Ganti Oli Vario 125fi setelah 10ribu Kilometer lebih


Pemakaian kendaraan tiap hari (hampir), kadang kita, eh saya, kurang sensitif terhadap perubahan yang dialami si kendaraan, dalam hal ini Honda Vario 125fi tahun kelahiran 2013, si Pasir Putih.

Miringkan motor, refill tanpa perlu corong tambahan

Termasuk perubahan performa dan suara akibat oli mesin yang lama tidak diganti. Perubahannya memang lambat, tapi pasti. Akan sulit terdeteksi jika tidak ada kendaraan sama sebagai pembanding. 
Bahkan performa si Vario tetap prima, dengan aplikasi roler cvt, kombinasi 10 gram dan 8 gram, menghasilkan tarikan awal yang responsif, bahkan merata sampai maksimal speed di 100kpj. Awal pengaplikasian, memang kurang enak dirasakan, tapi seiring pemakaian, ternyata kombinasi roler yang ringan itu cukup nyaman untuk pemakaian harian. 

Roler bawaan pabrik Vario 125 lawas, sebenarnya 18gram, dan direcomendasikan memakai roler 15gram kalo mau ganti yang lebih ringan. Permasalahan roler ringan adalah susah untuk meraih top speed, atau top speed tidak bisa menyamai jika memakai roler originalnya.

Oh iya ini ngomongin oli mesin Vario, kok jadi ke roler. Lanjut. 

Penggantian oli mesin Vario kali ini berdasarkan feeling saja, ‘kayaknya waktunya ganti oli’, mirip bisikan tanpa wujud gitu hehehehe. 

Catatan jarak tempuh Vario dari pengisian oli terakhir ke pengisian selanjutnya.

Betapa kagetnya saya, setelah saya cek histori penggantian oli Vario, ternyata sudah 4 bulan yang lalu, dengan total jarak tempuh lebih dari 10ribu kilometer. Penggantian oli mesin Vario, tercatat pada artikel ganti oli mesin Vario setelah jarak tempuh 7 ribu kilimeter. Terakhir mengisi pada 25 April 2017, dengan odometer jarak tempuh tertera 39.141,2km, sedang kemarin saat saat mengganti, yaitu pada 08 Agustus 2017, odometer jarak tempuh tertera 49.321,4km. Berarti dihitung, 49.321,4 dikurang 39.141,2 = 10.180,1km. Wow, luar biasa. الْحَمْدُ للّهِ رَبّالْعَالَمِي Vario masih aman, tidak ada kendala over heat, meski kerap digeber pada rpm tinggi.

Setelah saya buka tutup pembuangan oli mesin, yang berada di sisi kiri bawah blok mesin, kelihatan, oli mulai jenuh. Menghitam dan kekentalan naik. Oh iya, kadang bengkel membuka baut di bawah mesin untuk mengetap atau membuang oli, hal tersebut tidak direkomendasikan, karena cenderung mengakibatkan baut aus, selek atau ‘loncer’. 

Berdiri Miring dengan perpaduan dua standard, agar oli cepat turun, keluar

Oh iya, untuk memudahkan mengalirkan oli dari dalam mesin Vario 125 ini, miringkan motor dengan memadukan standard tengah dan samping. Setelah menetes kecil, kembalikan posisi berdiri dengan standar tengah saja, tunggu sejenak, lalu kembali miringkan dengan kombinasi dua standard lagi, lakukan berulang sampai oli habis.

Outlet oli cvt

Inlet dan outlet oli cvt

Saya juga menganti oli cvt, daripada nunggu akhirnya lupa. Baut inlet dan outlet atau pembuangan oli cvt Vario bisa dilihat di gambar.

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di motorcycle dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s