Masjid Nurul Ikhlas, Sisi Lain Ciwalk Teras Cihampelas Bandung


Posisi masjid berdampingan dengan gedung hotel, kontras

Sebelumnya saya menulis tentang jalan-jalan di Ciwalk atau Skywalk, Teras Cihampelas, Bandung (selengkapanya klik Jalan-Jalan di Teras Cihampelas Bandung). Setelah berkelililing membeli buah tangan, termasuk membeli sepatu dengan harga tawar 50% di atas Ciwalk, jelang tengah hari, kami segera mencari tempat untuk memenuhi kewajiban sebagai hamba Sang Khaliq. Shalat Duhur sebentar lagi masuk waktu. Ke Masjid. 

Kami merasa cukup sulit menemukan masjid di bilangan Cihampelas ini. Berbeda dengan di Jakarta, meski semrawut, masih mudah menemukan tempat shalat. Misal di bilangan pertokoan glodok, ada masjid besar di atas polsek Taman Sari yang menjadi satu kesatuan dengan Glodok Jaya. Atau mungkin karena saya masih asing di Bandung, jadi kesulitan. 

Setelah bekeliling, akhirnya kami menemukan masjid yang cukup kontras dengan kemegahan Teras Cihampelas juga dengan gedung di sekitarnya. Terkesan kumal dan kumuh. 

Tanah dan bangunan dalam penguasaan dan pengawasan tim advokasi

Masjid Jami Nurul Ikhlas. Nampaknya masih dalam proses renovasi. Fasilitas toilet dan tempat wudhu, terpisah oleh halaman masjid dan terkesan terbelakang. 

Gedung yang berada persisi di samping area masjid

Interior masjid berdebu, mungkin efex dari pekerjaan renovasi di dalamnya. Hanya saja, pembangunan masjid terkesan sangat tradisional. Sangat kontras dengan Teras Cihampelas yang megah dan selesai dalam kurun waktu 3 bulan. Sepertinya tidak ada campur tangan pemerintah daerah untuk menjadikan masjid sebagai fasilitas umum bagi pengunjung Cihampelas. Atau sudah ada masjid lain di kawasan perdagangan Cihampelas, tapi kami tidak menemukannya. Entahlah. 

Pagar halaman masjid

Karena posisi masjid Jami Nurul Ikhlas ini cukup strategis, seyogyanya, diutamakan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung, sekaligus sebagai tempat rehat sejenak setelah lelah berkeliling.  

Jalan depan masjid

Dari berita yang saya baca, tanah dan bangunan masjid Nurul Ikhlas Cihampelas ini sempat menjadi persengketaan, sampai terjadi pemaksaan dan pengrusakan oleh preman pada tahun 2014. Mungkin hal tersebut yang membuat masjid ini terkatung-katung dan mirip wilayah lain dari Cihampelas. Mirip masjid di perkampungan kumuh yang dikelola swadaya, semampunya. Untuk berita lengkap sengketa masjid Nurul Ikhlas Cihampelas, saya copas dari VOA-Islam, silahkan klik halaman 2

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Ngeblog dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s