moto3 worldGP. 

Masih banyak lagi
Saya juga berharap ada pebalap Indonesia yang ikut ajang balap dunia paling bergengsi tersebut. Bukan karena ikut-ikutan #NKRIhargamati , tapi biar kalo mengulas dan jadi tulisan, lebih semangat. Selama ini, saya menulis pebalap Malaysia, Hafizh Syahrin. Dia juara 1 CEV serie pertama di Albacete, Spanyol. HS|55, begitu biasanya kata ganti Syahrin ditulis, juga ikut ajang Moto2 kelas utama, worldGP. Dan selalu dapat poin. Di Le Mans di finish urutan 11, dari starting grid 22. 
Andi gilang iztihar

Kembali ke Andi Gilang. Saya berusaha streaming untuk mencari tahu hasil balap CEV Moto3 Eropa Le Mans, baik di channel YouTube CEV Repsol, maupun di web CEV. Hasilnya cuma nemu nama Andi Gilang di daftar hasil Qualifikasi Pracktice pertama. Wah, kecewa saya. Jadi ingat Lorenzo, yang begitu percaya diri karena podium di Serie 2, lantas ‘mingkem’ di serie Le Mans. Maklum, berita Andi Gilang pra balap Le Mans begitu heboh.
Baru hari ini saya nemu web yang memberitakan, bahwa Andi Gilang gagal ikut race Moto3 Eropa CEV Repsol Le Mans Prancis, karena crash saat Qualifikasi Pracktice. 

Andi Gilang mengalami cedera ketika memperebutkan posisi 10 besar dalam kualifikasi sesi pertama. Pebalap asal Bulukumba, Sulawewsi Selatan, tersebut terjatuh di tikungan ke 10.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Astra Honda Racing Team, Andi Gilang langsung dibawa ke pusat medis Sirkuit Le Mans setelah insiden tersebut. Dia divonis mengalami cedera berat.

Pebalap berusia 21 tahun tersebut didiagnosis menderita cedera patah tulang dan dislokasi metakarpal kelima pada tangan kirinya. Tak hanya itu, Andi Gilang juga mengalami cedera fraktur parsial metakarpal kelima pada tangan kanan.

Akibatnya, cedera tangan kiri membutuhkan tindakan bedah. Dokter kemudian memutuskan kondisi Gilang tidak fit untuk balapan pada Sabtu (20/5/2017).

Pada sesi pertama kualifikasi, Andi Gilang sempat melakukan 11 putaran. Dia membuat catatan terbaik 1 menit 56,526 detik. Sayangnya, dia tak mampu melanjutkan aksi impresifnya di Le Mans. (Bola.com)

Sayang sekali, padahal pemerhati balap roda dua tanah air, berharap banyak pada Andi untuk bisa mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Semoga lekas sembuh dan bisa kembali ke lintasan.

Hasil Race Moto2 Jerez 2017, Syahrin #55 Konsisten


Race Moto2 Jerez Spanyol 2017 cukup seru, meski saya tidak menyaksikan sampai akhir race, karena ada panggilan Azan Magrib.

Morbidelli crash, Jerez 2017

Dari awal balapan, Race Moto2 Jerez 2017, terlihat sepeda motor Morbidelli dan Alex Marquez begitu kencang, sayang, Morbidelli crash.

Crash seolah tidak berkesudahan, termasuk rekan senegara Syahrin, Khairul Idam Pawi, Pebalap dari tim Idemitsu Honda Asia juga ikut ‘ndhloshor’. Padahal Pawi sempat memperbaiki posisi di beberapa laps. Pawi Yanng start dari grid 16 sempat naik ke 10 pebalap terdepan, mungungguli Syahrin. Hal ini membuat Pawi belum pernah sekalipun finis di ajang Moto2 2017. 

Terhitung ada 6 pebalap yang gagal finish (DNF), hal ini menguntungkan Hafizh Syahrin yang konsisten dari posisi starting grid 15. Mungkin HS|55 berhati-hati. Karena tikungan-tikungan di sirkuit Jerez ini cukup merepotkan, terbukti sang pimpinan klasemen Moto2, Morbidelli, gagal menaklukannya.
Akhirnya Hafizh Syahrin finis di posisi 13. Dengan perolehan poin 3. Tidak buruk, meski saya berharap minimal meraih 10 besar. Semoga kedepannya lebih baik. 

