Sepedamotor dan Saya


Sepedamotor, Antara Hobi dan Nasib

Apakah pembaca naik sepedamotor untuk mobilitas harian? Kalo ia, berarti hobi eh nasib kita mirip.

Sampai saat ini, sebagian masyarakat Indonesia, khususnya kaum urban, menganggap bahwa sepedamotor masih menjadi sarana transportasi yang mangkus dan sangkil. Artinya praktis, efektif dan evisien, mampu menghantar kemana kita pergi.

Termasuk yang menggunakan Commuterline, baik KRL maupun Transjakarta, sebagian besar masyarakat, untuk menuju stasiun kereta atau shelter Busway, mereka lebih memilih naik sepeda motor daripada angkutan umum semacam angkot. Sekali lagi, demi waktu. Saya juga dulu sempat melakukannya. Menitipkan motor di stasiun, bahkan saat mau pulang kampung naik kereta api, dari rumah saya memilih naik sepeda motor, pernaha bawa motor sendiri dan menitipkan di stasiun selama berada di kampung, pernah juga naik ojek.

Sekarang, penumpang KRL dan Transjakarta dari pinggiran Jakarta, sebagian besar masih mengaplikasi budaya naik motor dari rumah, apalagi tersedianya ojek online, semakin memudahkan penumpang menuju stasiun maupun shelter terdekat.

Waktu Tempuh? Sepeda Motor jawabannya.

Kawan saya memiliki pertimbangan mengapa memilih naik sepeda motor untuk menuju ke stasiun, yaitu, karena jika dari rumah ke stasiun maupun sebaliknya, ditempuh menggunakan angkot, dia harus berganti 3 kali angkutan. Bayangkan berapa waktu dan biaya yang dibutuhkan. Dulu, saya masih sering memilih menggunakan angkot, karena cuma sekali naik, dan selisih waktunya tidak terlalu banyak. Tapi kalo sampai 3 kali angkot, bisa 3 kali waktu tempuh naik sepeda motor.

Koleksi Sepeda Motor, Bukan, Tapi agak Makelar

Kembali ke judul, Sepeda motor dan Saya. Dari sekolah dulu, di penghujung sekolah lanjutan, saya sudah menggunakan sepeda motor, Honda Grand lansiran 94, yang masih mengadopsi buntut model kumbang. Setelah lulus saya sudah tidak menggunakan sepeda motor. Baru mulai kembali menggunakan sepeda motor setelah berada di Jakarta. Pada tahun 2003, saya dibelikan Yamaha RX King oleh kakak saya, kalo tidak salah lansiran 96. Tidak berumur panjang, 2 tahun kemudian dijual dan berganti Megapro keluaran 2002, juga berumur 2 tahun. Selanjutnya berganti Honda Tiger Revo di 2007 yang saya pelihara sampai 2011, berganti Pulsar 220 yang masih saya pertahankan sampai saat ini, meski jadi penghuni emper rumah semata, karena kerusakan rem.

Antara tahun 2005 sampai 2011 saya juga beberapa kali membeli sepeda motor second, mulai Smash, Jupiter Burhan dan Vega R, pesenan kakak saya yang kala itu tinggal di kampung. Untuk kemudian dijual kembali, mirip makelar, tapi dijual setelah bosan atau butuh dana.

Waktu Ibadah? Sepeda Motor Paling Pengertian

Sampai saat ini saya masih setia bersepeda motor, sekali lagi demi rasionalisasi waktu. Jarak tempuh ke tempat kerja yang cukup jauh dan angkutan umum yang tersedia masih susah diikuti, membuat saya tetap memilih roda dua. Karena dengan bersepeda motor saya bisa dengan mudah mengatur waktu perjalanan. Berhenti sesukanya untuk istirahat atau mampir masjid menunaikan Shalat lima waktu saat terdengar azan berkumandang.

Secara pribadi saya tetap memilih angkutan umum, andaikan waktu tempuh, ketersediaan angkutan dan fleksibelitasnya, mendekati kemampuan sepeda motor. Hal tersebut pernah saya rasakan saat tinggal di Bekasi. Saat itu saya jatuh cinta naik KRL, kalo tidak salah di akhir 2014 sampai awal 2015, sebelum ada perubahan jadwal. Selebihnya saya tulis lain waktu, saat ini saya ingin cerita tentang Sepeda motor.

Blog Sepeda Motor Tidak Harus Paham Motor

Mungkin tema tulisan saya di blog ini, sebagian tentang sepeda motor. Bukan karena saya paham sepeda motor, bahkan untuk review sebuah produk sepeda motor dan membandingkan dengan produk lainnya, belum tentu saya mampu. Kalopun saya tulis, tak lebih sekedar expektasi saat itu saja atau,sekedar euvoria karena berhasil nyobain atau test ride produk baru, baik benar-benar baru, maupun sekedar baru karena baru pernah. Sebagian tulisan karena terpengaruh blog otomotif roda dua lainnya.

Jadi, untuk menulis tentang otomotif, tidak harus paham tentang otomotif. Juga untuk tema lainnya. Apalagi sekarang, tinggal searching pakai ponsel, tulis ulang dengan bahasa kita, selesai. Saya lebih memilih tema roda dua, karena kebetulan saya bergaul dan memulainya dari blogger yang menulis hal tersebut. Hal lainnya karena memang kebetulan saya suka dan baru mampu memiliki sepeda motor. Bahkan saya mengenal motoGP, karena nyemplung di komunitas blogger roda dua. Sebelumnya saya lebih suka nonton Formula 1 atau F1.

Sekali lagi, saya masih menempatkan sepeda motor sebagai angkutan yang paling mengerti akan waktu. Untuk saat ini.

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di motorcycle, opini dan tag , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Sepedamotor dan Saya

  1. Hai mas Tri, klo ditempatku sini pengguna motor hanya saat musim panas saja. Trus motor bisa masuk jalan tol šŸ˜€ . Jalan tolnya gratis. Klo saya pengguna setia bus, punya sepeda malah cuma taruh gudang bbrp tahun ini šŸ˜‰ .

    • Wah enak banget, beberapa waktu lalu bos saya cerita tentang lalin dan pedestrian di Jerman, sangat sangat kakisiawi, alias enak buat jalan kaki tiap saat. Jadi pengin ke sana.
      Di sana pasti sepeda motornya gede gede ya mbak

  2. ndesoedisi berkata:

    sebagai wong ndeso apalagi pelosok, motor sekarang jadi kebutuhan primer šŸ˜€

  3. ysalma berkata:

    Saya penggemar Motor GP juga, tapi pemakai sepeda motor hanya berani dijalan sepi seputaran tempat tinggal, di bonceng juga beraninya sama yg kenal, yg lain kalau ga terpaksa. Itu mungkin krn lebih dr dua kali jatuh sebagai penumpang motor *kok jd curhat? šŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s