Pasang Windshield/Visor N-Max di Pulsar 220


Yamaha N-Max semakin mainstream di jalan raya. Bukti bahwa, scooter matic gambhot ini laris di pasaran. Seabrek part variasi atau aksesoris nya juga tersedia di toko variasi roda dua, baik offline maupun Online. 

Visor ori dan tambahan hancur lebur beserta bracket yang pengok mlenyot

Part paling wajib yang menjadi sasaran modifikasi dari Yamaha N-Max adalah visor atau windshield. Part penahan terpaan angin dari depan ini, kerap disebut tameng, umumnya diganti dengan yang lebih tinggi. 

Nah, kebetulan pasca crash keempat, Jalitheng kehilangan dua visor, visor bawaan fairing dan tambahan Made by coriaz. Karenanya, saya penasaran dengan visor N-Max, yang aksesoris tentunya. Beberapa kali menemui di jalan, nampaknya cocok kalo di pasang di Pulsar 220.

Dari keinginan sekilas, tanpa sengaja saya dapati visor aksesoris N-Max di toko aksesoris motor yang saya sambangi sekalian lewat jalan pulang untuk membeli buf. Tanya harga dan tawar menawar, membandingkan dengan harga di Online market masih bisa dibilang seimbang.

Visor lama, double visor (kiri) dan visor variasi N-Max (kanan)

Harga visor/windshield/tameng aksesoris N-Max ini dibanderol 180ribu, saya tawar kena 170ribu. Di Online market, tersedia mulai harga 110ribu, tapi kekurangannya saya tidak bisa cek barang langsung. Jadi saya putuskan di toko offline ini.

Pemasangan visor/windshield/tameng  N-Max di Pulsar 220, menggunakan bracket visor tambahan coriaz. Sebenarnya bracket tersebut sudah pengok-pengok, lalu dengan bermodal palu, bracket tersebut bisa saya pakai lagi.

Lobang visor tentu perlu penyesuaian dengan bracket ini, maka perlu pengeboran. Visor variasi N-Max ini cukup lentur. Bahan mikanya empuk, bahkan dengan obeng min kecil sebagai mata bor, mampu melebarkan lobang yang kurang, karena saya hanya punya mata bor super kecil sebagai pembuat lobang awal.

Dengan pemasangan visor N-Max ini, saya tidak perlu menambah visor aseli, sudah cukup tinggi menjulang, dan mampu menahan terpaan angin. Tapi jika dari arah rider, kok kurang ‘ndangak’ kayaknya. Semoga awet

Cara Balik Nama BPKB Motor Second di Polda Metro Jaya


Cara Balik Nama BPKB bagi yang beli sepeda motor Second, masih banyak yang gagap, alias gagal paham. Menganggap bahwa sudah satu paket dengan balik nama STNK, alias dianggap cukup urus balik nama di kantor Samsat atau kantor bersama. Tulisan ini adalah, lanjutan dari cara balik nama kendaraan bermotor second, yang saya kisahkan saat balik nama Suzuki Hayate.

 

Langkah balik nama BPKB di polda Metro Jaya

Cara Balik Nama BPKB sepeda motor Second, beda tempat dengan balik nama STNK. Hanya saja, ada surat berupa bukti cek fisik dari Samsat setempat untuk pengantar ke Polda. Dalam hal ini saya dari Samsat Bekasi Kota, sedangkan Polda yang di maksud adalah Polda Metro Jaya. Lebih tepatnya gedung Direktorat Lalu Lintas Polda metropolitan Jakarta Raya, umum disebut gedung biru, karena cat gedung tersebut berwarna biru.

Gedung biru polda metro jaya, pict fokusbisnis.com
Lho kok kendaraan Jawa Barat ngursnya di DKi Jakarata? Karena plat B, menginduk ke DKi Jakarta, jadi, semua kendaraan dengan plat nomor berawalan B, maka pengurusan BPKB di Polda Metro Jaya. Mulai DKI Jakarta sendiri termasuk Bekasi (kota dan Kabupaten), Depok dan Tangerang (Tangsel, Kota dan Kabupaten) 

Susunan berkas balik nama

Cara Balik Nama BPKB kendaraan di Polda Metro Jaya cukup mudah, yang penting syarat terpenuhi, datang dan bawa