Hasil Qulifiifkasi Moto2 Jerez 2017, Syahrin #55 Urutan 15


Seperti halnya Free Pracktice, dimana pebalap lokal, Alex Marquez#73 menguasai FP1-FP3, demikian juga pada sesi Qualifikasi, adik Mark Marquez#93 ini juga memimpin di urutan pertama. 

Alex Marquez#73 meraih pole

Kalo saya masih menyoroti pebalap tetangga sebelah, Malaysia. Hafizh Syahrin #55, pebalap dari tim Petronas Raceline Malaysia. Maklum, tidak ada pebalap Indonesia yang turun di kelas bergengsi ini, mudah-mudahan Dimas Ekky dan kawan-kawan segera bergabung ke balap roda dua paling bergengsi sejagat raya ini. Aamiin

Saya masih berharap kepada pebalap serumpun ini. Hafizh Syahrin HS|55, peraih podium 1 balap CEV Moto2 Repsol Albacete 2017. Apalagi jika race pada lintasan basah, dijamin Syahrin bisa merepotkan Morbidelli dan Alex Marquez.

Syahrin #55 start dari grid 15, cukup baik

Pada sesi FP1, dimana cuaca Jerez hujan, Syahrin #55 berhasil meraih urutan 4 tercepat, meski menurun drastis pada FP2 saat cuaca cerah. Dan pada Qualifikasi, Syahrin menempati grid 15 untuk race Moto2 Jerez Spanyol besok, Minggu 07 Mey 2017. Semoga berjaya.

Berikut Hasil Lengkap Kualifikasi Moto2 Jerez, Spanyol 2017

  1. Alex Marquez SPA EG 0,0 Marc VDS (Kalex) 1m 42.080s
  2. Franco Morbidelli ITA EG 0,0 Marc VDS (Kalex) 1m 42.126s
  3. Dominique Aegerter SWI Kiefer Racing (Suter) 1m 42.312s
  4. Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Ajo (KTM) 1m 42.409s
  5. Mattia Pasini ITA Italtrans Racing Team (Kalex) 1m 42.598s
  6. Francesco Bagnaia ITA SKY Racing Team VR46 (Kalex) 1m 42.704s
  7. Xavi Vierge SPA Tech 3 Racing (Tech 3) 1m 42.763s
  8. Takaaki Nakagami JPN IDEMITSU Honda Team Asia (Kalex) 1m 42.834s
  9. Marcel Schrotter GER Dynavolt Intact GP (Suter) 1m 42.870s
  10. Axel Pons SPA RW Racing GP (Kalex) 1m 42.903s
  11. Luca Marini ITA Forward Racing Team (Kalex) 1m 42.956s
  12. Thomas Luthi SWI CarXpert Interwetten (Kalex) 1m 43.065s
  13. Simone Corsi ITA Speed Up Racing (Speed Up) 1m 43.179s
  14. Fabio Quartararo FRA Pons HP40 (Kalex) 1m 43.220s
  15. Hafizh Syahrin MAL Petronas Raceline Malaysia (Kalex) 1m 43.258s
  16. Khairul Idham Pawi MAL IDEMITSU Honda Team Asia (Kalex) 1m 43.271s
  17. Xavier Simeon BEL Tasca Racing Scuderia Moto2 (Kalex) 1m 43.314s
  18. Ricard Cardus SPA Red Bull KTM Ajo (KTM) 1m 43.323s
  19. Lorenzo Baldassarri ITA Forward Racing Team (Kalex) 1m 43.325s
  20. Sandro Cortese GER Dynavolt Intact GP (Suter) 1m 43.349s
  21. Jorge Navarro SPA Federal Oil Gresini Moto2 (Kalex) 1m 43.353s
  22. Yonny Hernandez COL AGR Team (Kalex) 1m 43.490s
  23. Edgar Pons SPA Pons HP40 (Kalex) 1m 43.673s
  24. Tetsuta Nagashima JPN Teluru SAG Team (Kalex) 1m 43.707s
  25. Andrea Locatelli ITA Italtrans Racing Team (Kalex) 1m 43.765s
  26. Jesko Raffin SWI Garage Plus Interwetten (Kalex) 1m 43.792s
  27. Isaac Viñales SPA BE-A-VIP SAG Team (Kalex) 1m 44.007s
  28. Remy Gardner AUS Tech 3 Racing (Tech 3) 1m 44.107s
  29. Stefano Manzi ITA SKY Racing Team VR46 (Kalex) 1m 44.112s
  30. Iker Lecuona SPA Garage Plus Interwetten (Kalex) 1m 44.195s
  31. Axel Bassani ITA Speed Up Racing (Speed Up) 1m 44.605s
  32. Federico Fuligni ITA Kiefer Racing (Suter) 1m 45.848s (DN/vL)