  1. Masuk antrian di teras gedung biru, disini dilakukan pengecekan berkas oleh petugas dan ambil nomor antrian
  2. Antrian kedua mendapat blanko atau formulir, serta disusun oleh petugas, isi di meja yang tersedia, disusun, mulai dari fotokopi KTP, fotokopi STNK, nomor antrian, formulir pendaftaran, formulir biru
  3. Setor ke loket, dan tunggu panggilan nomor antrian untuk mendapatkan kwitansi untuk pembayaran ke loket BRI (saya agak lupa, apakah ke loket dulu atau sudah dapat kwitansi di antrian kedua)
  4. Ke loket Bank BRI bayar administrasi balik nama sebesar 80 ribu rupiah, dari BRI kita dikasih barcode bukti lunas yang ditempel di blanko biru, susun ulang, masukin kwitansi yang sudah diregistrasi BRI.
  5. Setor ke loket selanjutnya, dan tunggu panggilan, untuk mendapatkan kwitansi atau bukti balk nama, untuk pengambilan BPKB baru pada seminggu yang akan datang
    Bukti penyerahan berkas, untuk pengambilan BPKB baru
  6. Datang pada tanggal yang tertera, je loket PENYERAHAN dan tunggu dipanggil. Kita dapat BPKB baru, jangan lupa cek nama dan alamat biar tidak salah.

    Balik nama BPKB kendaraan bermotor di Polda Metro Jaya cukup mudah dan rapi. 

    Memperbaiki Jarum RPM, Speedometer Pulsar 220


    Memperbaiki Speedometer Pulsar 220, lebih tepatnya jarum RPM.

    Tampak atas dan depan saat dashboard speedometer di angkat

    Masih akibat crash, jarum RPM Speedometer Jalitheng Pulsar 220 copot. Ini kejadian ke-dua, jarum RPM lolos dari porosnya. Jadi saya sudah pernah memperbaiki sebelumnya pada crash 2015. Kalo tidak salah ingat. Lanjutkan membaca Memperbaiki Jarum RPM, Speedometer Pulsar 220

    4.11, Antara Rumput dan Runtuhnya Kredibelitas Metro Tipu 


    Jumat, 04 November 2016. Hari yang akan dicatat dan diingat dalam sejarah bangsa ini. Aksi damai yang diikuti oleh jutaan masyarakat dari seantero pelosok negeri. Aksi demi tegaknya supremasi hukum, dalam dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Gubernur nonaktif DKI Jakarta.

    Aksi damai hindari injak rumput
    Aksi damai hindari injak rumput

    Longmarch dari berbagai penjuru, menuju istana negara, melewati jalan merdeka. Karena peserta yang begitu banyak, membuat jalan penuh, ‘bejubel’. Sehingga berkali-kali, korlap mengingatkan anggota aksi damai agar menjaga ketertiban. Salah satu himbauan yang terus dikumandangkan adalah, agar peserta tidak menginjak rumput.

    Jangan injak rumput, di belakang ada metro tipu

    Itulah, kata-kata yang kerap terlontar. Kata “METRO TIPU” menjadi gurauan yang mengusik otak saya. Apakah yang dimaksud adalah stasiun TV swasta nasional? Nampaknya kepercayaan publik akan kredibilitas pemberitaan oleh TV tersebut luntur sudah.

    Aksi-damai-bela-islam-411-hindari-taman.jpgMemang himbauan tersebut cukup mempan menghalau peserta dari taman. Meski pada akhirnya, mendekati barikade polisi, karena peserta dari belakang yang terus maju, membuat bagian depan kewalahan dan terpaksa meluber ke taman. Menginjak rumput. Tapi sepanjang penglihatan saya, tidak ada kerusakan taman yang fatal.

    Terkait kredibilitas sebuah media, memang saat ini sulit untuk mempercayai begitu saja berita yang disuguhkan. Masyarakat semakin jeli dan hati-hati dalam menelaah berita yang berkembang. Baik yang disajikan oleh media televisi maupun media lainnya. Tapi bagi sebagian masyarakat yang awam, akan  kesulitan membedakan antara berita benar, atau mengada-ada, semua  dikonsumsi tanpa cek-ricek secara mendetil. Inilah yang mungkin membuat berita hoax tetap laku dan mendapat rating. Atau bisa jadi berita yang menimbulkan kebencian tetap mendapat respon dari penonton, karena membuat penasaran. Maklum, sekarang, penyajian berita, baik cari penggemar dan pembenci, bisa jadi seimbang, sama-sama dapat rating berdasarkan jumlah. Intinya, rating naik, iklan tayang, duit terkumpul. Imho