Moto2 Jerez, Hafizh Syahrin #55 Siap Ungguli Morbidelli


MotoGP Jerez Spanyol 2017 segera digelar. Pebalap Asean yang ikut meramaikan di ajang bergengsi ini ada di kelas Moto3 dan Moto2. Pebalap Indonesia? Belum ada, baik di Moto3, Moto2 apalagi MotoGP. 

FP 1 Jerez, Syahrin urutan 4

Hafizh Syahrin #55 mulai menarik perhatian saya setelah memenangi podium 1 di ajang European GP CEV Moto2 2017, serie pertama di Albacete Spanyol. 

Hafizh Syahrin Riding mengenakan raincoat

Pada Moto2 world GP, di serie pertama, Doha Qatar, Syahrin tidak berhasil dengan baik, dan masuk pada urutan 31. Tanpa poin. Tapi pada 2 serie berikutnya, Argentina dan Amerika, Syahrin berhasil memperbaiki posisi. 

Perolehan point Ayahrin 2017

Tercatat, di GP Argentina, Hafizh Sharin berhasil masuk 10 besar, finish urutan 10 membukukan 6 point. Pada GP Austin, Amerika, Syahrin finis urutan 11, membukukan 5 point. Total 11 point dan menduduki posisi 11 klasemen sementara.
Apakah di GP Jerez, Spanyol, Minggu nanti pebalap negeri Jiran, Malayasia ini akan berhasil baik. Saya harap begitu. Pada Free Pracktic pertama (FP1), hari ini, Jumat 05 Mey 2017, Syahrin berhasil menduduki posisi 4, mengungguli pimpinan klasemen sementara, Morbidelli di posisi 12. Nampaknya, Syahrin cukup lihai riding dalam kondisi hujan. 

Foto fanpage official fan club Hafizh Syahrin, Facebook

Oh iya, hari ini, ternyata adalah hari lahir Hafizh Syahrin. Pebalap tim Petronas Raceline Malaysia, kelahiran Selangor 05 Mey 1994, genap berusia 23 tahun.

Oh iya, mengapa saya bahas pebalap Malaysia? Karena di worldGP tidak ada pebalap Indonesia. Sambil menunggu Aksi Gerry Salim dan kawan-kawan di ARRC Suzuka, serta Dimas Ekky di Suzuka 8hours.

Siapa si Johann Zarco?


Siapa si Johann Zarco? 

Rossi dan zarco serempetan di GP Austin 2017

Maklum, saya bukan pemerhati balap roda dua, sekedar suka, iya. Nah, semenjak menonton ajang ARRC, saya lebih suka menonton pebalap Indonesia, seperti Gerry Salim, Ahmad Yudhistira dan kawan-kawan serta pebalap Asia, jika di ajang tersebut tidak ada wakil Indonesia.

Lanjutkan membaca Siapa si Johann Zarco?

Hasil Moto2, GP Amerika, Marquez #73 masih Labil


Hasil Moto2, GP Austin, Amerika, adik pebalap Honda Repsol di MotoGP, Mark Marquez #93, Alex Marquez #73 lagi-lagi gagal podium. 

Maq#73 terlalu agresif, kerap melebar di tikungan

Setelah serie sebelumnya di GP Argentina #73 crash di last lap jelang finis, pada GP Amerika kali ini, Maq #73 gagal podium karena kesalahan sendiri. Gaya balap Maq #73 terlihat ‘sruntulan’ atau masih labil.

Mulai dari melebar ke gravel yang membuat sepeda motornya ‘goyang dombret’, serta terlalu nafsu di tiap tikungan yang membuat motornya melebar.

Star dari posisi 3, Maq #73 mampu menyalip dan memimpin race sampai beberapa lap. Hingga gaya balapnya yang terlalu agresif membuat dia melakukan kesalahan di tikungan 15, melebar hingga turun posisi 5. Dan rekan 1 timnya di EG 0,0 Marc VDS, Franco Morbidelli yang start dari posisi pertama, kembali memimpin balapan hingga akhir lap dan podium 1.

Podium 2 diraih Thomas LUTHI dari tim CarXpert Interwetten, yang start dari posisi 5, podium 3 diraih pebalap Asia, Takaaki Nakagami dari tim Idemitsu Honda Asia, yang start dari posisi 4.

MotoGP 2017, Lorenzo dan Pasar Ducati


MotoGP Losail Qatar 2017. Sesekali bahas motoGP, biar dikira blogger otomotif, siapa  tahu dapat undangan nonton bareng, wayang lakon Petruk Munggah Bale 😂 . 

Ya, motoGP 2017, sebagai ajang balap sepeda motor paling bergengsi di kolong langit ini, seri pertama baru di gelar kemarin di Losail Qatar. Saya tidak menonton langsung, tapi hanya sekilas siaran tunda di saluran tv berbayar. Sekilas, karena tidak disiarkan fullrace sama fox sport.

Saya sebenarnya penasaran sama kemampuan Jorge Lorenzo menundukkan kebinalan mesin bigbang Desmodromicnya Ducati. Si merah dari Italia itu. Maklum, sang Maestro (bagi yang mengganggapnya begitu) The Doctor Valentino Rossi juga memble, tidak semoncer saat menyemplak mesin Jepang. 

Bagaiman dengan Maverick Vinales yang baru saja pindah ke Yamaha Factory? Biasa saja. Karena sepeda motor Jepang, M1 pula. Sepeda motor yang memang siap saji, dan familiar dengan semua pembalap. 

Atau Zarco dengan Yamaha satelit? Masih mesin Jepang. Dan ternyata rocky of The year ini akhirnya nyungsep, crash.

Entah, saya lebih penasaran dengan kemampuan Lorenzo bersama Ducati, meski seri pertama bukanlah penentu, tapi hasil di seri ini bisa menjadi gambaran kemampuan Lorenzo pada akhirnya, layaknya VR46 dulu. Saya termasuk yang menyayangkan ‘kesembronoan’ Ducati mengontrak Lorenzo, dengan nilai yang fantastis. Paling mahal diantara pembalap lainnya. Apalagi, ajang balap MotoGP tidak sekedar pemenangan di podium, tapi merupakan ladang pabrikan meraih simpati penonton sebagai calon konsumen.

Memang MotoGP sebagai persaingan Sepeda motor prototip, lebih menarik perhatian daripada balap World Superbike (WSBK) yang merupakan balap produk masal. Menarik perhatian pemerhati balap roda dua pada umumnya. Dan tujuan ‘korban’ magnet motoGP bukan hanya menyasar penggemar motor cc besar, tapi seluruh kelas kubikasi mesin. Termasuk motor kelas wekwek dan itik mungil.

Kembali ke Lorenzo dan Ducati. Tentu bukan tanpa pertimbangan, Ducati mengusung Lorenzo sebagai tandem Dovisiozo yang belum mampu bicara banyak dalam mengangkat nama Ducati layaknya Nicki Heiden ataupun Casey Stoner. Heiden sebagai brand ambasador ‘Flamboyan’ yang mampu menaikkan pamor produk Ducati. Heiden yang kerap didatangkan oleh Ducati ke negara-negara yang diincar pasarnya sebagai duta Ducati, termasuk Indonesia. Sedang Casey adalah maestro, bagaikan sang komodor menundukkan banteng ngamuk dan mendudukkan Ducati sebagai sang nomor Wahid di balap bergengsi tersebut. Dan era kedigdayaan Stoner di Ducati, pangsa pasar Ducati, termasuk di tanah air, nampak naik signifikan. Indikasinya, bermunculan dealer sepeda motor prestise tersebut di beberapa kota besar Indonesia. Mulai dari Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Makasar dan beberapa kota lainnya.

Dalam situs resminya, Garansindo yang berdiri pada 2001 ini bergerak di sektor otomotif. Di kalangan pelaku industri otomotif, perusahaan ini dikenal sebagai importir dan agen pemegang merek (APM) mobil dan motor kelas atas asal Eropa dan Amerika Serikat. Beberapa di antaranya, yaitu Fiat, Alfa Romeo, Chrysler, Jeep, dan Dodge. Selain itu, kendaraan roda dua Ducati, Italjet, dan Peugeot Scooters. (Sumber: Bank Permata Terbebani Kredit Macet Garansindo Rp 1,2 Triliun)

Tapi saat Casey pindah ke Honda dan Rossi ke Ducati, seiring ambruknya prestasi podium Ducati di MotoGP, kelihatan market share Ducati menurun, sehingga ada marketingnya yang masif promosi di blogsphere roda dua beralih ke produk lain. Dan memilih memajang gambar sayap sebelah hingga kini, meskipun itu gambar bebek dan itik, karena sayap sebelah belum punya entok yang layak dipajang gambarnya sebagai penarik minat konsumen. Maklum, satu-satunya entok dianggap overprice.

Back to topik. Kegagalan VR46 yang digadang menaikan magnet Ducati terhadap penikmat roda dua kelas atas, diharapkan bisa diobati dengan hadirnya Lorenzo pada tahun ini. Apalagi diketahui, di Yamaha, duo pembalap itu juga bersaing meski satu tim pabrikan. Maka akan semakin menarik jika keduanya dipisahkan oleh tim pabrikan yang berbeda. Dan Ducati mengambil resiko ini, karena karakter balap Lorenzo yang mungkin dianggap sedikit mirip Stoner dan akan mampu lebih sering memposisikan Ducati di podium atau gaya ‘selebrasi gaul’nya mampu menggantikan Heiden sebagai brand ambasador.

Lorenzo finish urutan 11 pada MotoGP Losail, Qatar. Mengecewakan. Sekali lagi ini permulaan, jadi bukan tidak mungkin pada seri-seri berikutnya, prestasi Lorenzo membaik. Meski lebih buruk dibanding Valentino Rossi. VR46 waktu seri pertama Qatar, bersama Ducati finish urutan 7 dan tidak memberikan perubahan prestasi yang berarti sampai akhir musim, belum tentu nasib serupa menimpa Lorenzo. Kalo akhirnya tidak ada peningkatan prestasi, Ducati harus menelan pil pahit dan mungkin dealer-dealer di Indonesia akan pindah ke India mengikuti Bajaj Auto. Lho kok ke India? Balik kampung ke Italia maksudnya.

Tapi Ducati tetaplah Ducati, namanya tetap harum meski minim prestasi. Dan penggemar militan masih banyak, meski mereka hanya penggemar, tidak beli.😂 Oh iya maaf, ini hanya tulisan ngawur dari blogger yang pengin diakui jadi blogger otomotif 😁

100 Podium Lorenzo di MototGP


image

Moto GP, balap sepeda motor nomor wahid di kolong langit ini merupakan ajang gengsi antar pabrikan roda dua. Menjadi magnet bagi penggemar kebut-kebutan dan sebagai ajang promosi produk.

Lanjutkan membaca 100 Podium Lorenzo di MototGP

Nonton MotoGP Valencia 2015


image

Moto GP Valencia 2015 adalah seri terakhir gelaran balap motor paling bergengsi tahun ini.

Lanjutkan membaca Nonton MotoGP Valencia 2015